Perjalanan panjang Agus Pranajaya kung mania Pangkalanbun Kalimantan Tengah menuju Kota Malang Jawa Timur, akhirnya benar-benar terbayarkan. JBM Bird Farm yang menjadi tujuan awal, “memberikan oleh-oleh” berupa produk yang akan menjadi calon amunisi lapangan. Sebanyak 20 ekor perkutut bergelang JBM resmi diboyong.

“Alhamdulillah, saya datang jauh-jauh ke tempat Abah Faisol JBM Malang, tidak sia-sia. Saya dapat beberapa produk bagus yang memiliki prospek untuk calon orbitan di lapangan,” terang Agus Pranajaya. Disampaikan bahwa kedatangan ke markas farm yang ada di Bululawang Malang ini memang untuk silaturahmi dengan sang pemilik Farm.
“Saya lama tidak bertemu Abah Faisol. Selama ini komunikasi kami tetap berlangsung, namun lewat WA dan telpon. Sejak lama saya ingin bersilaturahmi karena merasa kangen bertemu dengan Abah Faisol. Beliau adalah bapak sekaligus guru saya dalam menekuni hobi perkutut,” sambung pemilik Rabbani Bird Farm Pangkalanbun.

Rencana tersusun sejak lama, namun karena kesibukan masing-masing, akhirnya pertemuan secara langsung baru sempat terealisasi sekarang ini. Saat sampai di markas JBM, satu sama lain saling melepas rindu karena sudah lama tidak pernah bertatap muka secara langsung. Seakan terjadi pertemuan antara orang tua dan anak.
“Kami kenal sejak lama dan Agus itu sudah saya anggap anak sendiri,” jelas Abah Faisol. Setelah misi silaturahmi terwujud, misi berikutnya adalah membawa produk JBM ke Pangkalanbun. Tanpa menunggu waktu lebih lama, Agus Pranajaya langsung disuguhkan dengan produk ternakan JBM.

Ada yang langsung dikerek, ada pula yang digantang dan tidak sedikit “dipamerin” produk dalam kandang umbaran. Khusus untuk perkutut yang dikerek adalah amunisi JBM Squad dan beberapa lagi milik kung mania yang sudah di take over, namun belum terkirim. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran produk JBM saat ini.
Disampaikan pula bahwa untuk saat ini, produk JBM yang sudah berusia remaja ke atas, sudah tidak ada lagi, karena resmi berpindah tangan. Bahkan diakui oleh Abah Faisol bahwa saat ini JBM kewalahan memenuhi permintaan. Antara permintaan dan produksi, tidak imbang. Bahkan beberapa calon pembeli yang rata-rata berasal dari luar pulau harus menunggu daftar antri.

Aceh, Pontianak, Banjarmasin, Lombok, Tanjungpinang Kepulauan Riau adalah nama daerah yang masuk sebagai pasar JBM. Beberapa dari mereka sudah terpenuhi da nada juga yang belum terkirim karena stok sudah bagus. Bahkan mereka yang sudah menerima kiriman produk JBM, meminta lagi produk untuk dikirim.
“Alhamdulillah produk JBM banyak peminat dan mereka merasa puas. Saya juga bingung karena tidak semua permintaan bisa terpenuhi. Rencana JBM akan menambah jumlah kandang dengan cara membangun kandang baru di lokasi sebelah timur kandang yang saat ini sudah berdiri,” papar Abah Faisol Syaif’i.

Kedatangan Agus Pranajaya disambut baik oleh sang tuan rumah dan juga produk ternaknya. Karena beberapa ekor perkutut yang diperdengarkan langsung mengeluarkan suara terbaiknya. Tanpa kendala, pilihan untuk membawa pulang produk tersebut, tidak mengalami masalah. Terlebih selama proses pantau berlangsung,
Agus Pranajaya ditemani oleh squad JBM yakni H.Abdullah Mubarok Faisol, Ahmad Hidayat (Dayat) dan Drs Robi Harman. Sesekali terjadi obrolan serius dan tidak jarang pula mereka terdengar mengeluarkan suara tawa. Seakan pertemuan itu menjadi reuni sederhana. Abah Faisol Syaif’I yang berada disana merasa senang karena satu sama lain terlihat akrab.

H.Abdullah Mubarok Faisol mengaku senang atas kehadiran sang tamu. “Saya senang karena ada kung mania dari Pangkalanbun Kalimantan Tengah yang datang jauh-jauh ke JBM. Ini sebuah penghormatan luar biasa yang kami rasakan,” ujar pimpinan Squad JBM. Hal senada disampaikan Ahmad Hidayat.
“Ini adalah hari menyenangkan bagi kami karena ada tamu dari jauh yakni Pangkalanbun,” ucap kung mania yang akrab dipanggil Dayat. Tak lupa para awak kandang JBM ikut nimbrung dan memberikan gambaran tentang burung yang ada disana. Karena waktu yang tidak banyak karena sudah menjelang malam, maka proses pantau dilanjutkan esok hari.

Hari kedua berada di markas JBM, kung mania yang suka jebol kandang ini kembali mendapatkan burung untuk dibawa ke Pangkalanbun. Sampai akhirnya, terkumpul sebanyak 20 ekor. Menurut informasi sebenarnya ada banyak produk JBM yang memiliki kualitas bagus, namun karena proses pemantauan yang singkat, maka tidak semua burung bisa terdeteksi kualitasnya.
Menurut pengakuan Agus Pranajaya, sebenarnya jumlah 20 ekor itu bisa lebih. Namun beberapa burung yang terpantau bagus, ternyata sudah milik orang lain. “Saat berada di JBM, sebenarnya ada banyak burung bagus, namun yang sempat saya pantau, ternyata sudah laku dan tinggal ngirim saja,” ungkap kung mania yang juga berprofesi sebagai juri.

Kualitas bagus produk JBM memang karena indukan yang dimiliki merupakan perkutut yang mengalir trah-trah jawara. Sebut saja trah Atlas K.Pajero, Cristal Surabaya, cucu Kesya Hamada Sampang Madura dan beberapa trah jawara yang saat ini menjadi amunisi handal di arena lomba perkutut tanah air.
Ada juga kandang Abgwon dengan formasi indukan jantan BP dengan pasangannya ABR (kakak Kendawangan) dan sederet kandang lain dengan indukan yang sudah terbukti mencetak produk unggulan. Karena kualitas yang dimiliki JBM Bird Farm, terbukti handal, maka tidak sedikit dari kung mania tanah air yang berusaha untuk memilikinya.















