Konkurs 2026 banyak yang memprediksi bakal menjadi moment meningkatnya greget hobi perkutut tanah air. Meski even resmi belum dimulai, namun tanda-tanda ke arah tersebut sudah terlihat jelas. Beberapa gelaran pemanasan yang terjadi di berbagai kota, bisa dijadikan sinyal kuat bahwa prediksi tersebut akan menjadi sebuah kenyataan.

Indikasi lain adalah manuver-manuver kung mania lewat transaksi dan take over, baik untuk produk lapangan ataupun penghuni kandang ternak, semakin memastikan bahwa kabar tersebut bukan saja isapan jempol. Persiapan yang dilakukan kung mania sejak beberapa waktu lalu, menyambut datangnya konkurs, juga menjadi rutinitas yang dilakukan meski tidak ditampakkan.
Tidak sedikit dari mereka, baik yang tergabung dalam Team ataupun single fighter, sudah melakukan persiapan sebelum masa tarung dinyatakan start. Team Jupiter Surabaya menjadi satu diantara sekian kung mania yang juga sudah melakukan persiapan menjelang dimulainya pesta bagi komunitas penghobi, pelomba dan peternak perkutut tanah air.

Fauzi, yang dipercaya memoles amunisi team yang beranggotakan para penggila lomba, perawat nasional dsn juga peternak papan atas, mengaku sudah mulai menjalankan amanah untuk kembali memastikan kesiapan team ini sebelum menuju lapangan. “Soal persiapan, sudah mulai dilakukan,” terang Fauzi singkat.
Ada beberapa nama yang akan mundur dari perhelatan konkurs tahun ini, ada yang sudah dinyatakan lolos seleksi dan ada pula yang bakal dipersiapkan untuk melengkapi barisan jago-jago yang sudah ada. Menurut pengakuan Fauzi, untuk dua nama seperti Rupawan dan Bangsawan resmi diparkir karena sudah menjadi penghuni kandang ternak.

“Rupawan dan Bangsawan untuk tahun ini tidak lagi dilombakan karena sudah diternak,” sambung Fauzi. Sedangkan orbitan yang pasti tetap meramaikan agenda konkurs tanah air adalah Pancasona dan Bang Jago, produk Jupiter yang diproyeksikan pada Kelas Dewasa Senior, Monster ternakan Alexander dan Derby King produk Jupiter yang bakal meramaikan perebutan podium juara di Kelas Piyik Bebas.
“Untuk Monster dan Derby King, untuk saat ini akan berlaga di Kelas Piyik Bebas karena burung ini masih terlalu muda dan belum begitu rajin bunyi,” ungkap perawat handal milik Team Jupiter. Diharapkan deretan amunisi ini masih bisa bersaing dalam perebutan podium juara, tentunya dibarisan paling depan daftar kejuaraan.

Tidak itu saja, Team Jupiter juga lagi mempersiapkan calon andalan yang akan menjadi tandem. “Ada burung-burung baru yang juga kami siapkan, namun saat ini masih dalam proses penjodohan untuk menentukan pasangan,” ungkit Fauzi lagi. Mengingat calon tersebut masih menuju proses, maka belum ada nama yang akan disematkan.
Produk yang dimaksudkan berasal dari ternakan Jupiter dan juga Alexander. “Burung baru ini masih proses penjodohan dengan pasangan barunya. Ada yang sudah berjodoh dan lainnya masih proses. Semoga saja mau tampil di lapangan dengan pasangan barunya,” harap Fauzi. Sementara itu Sony Hartanto mengungkapan keinginan untuk terus meraih prestasi di lapangan bersama amunisi yang dimiliki.

Nama besar Rupawan dan Bangsawan sebagai salah satu bintang lapangan yang pernah meramaikan persaingan perebutan podium juara, seakan menjadi penyemangat untuk terus eksis mengorbitkan calon-calon baru dengan prestasi dan reputasi yang membanggakan dan memuaskan.
Dengan dukungan kuat dari Jupiter Bird Farm Surabaya dan saat ini ditambah Alexander Bird Farm Surabaya, maka peluang untuk mengulang sukses yang pernah dialaminya, akan terus menjadi catatan bagus sepanjang perjalanan hobi perkutut Team Jupiter Surabaya. “Untuk tahun 2026, Team Jupiter mudah-mudahan masih dapat bersaing di lomba tingkat nasional dengan amunisi yang kami miliki,” harap Sony Hartanto.







































