Kabar mengejutkan datang dari Team JBM Malang. sang pimpinan yakni H.Abdullah Mubarok Faisol memberikan statement tentang hobi perkutut yang telah membuat namanya tenar sebagai kung mania dengan segudang prestasi mengesankan. Team JBM yang selama ini dikenal sebagai pasukan yang selalu eksis di arena konkurs, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan hobi perkutut.

Begitu juga dengan produk JBM yang selalu laris manis di borong oleh kung mania tanah air, semakin melengkapi prestasi yang selalu berhasil dibukukan. Terlebih lagi sang pimpinan yang selalu setia mengawal, seakan menjadi satu paket ketika berada di lapangan. Namun kali ini, pemandangan seperti itu akan mengalami perubahan.
H.Abdullah Mubarok Faisol mengaku untuk sementara waktu akan absen mengawal pasukan karena ada misi yang lebih penting. “Untuk sementara, saya dan kakak yakni Drs.Robi Harman fokus pada pekerjaan dan absen dulu dari hobi perkutut,” terang H.Abdullah Mubarok Faisol.

Lebih lanjut disampaikan bahwa untuk Team JBM akan tetap jalan bersama Hidayat dan juga Bombom. Meski H.Abdullah Mubarok tidak bisa hadir bersama di tengah-tengah mereka, namun eksistensi akan tetap menjadi kabar yang harus disampaikan. H.Abdullah mengatakan bahwa pekerjaan di kebun sawit Kalimantan Barat membutuhkan kehadirannya agar bisa terus mengembangkan usaha yang sudah lama dirintis.
“Urusan burung, saya serahkan pada Kak Dayat dan Kak Bombom untuk melanjutkan agar Team JBM tetap eksis di lapangan,” sambung H.Abdullah Mubarok. Keputusan ini memang berat, karena Team JBM Malang sudah terlanjut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam hidupnya. Namun pada sisi lain, pekerjaan menuntut untuk terus memberikan perhatian agar semua bisa berjalan.

“Saya suka sekali bertani, diburung karena menyesuaikan hobi. Baba sebagai orang tua yang harus saya patuhi dan hormati,” ungkap H.Abdullah. Keputusan untuk absen dulu di dunia hobi perkutut disampaikan sang Abah pada Kamis, 09 April 2026/ “Kamis kemarin Baba menyarankan agar saya dan Mas Robi ngurusin kebun sawit saja.urusan burung bisa diserahkan ke Kak Dayat dan Bombom,” lanjut H.Abdullah Mubarok.
Disampaikan juga bahwa jika semua bergabung di hobi burung, maka nanti kebun sawitnya tidak terurus. “Pertimbangan itulah yang mmbuat saya dan Mas Robi memutuskan untuk absen dulu lomba burung perkutut,” kata H.Abdullah lagi. Absennya mereka tidak akan sampai mengganggu program dan rencana yang sudah diatur, baik untuk pesanan burung dan juga hal lainnya.
“Saya, H,Abdullah Mubarok Faisol dan Drs.Robi Harman mohon ma’af kepada seluruh kung mania, sesepuh, tokoh dan teman-teman di seluruh tanah air. Moohon ma’af yang sebessar- besarnya atas segala kesalahan, kehilafan, baik yang disengaja ataupun tidak. In syaa Allah kalau ada waktu dan kebetulan ada Kelonggara, kami berdua akan kembali ke lapangan lagi,” jelas H.Abdullah lagi.

Sekali lagi disampaikan bahwa keputusan ini memang dirasa berat dan yang pasti mereka tidak akan berhenti menekuni hobi perkutut. Namun karena atas perintah dari orang tua, maka harus dijalankan dan ditaati. “Sekali lagi saya tegaskan bahwa saya dan Kak Robi tidak berhenti main burung, tapi sementara absen. Semua ini sebagai bentuk bakti kami pada orang tua,” kata H.Abdullah lagi.
Ditambahlan pula bahwa jika tidak ada halangan, maka H.Faisol Syafi’i bersama kakak dari H.Abdullah Mubarok yakni H.Moh Amin Faisol akan berangkat ke tanah suci Mekkah. “Sekali lagi hobon ma’af dan mohon diianya agar kami bisa kembali lagi berada di lapangan untuk melombakan burung,” harap H.>Abdullah Mubarok.







































