Kung mania Bangkalan sampai saat ini memang masih berduka. Kepergian Ketua P3SI Pengda Bangkalan, membuat mereka begitu kehilangan. Namun, mereka tidak ingin terus menerus larut dalam kesedihan yang berkepanjangan. Waktu terus berjalan dan hobi harus tetap dilanjutkan.

Kenyataan itulah yang akhirnya membuat mereka harus memikirkan bagaimana organisasi terus berjalan. Melanjutkan apa yang sudah dilakukan Almarhum agar tidak sampai berhenti di tengah jalan. Karena masih banyak tugas (program) yang harus diselesaikan seperti yang sudah ditanamkan Almarhum.
Kekosongan ketua harus segera diisi agar organisasi bisa bergerak dan menuntaskan apa yang sudha dicanangkan. Lewat pertemuan pengurus yang diselenggarakan pada Rabu, 07 Januari 2026 di Warkop TKP yang masih berada satu lokasi dengan Lapangan Pengda Bangkalan di Lapangan Kuda Kemayoran.

Mereka sepakat untuk melanjutkan apa yang sudah dilakukan (alm.) Ir.H.R.Moch Mahmud. Hadir dalam acara tersebut, KH.Abdul Fatah dan Bdr.Imam Rusdy sebagai Penasehat Pengda, Febrian Islah Sekertaris, Siswoko Raharjo Wakil Ketua III Bidang Penjurian, H.Holik JBN Wakil Ketua IV Bidang Penangkaran dan Konservasi, Adi Sucipto Wakil Ketua V Bidang Litbang & Sosial serta Hadori Bagian Perlengkapan.
Ada pula beberapa kung mania yang ikut serta dalam rombongan tersebut. Sedangkan beberapa pengurus lain berhalangan hadir karena ada acara bersamaan. “Kami mengundang rekan-rekan untuk hadir disini dalam rangka melanjutkan apa yang sudah dilakukan almarhum. Kita ingin organisasi terus jalan karena banyak tugas dan tanggungjawab yang harus kita jalankan,” terang Siswoko Raharjo.

Lebih lanjut disampaikan bahwa ada dua agenda besar yang harus tetap menjadi perhatian Pengda Bangkalan yakni Liga Perkutut Madura 2026 dan Liga Perkutut Indonesia 2026. Kedua even akbar ini tidak bisa berjalan tanpa ada komando. Untuk itulah perlu disegerakan adanya posisi ketua yang saat ini lagi kosong.
Sambil menunggu pelaksanaan pemilihan Ketua Baru, maka untuk sementara harus ada pejabat sementara yang mengambil alih dan meneruskan tugas sampai ketua baru terpilih. Para undangan diberikan kesempatan untuk memilih siapa yang akan menjadi pejabat sementara.

Sampai akhirnya mereka sepakat menunjuk Siswoko Raharjo pada posisi tersebut. “Posisi saya saat ini hanya sementara sampai ada gelaran Musdalub untuk memilih ketua yang baru,” sambung Siswoko Raharjo. Mengingat waktu yang terus berjalan dan dua agenda tersebut juga semakin mendekat, maka agar semua rencana berjalan sesuai, maka Musdalub akan segera digelar.
Menurut Siwoko Raharjo, jika tidak ada perubahan, maka awal Februari 2026, Musdalub P3SI Pengda Bangkalan akan segera direalisasikan. Soal lokasi akan ditentukan lebih lanjut. Untuk itulah diharapkan mulai saat ini sudah ada calon atau kandidat yang akan mengisi posisi ketua baru.

“Saya mempersilahkan kepada siapapun untuk bersedia mencalonkan diri menjadi Ketua Baru Pengda Bangkalan. Semua memiliki hak yang sama untuk dipilih,” tegas Siswoko Raharjo. Penjaringan calon isa dimulai sekarang untuk memastikan siapa saja yang akan bersedia menjadi calon dan terpilih lewat agenda Musdalub.
Usai mengadakan pertemuan dengan para pengurus, Siswoko menyempatkan bersilaturahmi kepada KH.R.Zainal Alim selaku kakak tertua dan (Alm.) Ir.H.R.Moch Mahmud. “Saya sempatkan sowan kepada kakak almarhum untuk silaturahmi, mohon ijin dan meminta masukan serta petunjuk. Karena beliau pernah menjadi bagian dari hobi perkutut di Bangkalan,” ungkap Ketua Bidang Penjurian Pengda P3SI Bangkalan.
KH.R.Zainal Alim mendukung langkah pengurus untuk percepatan proses pemilihan Ketua Baru agar organisasi bisa segera menjalankan tugas dan meneruskan apa yang sudah dilakukan sang adik. “Memang harus segera dilakukan pemilihan Ketua Baru agar organisasi ada yang meneruskan program dan tugasnya,” ungkap pimpinan salah satu Pondok Pesantren di Bangkalan.

Bahkan dengan tegas dan menyakinkan bahwa KH.R.Zainal Alim siap memberikan dukungan. “In syaa Allah saya akan mendukung hobi perkutut di Bangkalan, tapi terus terang saya tidak bisa bergabung dalam secara langsung untuk memberikan perhatian karena ada tugas lain yang harus saya lakukan yakni mengurus santri,” tutur mantan Ketua Pengda Bangkalan.
Setidaknya, dukungan yang akan diberikan, bisa menjadi modal bagi kelanjutan hobi perkutut yang ada di Bangkalan. Sosok seperti KH.R.Zainal Alim masih tetap dibutuhkan untuk meminta masukan, arahan, saran dan kritikan untuk membangun organisasi yang lebih maju dan berkembang.















