Silaturahmi memang memiliki banyak manfaat. Selain bisa memperpanjang usia, menambah kedekatan hubungan, ternyata bisa direaliasikan apa yang menjadi keinginan. Andrean, kung mania Surabaya merasakan hal tersebut. Sepulang dari gelaran Konkurs di Pamekasan, Andre menyempatkan mampir di Puncak Jaya Bird Farm Sampang sebelum menuju Surabaya.

Tujuannya satu, agar tali silaturrahmi yang selama ini sudah terjalin dengan Sayadi, pemilik farm, bisa lebih dekat dan makin erat. Sesampai disana, obrolan seperti biasa menjadi sesuatu yang dilakukan. Saat lagi asyik ngobrol, Andre mendengar suara perkutut yang berada di kandang umbaran.
Suara tersebut membuatnya penasaran dan langsung bertanya pada tuan rumah apakah burung tersebut statusnya bisa beralih kepemilikan. Setelah dicek, ternyata burung itu masih belum terpantau siapapun. Respon cepat dilakukan untuk mempertanyakan bandrol agar bisa mengambil alih kepemilikan.

Tak butuh waktu lama, proses deal terjadi. Tidak disebutkan berapa nominal yang mereka sepakati, namun yang pasti produk itu memiliki trah darah yang selama ini menjadi andalan. Produk yang kini masih berusia 2,5 bulan tersebut mengalir trah TPP 939 T.10 (Sungguh Terlalu) dan TP K.666.
“Burung yang dipilih Mas Andre berasal dari kandang favorit Puncak Jaya yakni kandang 5.B, trah andalan,” jelas Sayadi. Artinya bahwa pilihan tersebut tidak salah. Data yang dimiliki bahwa perkutut itu merupakan anakan ke empat dengan nomor ring Puncak Jaya 547. Karena merasa cocok dengan produk farm ini, maka Andre kemudian membooking adik Kitab Joyo yang merupakan perkutut dengan reputasi prestasi mentereng dari kandang 3.A.

Nampaknya kejadian Andre disana membuka mata bahwa farm ini sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa sebagai peternak yang sukses menghadirkan produk berprestasi di lapangan. Dari informasi yang didapat tidak sedikit nama perkutut berkualitas dan memenangkan setiap persaingan perebutan podium juara, diisi oleh nama yang bergelang Puncak Jaya.
Sebut saja, Gajah Sora, Kaido, Koalisi, Kitab Jowo, Sayadi Jos, Ronaldinho dan beberapa nama lain. Catatan bagus inilah yang semakin membuat Andre yakin untuk membawa pulang produk prospek masa depan bergelang Puncak Jaya. “Semoga saya tidak salah pilih silaturahmi ke Puncak Jaya dan membawa pulang dua produk sekaligus. Ini menjadi awal yang baik bagi saya untuk bisa turun lomba dengan orbitan bagus,” papar Andre.

Sayadi sendiri mengaku bahwa selama ini Puncak Jaya memang tidak begitu pamer dengan alasan, biarlah waktu yang menentukan. “Saya lebih suka diam, namun bisa membuktikan di lapangan, sehingga semua yakin dan percaya bahwa produk ternak sya layak diakui,” ungkap pria yang juga seorang perawat handal.
Dengan bergabungnya produk Puncak Jaya, Andre merasa semakin semangat dan optimis bisa hadir di arena lomba dengan peluang yang lebih besar untuk meraih juara. “Soal menang dan kalah, itu memang tergantung banyak faktor, tapi setidaknya saya membawa burung dengan kualitas yang tidak asal,” kata Andre lagi.

Seperti burung yang pertama terpantau, tidak ada pernyataan resmi berapa nominal yang menjadi kesepakatan. “Ini harga kekeluargaan, jadi tidak bisa dinilai dengan uang. Yang penting Mas Andre bisa lomba dengan membawa burung yang bisa juara,” sambung Sayadi lagi. Andre yang membawa serta sang istri tercinta, sepertinya memberikan support untuk menambah amunisi lagi. “Alhamdulillah istri saya mendukung penuh, jadi saya lebih tenang dan senang,” tutur Andre.














