Amoba Bird Farm Rantau hadir sebagai peternak yang mewarnai perjalanan hobi perkutut di Kalimantan Selatan. Eksistensi bukan sekedar menjadi penyemarak hobi milik kung mania, tetapi berhasil mencatat prestasi apik di lapangan. Tahun 2022, Amoba mengawali profesi baru sebagai peternak.

“Saya awal senang perkutut mulai 2019. Tahun 2020 saya belajar ternak dan akhirnya pada tahun 2022 saya resmi mendaftarkan ternak saya Amoba ke Pusat,” terang kung mania yang memiliki nama lengkap April Liyanur Firdaus. Dua tahun menekuni hobi, Amoba langsung memperlihatkan hasil ternaknya pada kung mania lewat gelaran lomba disana.

Di tahun 2024, ada nama Semusim yang sukses meraih juara di Kelas Dewasa Yunior, Pengeran Banjar berhasil memboyong juara di Kelas Piyik Hanging sampai Dewasa Yunior dan Adipati sukses meraih juara di Kelas Piyik Hanging. Namun sayang, perburuan Adipati dalam menambah catatan prestasi apik harus terhenti karena diproyeksikan untuk menjadi penghuni kandang ternak.

“Adipati sebenarnya burung bagus diantara sekian produk Amoba, tapi tidak saya lanjutkan lomba karena mau di jadikan indukan. Usia enam bulan langsung masuk kandang ternak,” ungkap kung mania kelahiran 35 tahun silam. Dari perburuan prestasi pada satu tahun tersebut, ada sekitar 15 trophy yang didapat.

Tahun berikutnya yakni 2025, Amoba kembali menghadirkan andalan seperti Mafia, Antareja dan Antasena yang sukses merebut podium juara di Kelas Piyik Hanging, Jupiter yang meraih juara di kelas Dewasa Yunior. Dari perjuangan sang orbitan selama satu tahun, Daus berhasil mengkoleksi trophy sebanyak 11 buah.

Kenapa koleksi trophy lebih banyak di tahun 2024. “Tahun 2024, saya lebih aktif turun lomba sedangkan tahun 2025 saya jarang dan lawan-lawannya lebih bagus,” sambung Daus. Disampaikan bahwa perjuangan Daus dalam menjelajah konkurs dari satu kota ke kota lain memang luar biasa, terutama saat harus menempuh perjalanan jauh sekitar 110 km menuju Banjarmasin.
Namun demi sebuah hobi, hal itu tetap dilakukan. “Lomba di lokasi yang jauh saya jadikan ajang silaturahmi dan sekaligus belajar tentang perkutut, baik lomba ataupun ternak pada para senior, seperti H.Awir Rizky BF Banjarmasin,” imbuh kung mania yang tinggal di Kelurahan Rantau Kanan Kecamatan Tapin Utara Kabupaten Tapin.

Meski segudang prestasi yang sudah diraih, Daus mengaku belum ada rencana untuk turun di konkurs nasional. “Meskipun burung saya sering juara, namun untuk level nasional belum mampu. Semoga di tahun depan, ada hasil yang lebih bagus lagi,” harap Daus. Keinginan tersebut diwujudkan dengan perubahan formasi beberapa kandang.

“Tahun 2026, ada beberapa kandang yang akan saya bongkar dan diganti dengan indukan baru yang berasal dari burung orbitan saya dulu. Sekarang rencana mau saya masukkan kandang untuk indukan,” tambah Daus lagi. Karena yang pasti perkembangan hobi perkutut di Rantau mengalami peningkatan yang signifikan.

Terutama pasca gelaran konkurs Bupati Cup Rantau yang baru saja tergelar. Menurut Daus, dampaknya sangat luar biasa. banyak bermunculan pemain baru yang akan meramaikan hobi perkutut di Rantau dan sekitarnya. Untuk itulah perlu adanya perbaikan materi indukan agar Amoba bisa menjadi salah satu peternak yang ikut meramaikan hobi perkutut dengan produk unggulan.














