Siapa yang tidak kenal dengan Team Primarasa Bandung. Kiprahnya di dunia hiruk pikuknya hobi perkutut tanah air, sudah tidak bisa dikesampingkan. Gelaran demi gelaran yang rutin diikuti seakan menjadi pembuktian bahwa team satu ini pantang untuk melewatkan misi bertarung untuk sang amunisi.

Kesiapan deretan jago-jago terbaik, menjadi alasan kuat mengapa Team Primarasa berusaha untuk hadir di arena. Bahkan demi memenuhi undangan panitia, Team Primarasa berbagi kekuatan untuk hadir dalam beberapa gelaran. Bambang Kancil, salah satu motor mengatakan bahwa turun lomba adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.
“Kami adalah team petarung, makanya pantang untuk tidak hadir di lomba. Bahkan kami rela berbagi kekuatan dan personel agar bisa hadir di beberapa even,” terang Bambang Kancil. Meski harus berbagi personel, namun hasil yang didapat tidak mengecewakan. Team Primarasa masih sanggup meloloskan amunisi miliknya pada daftar kejuaraan.

Prestasi ini bukan karena faktor kebetulan, tetapi kualitas dan mental sang amunisi yang memang hebat serta para personel yang mampu mengkondisikan sang andalan untuk tetap bisa fighter saat menghadapi lawan. Team Primarasa juga dikenal sebagai kekuatan yang mampu mengkader andalan dari beberapa peternak dan pemilik burung.
Berani take over amunisi meski dengan bandrol selangit, adalah salah satu kebiasaan yang selalu dilakukan. Sudah tidak terhitung lagi berapa dana yang keluar untuk mendapatkan amunisi impian. Seiring perjalanan waktu, ketika jawara koleksi Team Primarasa mulai dibidik untuk menjadi pencetak calon pengganggu dominasi juara, team satu ini berhasil melahirkan produk yang diprediksi akan mewarnai perjalanan hobi perkutut tanah air.

Ruby Star Jr, saru diantara permata yang mulai memancarkan auranya. Produk asli Primarasa yang digadang-gadang akan meneruskan nama besar sang indukan di pentas perkutut Indonesia, tentunya dengan gelar sebagai raja tanpa tanding. Ruby Star Jr, adalah nama yang disematkan oleh sang juragan yakni Dede Primarasa demi mengapresiasi terhadap seorang sahabat yakni Jefry sang master batu permata.
Meski Ruby Star Jr belum sepopuler sang senior, namun Bambang Kancil yakin bahwa dengan bertambahnya usia dan jam terbang, maka bukan sesuatu yang mustahil daya tempur Ruby Star Jr akan semakin dahsyat. Tampil paling anyar di gelaran Liga Perkutut Sumenep 3 Seri 3 bersama Pengcam Lenteng, pada Minggu 18 Mei 2025, Ruby Star Jr yang turun di Kelas Piyik Bebas, berhasil menyudahi penjurian di podium kedua, kalah tarung dengan sang senior yakni Ruby Star.

Khairul Umam Pamekasan yang mengawal langsung mengaku bangga dengan performa yang dipertontonkan. “Ruby Star Jr punya kelebihan, sehingga bisa jadi kekuatan untuk bisa terus berprestasi di lapangan,” jelas kung mania yang dikenal sebagai mekanik handal. Dengan usia yang belum mencapai 1 tahun, perjalanan yang akan dilalui masih panjang.
“Ruby Star Jr usianya masih 11 bulan, butuh waktu dan jam terbang lebih lama agar performa bisa terus terasah. Amunisi baru yang sangat berbahaya,” sambung Bambang Kancil. Lebih lanjut disampaikan bahwa setidaknya kini Team Primarasa Bandung sudah berhasil mencetak sekaligus mengorbitkan amunisi handal di pentas konkurs tanah air.

“Oh iya, Ruby Star Jr jokinya adalah H.Umam yang sudah sangat menyatu dengannya,” ungkap Bambang Kancil. Bahkan Ruby Star Jr lebih banyak tinggal di Madura dari pada di Bandung.
“Kebayang deh kalau semuanya mulai menghasilkan anakan yang maksimal, sehingga tidak perlu lagi metik di kebon orang lain,” ungkap Bambang Kancil. Setelah Ruby Star Jr diharapkan akan muncul jawara baru bergelang Primarasa yang akan mengawal team satu ini dalam setiap konkurs.
Disampaikan pula bahwa saat ini Team Primarasa menambah amunisi baru yakni Blantika, perkutut bergelang Ayen JSK, hasil perburuan Khairul Umam. Usianya saat ini masih berada di angka 9 bulan yang didapat dari H.Halimi Tamberu Pamekasan.














