Sosoknya tidak butuh popularitas. Meski sebenarnya layak disandingkan karena beberapa nama besar yang sudah menyandang prestasi apik di kancah perkututan tanah air. Sosok satu ini lebih fokus pada tanggungjawab yang diamanahkan dari pada harus mempertontonkan kelebihan yang dimiliki.

Sosok yang dimaksud adalah Abdus Salam, kung mania yang sudah memiliki prestasi sebagai mekanik handal. Tinggal di Karangduak Sumenep, kung mania satu ini mampu menjadikan perkutut orbitanya mencapai puncak prestasi. Sebut saja Ferrari, Livina dan Cadilac, amunisi handal milik H.Gunawan Amuse Bangkalan.
“Alhamdulillah saya berhasil mengantarkan orbitan H.Gunawan Bangkalan jadi langganan juara, baik di tingkat regional ataupun nasional,” terang Abdus Salam. Lebih lanjut disampaikan bahwa prestasi tersebut memang menjadi sebuah prestasi membanggakan, baik untuk sang pemilik ataupun sanga mekanik.

Nama lain adalah sang pernah dipoles adalah Ronggeng andalan Ikram Parsanga Sumenep, Sinden amunisi Totok Alin Karangpanasan Sumenep dan Lenggang orbitan Holis Karangduak Sumenep. Keberhasilan tersebut setidaknya menjadi amanah yang bisa dijalankan dengan baik sesuai harapan sang pemilik.
Karena tidak mudah dan gampang menjaga amanah, apalagi untuk bersaing mengorbitkan burung sampai juara. Disampaikan bahwa tidak mudah dan gampang menjalankan amanah yang sudah diberikan kung mania. “Saya senang dan gembira karena semua burung rawatan saya berhasil juara,” sambung kung mania yang kini berusia 61 tahun.

Setelah lama malang melintang di dunia mekanik bersama kung mania, kini Abdus Salam bergabung dengan Team Jasika Pamekasan yang merupakan tempat dan wadah bagi kung mania lintas kota seperti Bintang Surya Bluto Sumenep, Paong Langsar Saronggi Sumenep dan beberapa nama lain.
“Sekarang saya bergabung dengan Team Jasika dan hanya sebatas membantu saja. Jika saya dibutuhkan, saya baru bergerak, jika tidak, ya saya hanya sebagai penggembira saja,” ungkap pria yang mulai main perkutut sejak tahun 1989 lalu. Meski tugas yang saat ini diemban, tidak terlalu berat di Team Jasika, namun Abdus Salam punya rawatan burung di rumah.

“Teman-teman di Team Jasika yang kesulitan merawat burung, saya bantu,” tambah Abdus Salam. Total burung yang ada dalam lawatannya saat ini sekitar 20 ekor. Dari sekian burung yang ada, Abdus Salam mengaku memiliki prioritas dalam hal merawat. Hanya burung-burung yang dianggap siap saja yang diprioritaskan untuk segera menerima sentuhan halus tangannya.
“Tidak mungkin semua burung yang ada di rumah, bisa terawat bersamaan. Saya hanya memilih burung yang siap saja,” kata Abdus Salam lagi. Profesi sebagai mekanik burung lomba dijalani dengan suka cita dan penuh rasa gembira, karena dari hobi ini, Abdus Salam mengaku bida selalu bersilaturahmi, memperbanyak saudara dan bisa menambah pengalaman. Dan yang pasti target juara adalah hal yang menjadi salah satu tujuan.














