Konkurs Seni Suara Alam Burung Perkutut Liga Perkutut Kepri #4 Kingkang Cup Batam yang digelar pada Minggu 23 Agustus 2025 tergelar sukses dan lancar. Catatan prestasi membanggakan dibuat panitia. Salah satunya adalah keberhasilan panitia menghadirkan peserta melebihi ekspektasi.

Membludaknya peserta tidak lepas dari upaya panitia mengundang kung mania untuk bisa meramaikan gelaran mereka. Upaya tidak mengenal lelah, begitu intens dilakukan oleh panitia. Dukungan dari peserta luar Batam, menjadi salah satu faktor suksesnya Liga Perkutut Kepri mendulang jumlah mania dalam jumlah besar.
Keberhasilan panitia dalam mengemas kegiatan, diikuti juga oleh keberhasilan peserta dalam meloloskan orbitannya, satu diantara sekian peserta yang mencatat prestasi apik adalah H.M.Yohan Ihwan, mania asal Tanjungpinang. “Saya datang ke Batam bersama rombongan dari Tanjungpinang. Ada sekitar 40 ekor burung yang kami bawa,” terang kung mania lawas yang kini aktif kembali.

Sedangkan H.M.Yohan Ihwan sendiri membawa sekitar 14 ekor. “Saya ikut semua kelas sebagai bentuk dukungan pada panitia,” sambung kung mania yang baru lima bulan aktif meneruskan hobi yang sempat ditinggal. Hadir dalam gelaran di lapangan Buana Central Park Tembesi Batam, menjadi cara untuk bisa terus menjalin silaturahmi dengan sesama penggila lomba.
Karena dengan cara demikian, maka hobi bisa tetap jalan. Soal target juara, H.M.Yohan Ihwan tidak terlalu memprioritaskan, namun jika diputuskan untuk meraih hasil bagus, maka hal itu tidak akan pernah ditolak. “Bagi saya yang penting hadir, ketemu rekan-rekan dan bisa terus menyalurkan hobi,” ungkap kung mania yang sudah menekuni hobi selama 23 tahun.

Namun siapa sangka, di Kelas Piyik Hanging, orbitan yang di turunkan mampu menembus podium juara. Tak tanggung-tanggung, posisi tiga besar berhasil diboyong. “Alhamdulillah juara 3 besar semuanya jadi milik saya. Saya patut bersyukur atas hasil yang sudah didapat,” ungkap pemilik HMY Bird Farm Tanjungpinang.
Adapun amunisi yang berhasil menembus urutan juara adalah Barbara, sukses menembus podium pertama, Arabella mengikuti di urutan kedua dan Kenko ada ditempat ketiga. Yang membuat bangga adalah bahwa ketiga amunisi tersebut adalah merupakan hasil produk ternak sendiri.

“Barbara, Arabella dan Kenko adalah produk ternak saya sendiri. Barbara dan Arabella adalah saru saudara. Barbara berjenis jantan sedangkan Arabella belahannya berjenis betina,” ungkap HM.Yohan Ihwan. Kenko sendiri lahir dari indukan lain di kandang HMY. Masih menurut H.M.Yohan Ihwan, rata-rata ketiga amunisi tersebut berada di usia sekitar 1,5 bulan. Penampilan tersebut merupakan tarung perdana.
“Alhamdulillah meski usia masih 1,5 bulan dan ikut lomba untuk pertama kalinya, namun Barbara, Arabella dan Kenko masih mau tampil dan meraih juara. Sukses yang patut untuk selalu saya syukuri,” puji HM.Yohan lagi. Keberhasilan ini tentu menjadi penyemangat untuk terus eksis di arena konkurs.

“Tentunya saya senang dan bangga karena bisa mengorbitkan burung dan berhasil menjadi juara dari produk sendiri, semoga ke depan bisa lebih baik dan prestasi tetap stabil,” harap H.M.Yohan Ihwan. Sedangkan untuk amunisi lain, masih belum beruntung. Beberapa orbitan lain yang dibawa, kurang tampil, sehingga podium juara belum bisa diraih.
“Burung lain yang saya bawa, kurang bunyi sehingga tidak dapat juara. Ada satu burung yang kondisinya habis lepas namun berhasil ditangkap, tapi kondisi bulu brodol. Namun saya puas dengan hasil yang sudah diraih. Mudah-mudahan untuk lomba berikutnya, bisa tampil lebih baik,” tambah HM.Yohan lagi.














