P3SI Pengda Surabaya, menggelar agenda Rapat Kerja Daerah pada Sabtu, 07 Februari 2026. Bertempat di markas Pakard Bird Farm yang berlokasi di Wisma Lidah Kulon. Agenda dihadiri pengurus, tokoh perkutut dan beberapa kung mania serta juri. Agenda ini bertujuan untuk menyampaikan bahwa sampai saat ini,

Pengda Surabaya masih tetap eksis. Profesor Dr.Suyono D Prawiro, Penasehat Pengda Surabaya dalam sambutannya menuturkan beberapa poin. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh undangan yang hadir di tempat kami. Mohon ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” terang Profesor Dr.Suyono.
Lebih lanjut disampaikan harapan bahwa acara ini bisa menjadi momentum yang bagus untuk mengawali hobi perkutut di tahun 2026. “Saya berharap Surabaya ada kegiatan lagi sehingga bisa terasa semarak,” sambung pemilik Pakard Bird Farm. Dikatakan juga bahwa untuk saat ini saatnya untuk tidak terlalu banyak bicara dan merasa benar.
“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini, menjadi awal yang baik untuk menjadikan Surabaya lebih baik lagi, ke depan Surabaya bisa bergerak,” harap Profesor Dr.Suyono. Khoirul Anwar saat memberikan sambutan berterima kasih kepada Profesor Dr.Suyono yang bersedia menjadikan lokasi acara dan juga apresiasi pada undangan yang telah hadir.

Dikatakan juga bahwa saat ini banyak pertanyaan dan kenyataan yang muncul dsn beredar luas seputar Pengda Surabaya. “Tuntutan sangat besar saya rasakan dari rekan-rekan kung mania, salah satunya soal adanya lapangan. Saya sudah mengupayakan agar keinginan tersebut bisa segera terwujud,” ungkap Khoirul Anwar.
Soal wacana Liga Hanging Surabaya, Khoirul Anwar mengaku selalu mendukung jika memang itu baik. “Saya serahkan untuk kegiatan Liga pada Mas Benny Mintarso dan juga Mas Eka Paksi untuk ditindaklanjuti,” harap pemilik DAI Bird Farm. Permintaan ma’af disampaikan jika selama ini ada salah selama menjadi Ketua Pengda.
Pada acara tersebut juga disampaikan sosialisasi hasil Rakerwil Jawa Timur beberapa waktu lalu. Eka Paksi menyampaikan hal itu agar undangan yang kebetulan tidak hadir, bisa mengetahui hasil dari pertemuan Pengurus Pengwil Jawa Timur bersama Pengda yang ada di wilayahnya. Poin soal ukuran bendera koncer, diskualifikasi dan poin lainnya. Dalam agenda tersebut muncul keinginan untuk menggelar Liga Hanging Surabaya.
“Gagasan ini sebenernya sudah saya munculkan 2 tahun lalu dan teguh 2026 harus bisa terwujud,” harap Benny Mintarso. Lebih lanjut disampaikan bahwa koordinasi dengan beberapa pihak, termasuk tokoh, peternak, pelomba dan penghobi sudah dilakukan dan mereka rata-rata mendukung.

Bahkan koordinasi juga dilakukan dengan Prosesor Dr.Suyono selaku Penasehat Pengda Surabaya dan respon positif diberikan. Untuk mensukseskan dan melancarkan liga, diupayakan adanya koordinasi dengan beberapa wilayah di Surabaya dan membentuk panitia, seperti Surabaya Barat, Surabaya Utara, Surabaya Timur dan Surabaya Selatan.
“Yang penting Surabaya, ada kegiatan dulu,” ucap pemilik BN Bird Farm. Rencana Liga Hanging Surabaya akan dibuka 10 putaran, minimal 2 blok dengan tiket sebesar Rp 75 ribu. Ditetapkan juga bahwa liga ini bisa diikuti oleh peserta luar Surabaya. Pada kesempatan yang sama H.Agus Sai turut memberikan masukan.
Bagaimana menjalankan liga sehingga pelaksanaannya nanti tidak sampai menimbulkan masalah. “Agenda tahun ini sangat padat, maka panitia harus mengatur jadwal sehingga tidak sampai berbenturan dengan agenda lain. Mungkin liga bisa dilaksanakan di luar hari Minggu sehingga banyak peserta yang bisa ikut,” saran H.Agus Sai.















