Setelah berhasil memboyong 20 ekor produk JBM Bird Farm Malang, Agus Pranajaya kung mania Pangkalanbun Kalimantan Tengah nampaknya belum merasa puas. “Setelah saya pantau burung-burung piyik yang ada di kandang umbaran, ternyata banyak yang bagus, makanya saya nekat untuk membawanya sekaligus,” jelas pemilik Rabbani Bird Farm Pangkalanbun.

Apalagi rentang waktu yang cukup panjang dan jarang dilakukan kung mania sebelumnya, yakni empat hari berada di markas JBM Bird Farm Malang, semakin membuat peluang dan kesempatan besar untuk terus membidik sumber suara yang terdengar lebih menyolok dari yang lain untuk dikumpulkan dan selanjutnya diboyong ke Pangkalanbun.
Sang tuan rumah yakni Abah Faisol Syafi’i tidak bisa menolak permintaan tersebut meski sebenarnya ada keinginan untuk mengirim burung tersebut pada calon pembeli yang belum kebagian. “Saya sudah sampaikan ke Abah Faisol bahwa burung hasil pantauan saya harus terbang ke Pangkalanbun. Alhamdulillah beliau setuju,” ungkap Agus Pranajaya.

Bahkan ada informasi, bahwa Agus Pranajaya membawa serta burung yang masih berusia 28 hari. “Ada piyikan K.V 8 baru umur 28 hari, mau dibawa juga sama Agus. Beliau maksa bahwa burung itu harus terbang bersamanya ke Pangkalanbun. Saya sendiri tidak bisa menolak permintaan tersebut,” ungkap Abah Faisol Syafi’i.
Dan tak tanggung-tanggung jumlah tambahan burung yang akan ikut serta pada rombongan pertama adalah 10 ekor. Jadi total produk JBM Bird Farm yang berhasil diboyong Agus Pranajaya adalah 30 ekor. Tidak berhenti sampai disana. Cerita perburuan amunisi di kandang JBM berlanjut.

Diam-diam dan senyap, tiba-tiba Agus dikagetkan dengan suara yang membuat indra pendengarannya terkejut. Suara berasal dari salah satu sangkar yang diletakkan berdampingan dengan sangkar lain, tepat di lokasi produk JBM ditempatkan. Secara reflek, dicarilah sumber suara akhirnya ditemukan dan tanpa lebih lama, pertanyaan seputar burung yang dimaksud disampaikan.
Dan siapa sangka, ternyata perkutut itu adalah Kakak Kendawangan, perkutut dengan rekor kemenangan yang membanggakan. Abah Faisol Syafi’i sempat berfikir meski akhirnya melepas kepergian saudara dari salah satu maskot JBM Squad saat ini. Tidak disebutkan berapa nominal yang disepakati, namun yang pasti bandrolnya lumayan menguras kocek.

“Alhamdulillah akhirnya saya bisa membawa serta Kakak Kendawangan dengan transaksi yang membuat saya senang dan bangga,” sambung kung mania yang juga berprofesi sebagai juri. Sepertinya keinginan untuk menguras habis JBM Malang terus dilakukan. Kali ini Agus Pranajaya kembali membuat keputusan berani dengan menjebol salah satu kandang unggulan JBM.
Kandang tersebut adalah Fortuner dengan formasi indukan Mutiara K.Artik.berduet dengan Mutiara K.BBB . “Informasi yang saya dapat bahwa kandang Fortuner banyak menyalurkan anakan bagus, makanya saya langsung putuskan untuk memboyong sekalian,” ungkap Agus Pranajaya lagi.

Bahkan anakan yang kebetulan masih berada disarang diikat habis untuk ikut serta bersama sang indukan. “Alhamdulillah, Abah Faisol memberikan ijin pada saya untuk membawa serta anakan yang masih berada disarang. Hitung-hitung buat bonus,” tambahnya dengan senyum lebar. Abah Faisol Syafi’i sendiri mangaku tidak mempermasalahkan indukan dari Kandang Fortuner bersamaan anakan dengan alasan agar bisa segera mengorbitkannya di arena konkurs.
“Biar anakan kandang Fortuner bisa segera dilombakan disana dan tahu bagaimana kualitasnya,” tutur Abah Faisol Syafi’i. Keberhasilan Agus Pranajaya membawa Kakak Kendawangan sekaligus jebol kandang Fortuner tentu menjadi sebuah kabar baik untuk semarak hobi perkutut di Kalimantan dan sekaligus menjadi kabar buruk bagi mereka yang akan berada dalam satu blok.

Tentunya Kakak Kendawangan dan anakan dari kandang Fortuner akan diturunkan dalam setiap kegiatan di Kalimantan, memastikan kekuatan yang dimiliki bisa ditampilkan. Potensi yang ada pada Kakak Kendawangan ini akan benar-benar dipertontonkan dalam sebuah gelaran nantinya. “Semoga Kakak Kendawangan bisa tampil dan mampu menunjukkan kelasnya sebagai perkutut berprestasi,” harap Agus lagi.
Jika hal itu bisa terealisasi, maka akan menjadi amunisi untuk menjelajah setiap gelaran konkurs. Disampaikan juga bahwa Agus Pranajaya membawa burung dengan kualitas 3 warna hitam yang sudah mengantongi juara 1 sebanyak empat kali. Kehadiran Agus Pranajaya semakin membuat JBM Bird Farm Malang semakin kehabisan stok burung.

“Agus membawa perkutut dari JBM total sebanyak 30 ekor ditambah pasangan jebol kandang Fortuner, berarti 32 ekor,” ungkap Abah Faisol Syafi’I,” tambah tokoh perkutut lawas ini. kondisi tersebut diakui semakin membuat JBM kewalahan dalam memenuhi permintaan kung mania yang sampai saat ini belum semua direalisasikan.
Padahal ada sekitar 15 pasang atau 30 ekor ada permintaan dari Lombok yang belum dipenuhi. Diharapkan dalam satu bulan ke depan, permintaan ke Lombok biisa segera direalisasikan sambil menunggu usia yang cukup untuk menempuh perjalanan jauh. Sebanyak 148 kandang yang dimiliki JBM saat ini, nampaknya tidak mampu memenuhi semua kebutuhan.

Demi mengurangi beban tersebut, JBM harus meminta bantuan sama peternak lain.seperti WA Tasik, R.Wijaya Probolinggo.dan dari beberapa farm lain yang disaksikan beberapa kung mania dan juga media. Diakhir obrolan dengan infoagrobur.com Agus Pranajaya merasa bahwa kedatangannya ke Malang tidak sia-sia.
“Saya datang ke JBM Malang puas, senang, bangga dan tidak sia-sia. Saya membawa perkutut berkualitas. Ternyata anakan di setiap kandang JBM bagus-bagus dan rata. Makanya semua produk laris manis dan bahkan sampai kekurangan,” ungkap Agus Pranajaya.













