Luar biasa. Itulah kalimat yang tepat disematkan pada hobi perkutut di Sumenep Madura. Betapa tidak, tahun 2026 menjadi masa yang benar-benar bersinar bagi organisasi pimpinan Kades H.Matsin. Masih berjalan 1 bulan (Januari), agenda yang berhasil diselenggarakan sudah tercatat sebanyak 5 kali even.

Diawali dengan gelaran LatNil Trunojoyo yang digelar pada Selasa, 06 Januari 2026 di lapangan milik Trunojoyo Karangpanasan, panitia membuka 2 kelas yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging dengan jumlah peserta masing-masing 1 blok. Angka tersebut sebenarnya bisa saja bertambah, andai lokasi masih memungkinkan.
Keterbatasan kerekan dan gantangan, menjadi faktor banyaknya jumlah calon pendaftar yang ditolak. Even berikutnya yakni KolNil Sumber Urip yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026 di lapangan Gung-Gung Sumenep. Masih membuka kelas yang sama yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging, panitia berhasil mengundang peserta sebanyak masing-masing 1 blok.

Sama seperti even sebelumnya, andai lokasi mencukupi, maka jumlah peserta akan lebih banyak. Agenda berikutnya yakni Liga Perkutut Sumenep IV Putaran 1 yang dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari 2026 di lapangan Bersama Saronggi.
Even hasil kolaborasi antara Pengda P3SI Sumenep dan Pengcam P3SI Saronggi sukses menghadirkan peserta sebanyak 10 blok dengan rincian Dewasa Bebas (1 blok), Piyik Bebas (4 blok), Piyik Yunior (3 blok) dan Piyik Hanging (2 blok). Jumlah ini sebenarnya juga bisa bertambah, andai lokasi masih memungkinkan untuk dipasang kerekan.

Menurut informasi dari pihak pelaksana dalam hal ini panitia bagian pendaftaran, Kelas Piyik Bebas dan Piyik Yunior adalah partai yang paling banyak menolak peserta. “Kami sebenarnya banyak menolak calon peserta, karena keterbatasan tempat dan juga waktu persiapan.
Andai masih memungkinkan, maka peserta akan lebih banyak lagi,” jelas Ustadz Moh.Rifki bagian pendaftaran. Kegiatan berikutnya adalah LatNil Potre Koneng yang diselenggarakan pada Sabtu, 24 Januari 2026 di lapangan Potre Koneng Parsanga.

Dua kelas yang dibuka yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging dengan masing-masing peserta 1 blok, juga menjadi kabar adanya calon peserta yang ditolak. Alasan yang sama adalah keterbatasan lokasi menjadikan kung mania yang ingin bergabung, harus menunda keinginan tersebut.
Dahnan selaku Ketua panitia tidak mampu berbuat banyak karena memang tidak bisa menambah jumlah blok. Dan agenda paling anyar adalah Latber Puncak Patapan. Agenda yang digelar pada Selasa, 27 Januari 2026 sukses menghadirkan sebanyak 6 blok peserta.

Meski jarak waktu yang begitu mepet dengan agenda sebelumnya, namun panitia masih berhasil menghabiskan jumlah tiket yang tersedia. Namun, lagi-lagi panitia harus menolak peserta karena ada yang tidak bisa ditampung untuk bersama-sama menyemarakkan kegiatan tersebut.
Keberhasilan Pengda P3SI Sumenep dalam menggenjot kegiatan di wilayahnya berkat koordinasi, kerjasama dan kekompakan yang terjalin dari pengurus Pengda, Pengcam, tokoh perkutut, peternak, pelomba dan juga komunitas.

“Saya berusaha untuk menampung semua apa yang menjadi keinginan rekan-rekan, kami mencoba menyerap aspirasi kemudian kami rapatkan bersama untuk menemukan satu kesepakatan tanpa saling merugikan,” terang Kades H.Matsin. Karena yang pasti, apa yang dilakukan jangan sampai merugikan dan membuat kecewa. Namun demikian,
Kades Aeng Beje Kenek Bluto Sumenep ini tidak menampik bahwa setiap keputusan akan diterima dengan legowo oleh semua pihak. “Kami sudah berusaha mencari dan memutuskan yang terbaik, meski tidak selamanya akan membuat semua bisa menerima,” yang terpenting semua melalui musyawarah mufakat,” ungkap pemilik Bintang Surya Bird Farm Bluto Sumenep.














