Hobi perkutut Banjarmasin Kalimantan Selatan tahun 2026 diprediksi bakal semakin seru dan marak. Berbagai indikasi sudah nampak dan terlihat sangat jelas. Masuknya jawara berprestasi yang kualitasnya sudah teruji dalan gelaran di tanah Jawa beberapa waktu, menjadi salah satunya.

Bahkan kehadiran para jawara ini tidak dalam jumlah minimal, tetapi sudah mencapai angka puluhan ekor. Reputasi mereka inilah yang akan mengdongkrak eksistensi hobi yang semakin tidak terbendung. Ditambah pula adanya peningkatan agenda konkurs di wilayah Pengwil P3SI Kalimantan Selatan, semakin menyakinkan bahwa akan ada gelombang besar-besaran bahwa persaingan ketat akan terjadi.
Kondisi ini tentu akan berdampak pada semangat kung mania untuk bisa berada di dalamnya, sehingga upaya untuk memburu calon amunisi akan mengalami peningkatan yang sangat siginifikan. Jika ingin ikut meramaikan gelaran, maka kung mania para pelomba harus memiliki orbitan yang akan diturunkan dalam setiap even.

Melihat kenyataan tersebut, beberapa peternak dan pelomba langsung bergerak cepat. Ada yang sengaja melakukan hal yang sama yakni mendatangkan materi indukan dan calon jawara yang akan dipamerkan menghadapi serbuan tersebut. Tidak sedikit pula yang berusaha melakukan evaluasi terhadap hasil ternak dan juga calon yang akan diorbitkan nanti.
Bagi peternak, mengotak atik materi indukan adalah keharusan yang mutlak di lakukan. Cara ini dilakukan untuk memastikan kesiapan, apakah nantinya produk yang akan dihasilkan bisa berkontribusi dalam semarak hobi. Apakah mampu bersaing bersama peserta yang lain dalam konkurs yang akan digelar sepanjang musim.

Sebab jika tidak, maka harapan untuk bisa berkompetisi dalam semarak hobi perkutut di Kalimantan Selatan, hanya akan menjadi mimpi belaka. Rizky Bird Farm Banjarmasin, salah satu peternak yang masuk barisan sebagai farm sukses mengaku bahwa jauh-jauh hari sudah melakukan upaya agar bisa meramaikan bursa perebutan podium juara.
“In syaa Allah Rizky BF sudah ada beberapa hasil ternakan untuk dilombakan pada tahun 2026, baik perkutut muda ataupun dewasa,” jelas H.Awir sang pemilik Rizky Bird Farm. Upaya merombak beberapa kandang dengan formasi indukan baru, menjadi langkah yang sudah dilakukan. Hasilnya, dinilai berhasil.

Beberapa kandang yang mengalami perombakan materi indukan, sudah mulai menampakkan wujudnya sebagai calon perkutut masa depan. Adapun kandang yang sudah terlihat akan berpotensi menjadi penghasil amunisi unggulan adalah kandang Rizky K.444 dengan formasi indukan jantan Rizky k.6 dengan betina Rizky 111.
Soal anakan yang berhasi dilahirkan, H.Awir mengaku sudah mematau dan kualitasnya siap masuk konkurs untuk meramaikan bursa persaingan perebutan podium juara pada kelas yang akan diikutinya. Kandang lain adalah Rizky K.555 yang dihuni oleh indukan jantan Rizky 555 dengan betina Sinar Joyo K.14.

Lagi-lagi H.Awir mengklaim bahwa anakan dari kandang tersebut dan sudah terpantau akan mampu memberikan peluang menjadi amunisi handal yang akan mendongkrak popularitas farm miliknya. Ada lagi kandang Rizky K. 666 yang dihuni oleh indukan jantan Rizky A.12 bersama pasangannya Rizky 666.
Untuk kandang ini sudah mengeluarkan anakan 1 strip. Dinyakini bakal menjadi calon yang akan memberikan perlawanan pada peserta lain yang ikut dalam berebut juara pada keals yang sama. Kandang Rizky K.222 dengan formasi indukan jantan Sinar Joyo (yang merupakan anak Hercules) bersama pasangannya Sinar Joyo.

Dari kandang ini memang belum memiliki keturunan, namun keyakinan tetap tinggi dengan alasan karena betinanya pernah diternak dengan pasangan lain dan hasil anakannya memiliki kualitas yang bagus. Saat ini, anakan tersebut sudah terbang ke salah satu kung mania di Pontianak Kalimantan Barat.
Kandang berikutnya adalah Rizky A.7 dengan formasi indukan Amuba A.7 dengan indukan betina Rizky 444. “Untuk Kandang A.7 adalah pasangan baru, sehingga anakannya belum lahir, tapi saya yakin bisa menghasilkan anakan bagus karena indukan jantan dan betina adalah burung pakem,” ungkap H.Awir dengan optimis.

Yang lebih membuat H.Awir yakin dan optimis serta bangga adalah bahwa materi yang dipakai, mayoritas sudah menggunakan ring sendiri. Alasan kuat yang mendasari bahwa trah indukan tersebut sudah dipahami betul sehingga arah yang akan dicapai tidak dalam konsep meraba-raba dan spekulasi.
Lebih lanjut disampaikan ada harapan bahwa dari kandang lain akan terlahir produk unggulan yang akan meramaikan persaingan menuju podium juara. Namun demikian. H.Awir mengaku semua yang dilakukan oleh peternak, harus diikuti pula keinginan juri menjadi pengadil yang benar-benar fair play.

“Yang jelas hasil ternakan peternak di Banjarmasin dan sekitarnya sudah mulai bagus dan mereka berlomba pada semangat sehingga persaingan makin sengit. Untuk itulah juri jangan memantau burung jangan hanya bunyinya saja, tapi pantau kualitasnya. Bukan menilai burung gacor tapi burung berkualitas,” harap H.Awir lagi.















