Semarak hobi perkutut di Kalimantan Selatan semakin terasa. Kegiatan demi kegiatan terselenggara rutin setiap bulan di berbagai daerah secara bergiliran. Dukungan yang diberikan kung mania, juga menjadi fakta yang tidak bisa terbantahkan. Setiap penyelenggaraan selalu berakhir dengan kata sukses dan berhasil meski sering kali panitia harus kerja ekstra agar pelaksanaan even sesuai harapan.

Seperti pada hobi lainnya, komunitas kung mania juga memiliki ragam dan karakter yang berbeda. Latar belakang pendidikan, sosial, agama dan budaya, menjadikan hobi ini selalu mengalami pola pemikiran yang tidak sama pula, meski tujuan yang mereka targetkan adalah bagaimana hobi itu bisa mencapai titik harapan. Perbedaan inilah yang membuat pelaksanaan konkurs mengalami pasang surut.
Kadang jumlah peserta sesuai ekspektasi panitia, tidak jarang pula belum berada di angka yang diinginkan. Begitu juga dengan kondisi yang dihadapi kung mania. Mereka bisa selalu memberikan dukungan, namun tidak jarang pula harus absen karena sebuah alasan. Seperti yang disampaikan Surya, kung mania Barabai Kalimantan Selatan.

“Saya adalah pecinta hobi burung perkutut, makanya saya selalu memberikan dukungan pada setiap penyelengara agar pelaksanaan lomba bisa berjalan sesuai harapan,” terang Surya. Banyak cara yang dilakukannya untuk penyelenggara agar even garapannya bisa dihadiri oleh peserta. Memberikan semangat pada rekan-rekan sesama kung mania adalah salah satu cara yang seringkali dilakukan.
Kalimat “provokasi” yang dilancarkan bukan untuk mengacaukan keadaan, tetapi lebih pada keinginan agar rekan-rekannya tergerak hatinya dan mau datang ke arena lomba. “Saya sering mengajak teman-teman untuk datang ke lomba dengan membawa burung miliknya,” sambung kung mania yang tinggal di Barabai.

Sebagai bentuk dukungan kepada penyelenggara sekaligus memberikan contoh nyata, Surya selalu mendaftarkan diri agar masuk menjadi peserta, meskipun burung yang akan dilombakan belum siap karena faktor jam terbang dan kondisi burung yang tidak dalam keadaan fit. Ada kesan memaksakan sang orbitan agar bisa tetap turun, padahal secara peluang, tidak memiliki kans untuk menang.
“Saya kadang daftar meski burung tidak siap karena masih muda atau burung tidak dalam kondisi fit akibat ngurak,” ungkap Surya. Namun demikian memberikan dukungan dan agar pelaksanaan bisa lebih semarak, maka cara itu dilakukan. Bahkan, tidak jarang karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan, Surya tetap mendaftarkan diri.

Burung tetap berangkat bersama orang lain karena sang pemilik tidak bisa hadir disebabkan oleh kepentingan. Moment-moment tertentu seperti saat ini, dimana banyak kegiatan Maulid, sehingga menjadi salah satu kendala dan alasan tidak bisa menghadiri undangan panitia Konkurs. Seperti yang disampaikan Rudi Hartono kung mania Barabai.
“Saat ini banyak acara di Barabai, terutama acara Maulid, jadi saya jarang turun lomba. Namun saya tetap mendukung hobi perkutut di Kalimantan Selatan,” jelas Rudi Hartono. Ditambahkan pula bahwa sebagai wujud dukungan agar hobi perkutut tetap semarak, Rudi Hartono rutin menggelar latihan di lapangan perkutut Barabai.

“Untuk agenda latihan, kamu rutin setiap minggu agar teman-teman tetap semangat menekuni hobi,” kata Rudi Hartono lagi. Hal senada disampaikan H.Cacan. “Selama tidak ada kegiatan, saya pasti datang ke lomba. Karena saya hobi dan selalu berusaha untuk hadir selama jadwal kegiatan kosong,” terang H.Cacan.
Bahkan jika memang tidak bisa hadir ke arena lomba, H.Cacan tetap memasukkan namanya sebagai peserta. Biasanya burung dititipkan atau dibawa rekannya karena H.Cacan sendiri tidak bisa hadir ke acara lomba. Surya menambahkan bahwa sebagai bukti kepedulian dan dukungan, meski burung dalam kondisi ngurak, masih tetap diturunkan. “Jika ada lomba dan burung tidak ada yang siap karena ngurak, maka kadang saya paksakan untuk ikut meski peluang juara tidak ada, karena ini adalah bentuk dukungan,” kata Surya lagi.







































