Rutinitas kegiatan hobi perkutut masih menjadi agenda yang tidak pernah terlewatkan oleh kung mania, salah satunya Paguyuban Penyayang Perkutut Sawunggaling Surabaya. Setiap Sabtu, para anggota kumpul di markas Pakard Bird Farm yang berlokasi di Jl. Bangkingan VII Wisma Lidah Kulon Blok XI.

“Setiap Sabtu di Pakard Bird Farm selalu ada teman-teman yang kumpul untuk kerek dan juga gantang burung bareng,” terang Profesor Suyono D.Prawiro. Disana mereka ngerek dan gantang burung bareng. Disela-sela acara, ada diskusi kecil yang dibahas seputar hobi perkutut, baik soal perkembangan hobi, rawatan dan cara memilih burung untuk materi indukan dan juga lomba.
“Kami manfaatkan silaturahmi untuk membahas soal perkembangan hobi sehingga ada tambahan ilmu yang kami dapatkan,” lanjut pemilik Pakard Bird Farm. Tidak jarang pula, digelar acara Latihan Dinilai dsn mendatangkan juri untuk menilai burung-burung yang diikutkan.

Menurut Profesor Suyono hal ini dimaksudkan agar ada informasi penting sejauh mau kualitas burung yang dimiliki anggota dan moment tersebut juga dimanfaatkan untuk lebih mendalami hal seputar suara dan kualitas burung. Setidaknya dengan cara demikian, para anggota bisa belajar lebih banyak.

Setiap kegiatan yang digelar, tidak hanya mengundang anggota saja, orang luar biasa ikut serta meramaikan. Langkah ini dilakukan agar anggota juga bisa tahu seberapa kualitas burung dari kung mania yang lain. Ada tujuan yang ingin dicapai yakni membandingkan kualitas burung mereka dengan yang lain.
Hal ini sangat dibutuhkan sebagai masukan untuk bisa berbenah demi kualitas hasil ternak yang lebih baik lagi. Informasi lain yang bisa disampaikan terkait dengan Paguyuban Penyayang Perkutut Sawunggaling Surabaya adalah anggota yang dimiliki tidak hanya berasal dari Surabaya saja.

Ada anggota dari Bojonegoro yakni Pakde Rusnohadji. “Saya anggota paguyuban Sawunggaling yang berasal dari Bojonegoro. Setiap Sabtu saya berusaha hadir ke Surabaya demi kumpul sama teman-teman,” ungkap Pakde Rusnohadji. Lebih lanjut disampaikan bahwa hal ini sebagai bentuk dukungan, kepedulian dan semangat agar bisa eksis bersama paguyuban tersebut.

“Kalau diukur jarak, memang jauh. Tapi saya senang melakukan meski harus naik bus pulang pergi Surabaya Bojonegoro, saya senang dan menikmatinya,” sambung Pakde Rusnohadji. Yang penting bisa kumpul dan silaturahmi dengan anggota yang lain. Kung mania lain dari luar Surabaya yakni Choirul Anwar yang kini tinggal di Driyorejo Gresik.
“Kalau lagi ada waktu kosong, saya berusaha datang, tapi saya rutin hadir setiap ada acara. Hal ini adalah bentuk ingin ketemu dan silaturahmi dengan teman-teman,” jelas kung mania yang juga Ketua Pengda P3SI Surabaya. Subair, kung mania dari Sepanjang Sidoarjo juga mengaku rutin hadir di acara kerek bareng dan silaturahmi.

“Namanya hobi, ya harus selalu hadir di acara, apalagi jika ada waktu kosong, pasti berangkat,” kata Subair. Dalam setiap acara kumpul bareng, ada suguhan berupa makan dan minum (air mineral, kopi dan teh). Cara demikian dilakukan sebagai usaha memberikan sajian bagi teman-teman seadanya, yang penting tidak sampai kosong.

Mereka sepertinya menikmati apa yang ada. Bagi mereka yang penting bisa kumpul, melatih burung dan menyalurkan hobi serta silaturahmi. Karena hanya dengan cara demikian, maka hobi bisa terus tersalurkan dan banyak manfaat yang didapat.














