Liga Perkutut Sumenep IV Putaran 1 menandai dimulainya babak baru perjalanan hobi perkutut di Bumi Sumekar. Agenda yang dihelat pada Minggu, 18 Januari 2026 di Lapangan Bersama Saronggi mampu menjadi penyemangat komunitas para penggemar, penghobi, peternak dan pelomba serta pengurus Pengda.

Bagaimana tidak, kegiatan yang menjadi tanggung jawab Pengcam Saronggi ini berhasil mengundang sebanyak 10 blok peserta di semua kelas yang dilombakan. Adapun rinciannya adalah Kelas Dewasa Bebas 1 blok, Kelas Piyik Bebas 4 blok, Kelas Piyik Yunior 3 blok dan Kelas Piyik Hanging 2 blok. Tidak ada tiket tersisa satu lembarpun.

Jumlah tersebut sebenarnya bisa saja bertambah, andai panitia masih memberikan kesempatan kepada kung mania untuk masuk daftar peserta. “Banyak yang kami tolak karena keterbatasan lokasi yang tidak mungkin untuk dipaksakan tetap menerima peserta lagi,” terang Moh.Rifki panitia bagian pendaftaran. Sehingga jumlah tersebut dianggap sudah cukup dan bisa tertampung.


Masih menurut kung mania yang juga seorang Ustadz, kelas yang banyak menolak peserta adalah di Kelas Piyik Bebas dan Piyik Yunior. Catatan menyebutkan bahwa kedua kelas ini memang selalu disesaki oleh peserta dalam jumlah besar. Begitu juga halnya dengan Kelas Dewasa Bebas, ada juga peserta yang tidak kebagian tiket sehingga harus batal masuk daftar peserta.

Kusnandar, Ketua Pelaksana mengatakan hal yang sama. “Alhamdulillah peserta LPS Saronggi pesertanya membludak. Kami sampai tidak mampu menampung banyaknya yang ingin ikut lomba. Jumlah peserta melebihi target panitia,” ungkap Kusnandar. Target awal panitia adalah Kelas Dewasa Bebas 1 blok, Kelas Piyik Bebas 2 blok, Kelas Piyik Yunior 2 blok dan Kelas Piyik Hanging 2 blok.

Penambahan yang cukup signifikan untuk sebuah kegiatan ditingkat Pengda. Kondisi ini diapresiasi luar biasa oleh panitia. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada peserta yang telah memberikan dukungan luar biasa pada kegiatan Liga Perkutut Sumenep 2026, sehingga peserta melebihi target dan kamu juga sampaikan permintaan ma’af bagi rekan-rekan yang belum kebagian tiket dan tidak bisa mengikuti liga,” sambung pemilik KLN BF Saronggi.

Ketua Pengda Sumenep, Kades H.Matsin mengatakan bahwa bukan saja karena keterbatasan lokasi yang menjadi penyembah ditolaknya calon peserta, tetapi kesiapan panitia dalam memenuhi kebutuhan untuk kegiatan liga. “Kalau waktunya mendadak, maka panitia jelas akan kewalahan dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Apalagi jumlah peserta yang begitu banyak dan membludak, pasti tidak mungkin bisa tertangani dengan rentang waktu yang pendek,” papar Ketua Pengda Sumenep.

Informasi yang disampaikan bahwa ada peserta dari Muncar Banyuwangi yang hadir sebagai peserta. Artinya bahwa kegiatan ini mampu memberikan data tarik bagi peserta di luar Sumenep bahkan di luar Madura. Untuk itulah mohon dimaklumi dan dimaafkan atas apa yang terjadi. “Bagi peserta yang belum bisa ikut LPS 1 maka bisa mendaftar lagi di LPS berikutnya atau nanti tunggu kegiatan LPI di Sumenep,” sambung pemilik Bintang Surya BF Bluto.


Kemeriahan kegiatan ini semakin semarak dengan doorprize yang mewah. Ada uang pembinaan, barang elektronik dan sembako. Sementara itu dari dalam arena di informasikan bahwa kegiatan berjalan sukses dan lancar Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa acara berlangsung sukes dan lancar. Cuaca cerah seakan memberikan dukungan dan support penuh pada penyelenggaraan kali ini. Empat babak penjurian berlajan tanpa masalah.

Usai penjurian, masih seperti rutintias even sebelumnya, ada pengecekan ring untuk peserta yang masuk dominasi juara. Cek ring dilakukan untuk memastikan kepemilikan Ring P3SI apakah sudah menggunakan atau belum. Siapa sajakah yang akhirnya keluar sebagai pemenang. Simak dalam tabel juara.















