Minggu, 29 Maret 2026 menjadi gong pembuka kegiatan hobi perkutut di Kota Pahlawan Surabaya. Agenda bertajuk Liga Hanging Surabaya 2026 ini menjadi moment penting dan sangat spesial kembalinya aktifitas kung mania setelah beberapa tahun Surabaya vakum tanpa kegiatan.

Menempati lokasi di Lapangan Pengcam Sambikerep di jalan Raya Bringin Indah no 32 Surabaya, acara berlangsung sukses dan lancar. Dua blok gantangan Kelas Piyik Hanging penuh sesak oleh peserta. Kelas Piyik Bebas yang menjadi partai tambahan juga nampak dipenuhi oleh peserta yang hadir tidak hanya dari Surabaya, tetapi juga dari Caruban, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan kota sekitar.
“Hari ini kami bisa melaksanakan kegiatan hobi perkutut di Surabaya yang sudah lama tidak pernah kita lihat lagi. Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan sukses dan lancar, dukungan juga luar biasa,” terang Benny Mintarso selaku Ketua Pelaksana. Lebih lanjut disampaikan bahwa meski waktu pelaksanaan mepet dengan kegiatan lebaran dan hari ketupat, namun tidak membuat kung mania mengurangi dukungannya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan memberikan perhatiannya pada kegiatan ini. Semoga agenda liga bisa kita laksanakan dengan dukungan yang tetap besar,” sambung pemilik BN Bird Farm. Hadir dalam even tersebut, para tokoh perkutut dan pemain kawak seperti H.Andri Majapahit Mojokerto, H.Atro, H.Ribut, Cak Goendul, Mat Rouf dan beberapa nama beken lainnya.

Mereka hadir sebagai bentuk dukungan atas upaya panitia mengembalikan hobi perkutut yang sudah tidak pernah lagi mereka temui beberapa waktu. “Saya ingin liga ini menjadi moment kembalinya semangat teman-teman, khususnya di Surabaya untuk menyemarakkan hobi perkutut yang sempat vakum,” harap Ketua Bidang Penjurian Pengwil Jawa Timur.
Diharapkan juga bahwa dengan agenda awal yang hanya menyediakan Kelas Piyik Hanging, selanjutnya bisa meningkat pada kelas lainnya. “Ini baru permulaan, jadi masih kami fokuskan pada Kelas Piyik Hanging. Agenda berikutnya semoga ada kelas lain agar bisa lebih semarak,” ungkap Benny Mintarso.

Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa pelaksanaan acara berlangsung dalam kondisi cuaca terik dan panas yang seakan memberikan dukungan penuh pada pelaksanaan acara. Empat babak penjurian berlangsung tanpa hambatan. Usai penjurian, dilakukan pengecekan ring bagi peserta yang berhasil masuk nominasi.
Cek ring dilakukan langsung oleh juri yang bertugas di blok masing-masing. Memastikan bahwa peserta yang dimaksud sudah menggunakan Ring P3SI. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan diumumkan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Bintang Krian amunisi H.A, Thoha Krian Sidoarjo.

Perkutut bergelang MLGM ini menggunakan nomor kerekan 07 sukses meraih podium berakt raihan bendera tiga warna hitam usulan pada babak kedua. Menyusul pada urutan kedua, Mutiara TImur andalan Nunu.Toro Jombang produk ternak Pizzaro yang berada di nomor kerekan 21.

Dan tempat ketiga dimenangkan Kapten Srobot, orbitan H.Dibyantoro Probolinggo ternakan Victory yang ada di kerekan 04. Untuk Kelas Piyik Hanging yang menjadi partai utama, Tiga Jamrud amunisi H.A.Toha krian Sidoarjo berhasil mengkanvaskan lawan. Harapan di liga perdana, peserta tuan rumah bisa mempersembahkan kemenangan perdana, akhirnya batal direalisasikan.
Tiga Jamrud produk Rafi yang digantang pada nomor 78 berhasil mengagalkan pesta kemenangan lawan. “Alhamdulillah burung saya dua-duanya bisa juara pertama di Kelas Piyik Bbas dan Piyik Hanging. Hasil yang harus saya syukuri,” jelas H.A.Toha. menyusul pada urutan kedua Nuansa Medan andalan Tim Chelsea & Goendul Surabaya, produk Chelsea yangmenempati nomor gantnagan 25.

Dan tempat ketiga diraih Have Fun Go Mad orbitan Tim Chelsea & Goendul Surabaya produk Cak Goendul yang berad adi nomor gantangan 23. Di akhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukugnan, kerjasama dan kehadiran peserta. Permintaan maaf juga dismapikan, jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.































