Banyuwangi kembali menghadirkan sebuah gelaran konkurs seni suara alam burung perkutut bertema Semar Bulusan Cup 3. Agenda yang dihelat pada Minggu, 19 Oktober 2025 di Lapangan Semar Bulusan Kalipuro Banyuwangi, selain menjadi ajang silaturrahmi kung mania, juga memiliki tujuan murni yakni peningkatan UMKM daerah setempat.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, maka ada banyak manfaat yang ingin dicapai. Selain agar hobi perkutut semakin semarak dan bergairah, juga ada imbas yang bisa dirasakan oleh masyarakat setempat, dalam hal ini UMKM. Setidaknya dengan adanya even seperti ini, maka akan memperkenalkan daerah Bulusan, terutama untuk peserta dari luar.

Karena yang jelas, agenda yang sudah berjalan selama tiga kali ini, mampu menghadirkan kung mania dari luar Banyuwangi. Seperti pada gelaran tersebut, data yang masuk ke panitia, ada peserta dari Bali, Bondowoso, Situbondo dan khususnya 25 kecamatan yang berada di Kabupaten Banyuwangi.

Langkah ini diharapkan Banyuwangi akan semakin dikenal oleh masyarakat luas dalam hal ini para penghobi, pelomba dan peternak perkutut. Karena yang pasti kegiatan ini akan berimbas pada bidang yang lain. Agenda kali ini panitia membuka kelas Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Jumlah peserta yang hadir mempu memenuhi kouta panitia. Semua kelas yang dilombakan, penuh sesak oleh peserta. Tidak nampak adanya tiang kerekan dan gantangan yang kosong. Semua terisi oleh kehadiran para penggila lomba. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan memberikan dukungan,” terang Subhan Kelua Semar Bulusan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tanpa adanya dukundan dan kehadiran peserta, maka kegiatan ini tidak akan bisa terlaksana sesuai harapan. Subhan juga menyampaikan permintaan ma’af apabila selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. “Kami sudah melakukan upaya maksimal, jika masih ada kekurangan, kami mohon ma’af,” sambung kung mania yang biasa dipanggil Pak Rete.
Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa acara berjalan sukses dan lancar. Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal kegiatna dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian berlangsung tanpa hambatan. Usai proses penjurian, seperti biasanya dilakukan cek ring pada peserta yang masuk donimasi di setiap kelas.

Cek ring dilakukan untuk memastikan kelengkapan ring yang harus dipakai burung. tiba sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan. Untuk di Kelas Piyik Bebas, podium pertama berhasil menjadi milik Dhorgow, amunisi Anis Mutiara Timur, perkutut ring Manis yang menempati nomor kerekan 75.

Disusul kemudian Mahardika, andalan P.Soleh Brawijaya, produk Sritanjung yang dikerek pada nomor 52 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Samba orbitan Mardi Barong BF ternakan Populer yang dikerek pada nomor 62. Di Kelas Piyik Yunior, juara pertama menjadi milik Hitam Manis, amunisi Aang Banyuwangi, ternakan Grand yang dikerek pada nomor 25.
Diurutan kedua, Galena andalan Sumiarjo Wonokusumo/Bws, ring NK yang dikerek pada nomor 26 dan tempat ketiga diraih Caviar Bali orbitan Herlan Denpasar produk ternak Nero yang ada di nomor kerekan 33. Dan di Kelas Piyik Hanging, podium pertama menjadi milik Brama amunisi Mulyadi Suko perkutut bergelang 310 DT yang digantang pada nomor 33.

Untuk posisi ketiga diraih Selat Bali orbitan Sulis Metro Banyuwangi, ternakan Brahmana mene,pati nomor gantangan 40. “Kita nantikan gelaran berikutnya dan kami tunggu kehadiran dari rekan-rekan kung mania di Banyuwangi dan sekitarnya,” harap Subhan lagi.















