Memasuki putaran 11, Liga Hanging Bangkalan semakin menunjukkan pertarungan perebutan podium juara. Even yang digelar pada Minggu, 09 November 2025 di Lapangan Nova Bird Farm Keleyan Socah Bangkala, seakan mengingatkan pada peserta bahwa betapa serunya perjuangan untuk bisa menempati posisi di barisan paling depan daftar kejuaraan.

Dua kelas yang dibuka yakni Piyik Yunior dan Piyik Hanging berlangsung dalam suasana cuaca yang panas dan seakan mendukung aksi tampil di atas kerekan dan gantangan. “Hari ini Liga Hanging Bangkalan Putaran 11 digelar. Alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan lancar, cuaca mendukung dan peserta tertib sehingga pelaksanaan sesuai harapan,” jelas Abdul Wahid selaku Ketua Pelaksana.

Lebih lanjut disampaikan bahwa semua ini berkat dukungan dan kerjasama yang baik dari seluruh peserta. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak-pihak yang telah membantu dalam sukses gelaran hari ini,” sambung pemilik Nova Bird Farm Keleyan Socah.

Seperti biasanya, sebelum acara dimulai breifing juri menjadi rutinitas yang dilakukan. Ketua Pengda P3SI Bangkalan yang hadir dalam kegiatan tersebut memberikan wejangan pada juri. “Tolong hargai peserta yang sudah berusaha hadir, mereka merawat burung, bayar pendaftaran dan menyempatkan waktu demi ada disini. Jika mereka dihargai, maka mereka akan menghargai juga,” tegas Ir.R.H.Moh Mahmud.

Disinggung juga soal bahasa tubuh yang harus selalu menjadi kewajiban juri disetiap tugas, untuk memberikan kesan bahwa juri sudah merespon setiap apa yang dilontarkan peserta. Ditambahkan pula untuk Dewan Pengawas agar selalu mengakomodir apa yang terjadi di pinggir lapangan, sehingga tidak sampai menggangu jalannya penjurian.

Siswoko Raharjo, Ketua Bidang Penjurian Pengda Bangkalan juga menyingung soal kinerja juri agar tidak salah dalam menilai burung. “Tolong nilai burung apa adanya, juri harus profesional dan tidak pandang bulu, burung milik siapa,” tegas Siswoko Raharjo. Sueb, juri nasional asal Blega Bangkalan yang diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat.

Sueb mengatakan bahwa ketika nanti ada sesuatu yang menggangu jalannya penjurian, maka harus dihentikan dulu. “Kalau ada yang bikin ramai, kita break dulu, jika sudah kembali normal, maka kita lanjutkan lagi,” kata Sueb. Mawardi Ketua Liga Hanging Bangkalan 2025, saat memberikan sambutan mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan pada kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Pengcam Socah yang bersedia menjadi penyelenggara Liga, ucapan terima kasih juga saya sampaikan pada panitia pelaksana yang telah bersedia mempersiapkan acara liga,” papar Mawardi. Tak lupa pemilik Ke’Lesap Bird Farm Burneh menyampaikan terima kasih atas dukungan dan perhatian dari seluruh peserta.

Disela-sela acara dilakukan Pelantikan Pengcam Socah. Moh.Saleh kembali dipercaya untuk memimpin organisasi perkutut ditingkat kecamatan. Dalam acara pelantikan, kembali Ketua P3SI Pengda Bangkalan memberikan arahan. Disampaikan bahwa Pengcam Socah adalah satu-satunya Pengcam yang memiliki dua lokasi lapangan yakni yang ada di Sangra Agung dan juga Keleyan Socah.

“Saya ingin agar Pengcam Socah lebih aktif dalam menggelar kegiatan baik lomba ataupun latihan, karena Pengcam adalah ujung tombak,” sambung pemilik CTP Bird Farm Kraton Bangkalan. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa acara berlangsung sukses tanpa masalah.


Cuaca cerah meski tanpa hembusan angin mengawal kegiatan dari pertama sampai akhir. Empat babak penjurian berlangsung tanpa kendala sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan ditentukan. Untuk podium pertama Kelas Piyik Yunior, berhasil menjadi milik Putra Iluzee, amunisi Hamid Mido Galis Bangkalan, perkutut ternakan Iluzee yang dikerek pda nomor 25.


Disusul kemudian Gejora, andalan Rusdi Tanah Merah, ternakan Alfia yang menempati nomor kerekan 36 dan tempat ketiga dimenangkan Gren andalan Tohir Tanah Merah, ring BHS yang berada di nomor kerekan 34. Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama diraih oleh Mutiara JBN amunisi H.Holik JBN Galis, ring JBN yang digantang pada nomor 129.

Disusul kemudian Caisar andalan Moh Kanzul Fikri Blega, ternakan ABI yang menempati nomor gantangan 94 dan di urutan ketiga dimenangkan oleh Bintang Abadi, orbitan R.Surya Indra Bangkalan, produk ternak JBN yang digantang pada nomor 127.

Diinformasikan juga bahwa usai penjurian dilakukan cek ring. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah peserta yang masuk nominasi sudah.menggunakan Ring P3SI atau bukan, pengecekan ring dilakukan langsung oleh juri yang bertugas di masing-masing blok.















