Pengda P3SI Banyuwangi terus melakukan upaya untuk memberikan wadah bagi kung mania agar bisa menyalurkan hobinya dan juga upaya salam peningkatan kemampuan juri lewat aksi nyata yakni LadiNil bertajuk HUT 80 yang di gelar menggunakan lapangan Tambakrejo Pengcam Muncar.

Dihelat pada Minggu 31 Agustus 2025, acara berlangsung lancar dan sukses. Pengda P3SI Banyuwangi seakan ingin menutup moment bulan Agustus dengan semangat yang akan treus berkobar. Kegiatan tersebut dibuka langsung Ketua Pengda P3SI Banyuwangi Aang Muslimin, SH.MH.
Dalam sambutannya, Aang Muslimin berharap agar kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin di setiap Pengcam. “Dengan kegiatan seperti ini maka hobi perkutut akan lebih semarak karena ada wadah yang membuat kita bisa terus eksis,” terang Aang. Acara ini dilakukan juga dalam upaya pelatihan atau diklat para calon juri Pengda Banyuwangi.

“Saya berharap dengan kegiatan seperti ini, maka kemampuan juri terutama untuk calon juri akan meningkat sehingga nantinya bisa diandalkan,” sambung Aang Muslimin. Hadir dalam kesempatan tersebut H.Mahmud Raung yang memberikan ucapan selamat untuk Ketua Pengda yang juga merangkap sebagai pengurus Pengwil Jawa Timur.
Disampaikan pula oleh Aang Muslimin bahwa kebutuhan juri saat ini sangatlah mendesak untuk terus disediakan. Semarak hobi perkutut, berdampak besar pada kebutuhan akan juri. Untuk itulah mengkader juri merupakan salah satu jalan yang harus segera dilakukan agar bisa mengikuti perkembangan.

“Program pengkaderan juri merupakan salah satu agenda yang mendesak untuk terus dilakukan agar nantinya kita bisa memiliki juri handal yang setiap saat bisa kita pakai,” ungkap Aang Muslimin. Dukungan kung mania dalam kegiatan tersebut sangat tinggi, terbukti dari penuh sesaknya kelas yang dibuka.
Kelas Bebas, Kelas Yunior dan Kelas Hanging terlihat tidak nampak ada titik yang kosong. Semua terisi penuh oleh peserta. Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa proses penjurian berlangsung sukses dan lancar. Cuaca cerah seakan mengerti betul apa yang menjadi keinginan para jawara yang berada di atas kerekan dan gantangan.

Empat babak penjurian berlangsung tanpa ada kendala. Usai proses penjurian, cek ring menjadi tugas juri selanjutnya. Beberapa juri turun kembali untuk melakukan pengecekan ring bagi peserta yang masuk nominasi. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan apakah burung tersebut sudah menggunakan Ring P3SI atau belum.
Sampai akhirnya, penentuan posisi kejuaraan di masing-masing kelas diumukan. Untuk Kelas Bebas, podium pertama berhasil menjadi milik Gigi, amunisi Aang Muslimin Banyuwangi. Keberhasilan perkutut ternakan Resta yang dikerek pada nomor 58 berkat performa yang dipertontonkan selama empat babak berturut-turut.

Raihan bendera tiga warna selama empat babak, menjadi keputusan juri untuk menjadikan Gigi sebagai peraih podium pertama.selama empat babak Gigi berhasil membuat juri terpukau dengan kemerduan suaranya, sehingga pilihan untuk menjadikannya sebagai pemenang pertama, tidak bisa dihentikan.
Kuntitas dan kualitas suara yang diperdengarkan oleh Gigi saat berada di atas kerekan menajdi pertimbang khusus bagi juri untuk memutuskan bahwa burung yang berada di atas kerekan 58 berhak dan mutlak sebagai pemenang pertama. Untuk podium kedua berhasil menjadi milik Untung andalan Mardi Alasmalang yang dikerek pada nomor 67.

Ditempat ketiga dimenangkan Kloncing orbitan Husen Gendoh, perkutut ternakan Lesehan yang ada di nomor kerekan 83. Untuk podium di Kelas Yunior, juara pertama berhasil diraih oleh Leksus, amunisi Yon BF Plampang, perkutut ternakan YON yang berada di nomor keekan 19.
Disusul kemudian Piala Indah andalan M.Yusuf Muncar, produk ternak Mutiara yang dikerek pada nomor 12 sebagai pemenang kedua dan urutan ketiga menjadi milik Bagus orbitan Mujiono Banyuwangi yang berada di nomor kerekan 31. Untuk Kelas Hanging, lagi-lagi amunisi Aang Muslimin dinobatkan sebagai peraih podium pertama lewat aksi Kaan.

Keberhasilan produk Grand yang digantang pada nomor 96 berkat raihan bendera tiga warna selama empat babak berturut-turut. Dari hasil penjurian yang didapat bahwa Kaan diprediksi akan menjadi burung masa depan yang cerah dengan kualitas yang membuat juri harus memberikan nilai lebih dari peserta lainnya,
Dengan performa yang aduhai, depan tengan dan ujung yang terdengar menggoda telinga karena jelas-jelas berujung panjang, maka tidak heran nilai yang diberikan, akhirnya mengantarkan Kaan menuju podium kehormatan sebagai pemenang pertama. Disusul kemudian Lapas, andalan Asmuni Muncar, perkutut ternakan YON yang digantang pada nomor 116.
Diurutan ketiga berhasil menjadi milik Sekar orbitan Sukri Muncar, perkutut bebrgelang SBR Joyo yang digantang pada nomoe 86. Diakhir acara, segenap panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan dari seluruh peserta. Permintaan ma’af juga disampaikan, jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















