Rabu, 15 Oktober 2025 menjadi agenda kegiatan Liga Hanging Bangkalan Putaran 10. Menempati lokasi di lapangan Amuse Bird Arena Tragah, agenda berlangsung sukses dan lancar. Selain kelas utama yakni Piyik Hanging, ada partai tambahan yang dilombakan yaitu Kelas Piyik Bebas.

Dua kelas yang dibuka mampu menampung peserta sebanyak 6 blok dengan rincian Piyik Bebas 3 blok dan Piyik Hanging 3 blok. “Hari ini kami mendapatkan kesempatan menjadi penyelenggara Liga Hanging Bangkalan Putaran 10. Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa masalah,” terang Samheri,
Ketua Pengcam Tragah. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini masih tetap mendapatkan dukungan dari kung mania lewat kehadirannya. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan memberikan dukungan,” sambung Samheri.

Seperti pada kegiatan-kegiatan lain, sebelum acara dimulai, juri melakukan briefing. Dipimpin langsung oleh Ketua Pengda P3SI Bangkalan, acara kumpul bareng juri masih tetap menjadi rutinitas yang dilakukan. “Saya berharap agar juri betul-betul paham tentang aturan dan Pakta Integritas dan selanjutnya harus menjalankan semua itu,” tegas Ir.R.H.Moch Mahmud Ketua Pengda Bangkalan.
Diharapkan juga agar juri bisa berkoordinasi seperti biasa. “Jangan merasa pada posisinya, sehingga tidak mau berkoordinasi dengan yang lain karena kalian adalah team work. Koordinator dan dewan juri harus membantu juri penilai di awal penjurian,” tambah pemilik CTP Bird Farm.

Karena awal-awal penjurian menjadi moment yang krusial, karena disitulah banyak peserta yang berharap perkutut miliknya langsung terpantau untuk mendapatkan nilai. Bahasa tubuh juga menjadi hal yang diingatkan bahwa cara tersebut bisa meredam juri dalam melakukan teriakan.
“Respon yang cepat diberikan oleh juri pada peserta, akan menentukan situasi dan kondisi di lapangan. Jangan sampai memberikan respon lambat karena efeknya pada tindakan peserta,” ungkap Ketua Pengda P3SI Bangkalan. Disampaikan juga bahwa saat ini peserta mulai paham, sehingga juri harus memberikan respon yang bagus agar tidak sampai terjadi reaksi yang negatif.

Sueb, juri nasional asal Blega Bangkalan mengatakan bahwa juri harus tetap fokus menjalankan tugas dan jangan sampai gagal dalam menjalankan tugas. “Juri harus tetap menjalankan tugas dengan baik tanpa terpengaruh pada peserta, sehingga acara penjurian bisa sesuai harapan,” jelas Sueb.
Akhmad Mauludin juri nasional asal Sampang juga mengatakan agar juri mampu menguasai lapangan. “Untuk penguasaan lapangan, ketika masuk lapangan, juri harus tahu posisi nomor, mana nomor kecil dan besar sehingga gampang dalam merespon peserta,” tegas Akhmad Mauludin.

Disampaikan juga bahwa konsistensi juri dan koordinator mulai awal sampai akhir. Jangan sampai di awal bisa tegas, tapi di akhir mengalami penurunan konsistensi. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa proses penjurian berlangsung tanpa ada masalah. Cuaca cerah cenderung panas, mengawal kegiatan dari awal hingga akhir.
Empat babak penjurian berlangsung tanpa masalah. Cek ring masih menjadi kegiatan ekstra yang dilakukan usai penjurian. Di atas meja rekap, akhirnya penentuan posisi kejuaraan diumumkan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas, berhasil menjadi milik Sultan Domisol, amunisi H.Wawan Blega Bangkalan perkutut ternakan CTP yang dikerek pada nomor 95.

Disusul kemudian Sultan Bogor, andalan Team Punto Jakarta, produk ITS/JML yang menggunakan kerekan nomor 66 dan tempat diketiga dimenangkan oleh Cinta Pertama perkuttu orbitan KH.Ach.Munaki Blega Bangkalan, ternakan BLGM yang berada di nomor kerekan 94.
Untuk di Kelas Piyik Hanging, juara pertama nenjadi milik Banjir, amunisi Syamhaji Wafa Lantek Barat Galis, ring Batu Sangkar yang digantang pada nomor 120. Di urutan kedua ada Dika, andalanZainal Arifin Burneh Bangkalan, produk ternak SUKI yang menempati nomor gantangan 149.

Dan tempat ketiga dimenangkan oleh Caisar, orbitan Moh.Kanzul FIkri Blega Bangkaaln, ring ABI yang ada di nomor gantangan 142. Dalam acara tersebut, juri medndapatkan bantuan sepatu dari ketua Liga Hanging Bangkalan 2025, Mawardi.

Sepatu yang akan merka gunakan untuk setiap kegiatan LHB. “Hari ini saya membagikan sepatu untuk dipakai juri selama bertugas di lapangan, semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat dan bisa dipakai dalam setiap acara lomba di Bangkalan,” harap Mawardi.















