Informasi dan kabar bahwa setiap kali ada gelaran di Lapangan Pondok Candra Waru Sidoarjo, dipastikan peserta akan tumpah ruah. Melebihi kouta adalah angka yang selalu berhasil di raih, tentunya konsekuensi yang akan dihadapi adalah menolak pendaftar. Itulah kisah nyata dan realita yang selalu terjadi dan harus diterima.

Lapangan Pondok Candra yang berada di kawasan pemukiman padat warga yang tergolong dari kalangan menengah, merupakan lokasi yang selama ini menjadi sentral aktifitas kung mania. Lapangan yang berada di wilayah Pengcam Waru Sidoarjo ini selalu menjadi daya tarik kung mania yang tidak pernah memudar.
Sebaliknya makin hari, pesona yang dipancarkan seakan membuat siapapun yang pernah menjejakkan kaki di kawasan ini, akan mengulang kembali untuk hadir pada kesempatan berikutnya. Kenyataan itu pula yang selalu terjadi saat ada gelaran di lokasi ini. Panitia dibuat senang dan bingung.

Senang karena selalu diserbu oleh peserta dan bingung akibat harus memutar otak agar setiap pendaftar bisa masuk dan tercatat. Tentu, hal yang kedua ini yang selalu gagal di lakukan panitia, terutama bagian pendaftaran. Betapa tidak, antara kapasitas yang disediakan dengan jumlah yang dibutuhkan, tidak imbang.
Kebutuhan lebih banyak dari apa yang tersedia. Ujung-ujungnya pendaftar yang harus selalu merasakan batal ikut lomba. Kapasitas yang ada di lapangan Pondok Candra adalah 4 blok untuk tiang kerekan dan 2 blok untuk gantangan. Jumlah yang sebenarnya bisa dikatakan kurang ideal untuk kawasan dengan letak yang sangat strategis.

Penolakan selalu menjadi kabar tak sedap bagi calon pendaftar. Ito, panitia bagian pendaftaran selalu merasakan dan menghadapi kenyataan bahwa pasti akan ada pendaftar yang harus ditolak. “Setiap kali kami adakan lomba, pasti ada yang tidak akan kebagian tiket. Itu kenyataan yang selalu saya hadapi,” terang Ito.
Lebih lanjut disampaikan bahwa membludaknya peserta terjadi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Hanya dalam hitungan hari, sejak pendaftaran dinyatakan di buka, maka tanpa harus menunggu waktu terlalu lama, kouta bisa langsung habis atau juga hanya tinggal sedikit.

“Kalau Pondok Candra adakan kegiatan, pasti cepat penuh, saya kadang bingung menerima pendaftaran karena tidak semua bisa diterima,” sambung pemilik Nilam Bird Farm Sidoarjo. Bahkan para pendaftar terbilang tertib dengan cara melunasi uang pendaftaran sebelum jatuh tempo.
Sebab jika tidak, maka panitia akan menggeser posisi pendaftar dan memberikan kesempatan pada orang lain yang segera melunasi. H.Moh.Wahibin Ketua Pengcam Waru juga mengakui bahwa setiap ada lomba, pasti kouta tidak sesuai dengan peminat. “Kami tidak bisa menambah jumlah blok karena keterbatasan lokasi dan tempat. Ini memang menjadi hal yang selalu kami pikirkan,” jelas kung mania yang akrab dipanggil Kang Ibink.

Kapasitas 6 blok kerekan dan gantangan, sepertinya sudah mentok dan tidak mungkin untuk dilakukan penambahan. “Kadang kami ingin memenuhi semua pendaftar agar bisa berlomba bersama tanpa ada penolakan, tapi kapasitas yang tidak bisa kami realiasasikan,” ungkap pemilik Ibink Bird Farm Waru Sidoarjo.
Jadi bukan tidak ingin peserta tambah dan lebih banyak, namun karena faktor lokasi yang terbatas, maka panitia tidak bisa melakukan tindakan lebih dari apa yang sudah dilakukan. “Saya hanya bisa memohon ma’af apabila selama ini ada pendaftar yang belum bisa ikut lomba di Pondok Candra,” kata H.Ibink lagi.

Jika dilihat dari data yang masuk, peserta yang terdaftar tidak hanya dari sekitar lokasi, namun dari luar kota. Artinya bahwa daya tarik kegiatan di Pondok Candra memang tergolong laur biasa. Seperti pengakuan beberapa kung mania yang sering dan pernah menjejakkan kakinya di lokasi ini.
Toro Gajah Jombang, saat ditemui mengaku senang bisa berlomba di lapangan Pondok Candra. “Disini tempatnya enak dan nyaman, bisa membandingkan burung orbitan dari semua pelomba karena mereka selalu bertemu disini,” jelas Toro Gajah. Setidaknya dengan hadir di Lapangan Pondok Candra maka akan bisa mengetahui kualitas burung yang bagus-bagus.
H Iwan TS Jombang mengaku bahwa lapangan Pondok Candra menjadi jujukan yang bagus bagi para pelomba karena berada di lokasi yang strategis. “Kalau saya datang kesini karena ingin silaturahmi dengan teman-teman. Apalagi lokasinya enak dijangkau. Soal kalah menang itu hal biasa,” tegas H.Iwan.

Aly Topan Pasuruan ketika ditemui pada sela-sela acara mengaku senang bisa berlomba di lapangan Pondok Candra. “Disini tempatnya enak, peserta lebih tertib, lokasi nyaman dan burung bisa terpantau dengan baik,” jelas pemilik ALT Bird Farm Pasuruan. H.Mansyur Bangkalan mengatakan hal yang sama.
“Lapangan disini, lokasinya enak dan nyaman, peserta bisa diatur sehingga nyaman untuk menikmati jalannya lomba,” kata H.Mansyur. diinformasikan juga bahwa lokasi Lapangan Pondok Candra memiliki akses yang cukup mudah dan gampang menuju Jalan Tol yang hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit saja, sehingga ini sangat memudahkan bagi peserta luar kota yang ingin menuju kesana.















