Kenapa setiap peternak berharap produk yang dihasilkan bisa keluar bagus. Jawabannya adalah agar pembeli bisa memilihnya menjadi incaran untuk mendapatkan produk unggulan. Kenyataan inilah yang terjadi pada Rasidi RBM Dasuk Sumenep dan Mohammad Ismail Mojokerto. Keduanya sepakat melakukan transaksi jebol kandang.

Rasidi bersedia mengeluarkan kocek lumayan besar untuk bisa memboyong tiga indukan Rafi Bird Farm sekaligus. Kisah ini berawal ketika Rasidi mendapatkan perkutut anakan bergelang RAFI. “Saya dulu pernah beli beberapa burung di tempatnya Pak Ismail, ternyata bagus-bagus. Sejak saat itu saya mulai tertarik untuk terus mendapatkan ternakan Rafi,” terang Rasidi.
Setiap kali mendapatkan produk RAFI, Rasidi mengaku puas dan senang. Diantara sekian perkutut ternakan RAFI sudah berhasil mencatat prestasi bagus di lapangan. “Alhamdulillah perkutut ternakan RAFI yang saya beli ke Pak Ismail bagus dan ada yang sudah juara,” sambung pemilik RBM Bird Farm Dasuk Sumenep.

Merasa bahwa pilihannya tidak salah, Rasidi akhirnya menjadikan RAFI sebagai referensi. Sukses Mohammad Ismail menjadikan RAFI sebagai peternak yang sukses melahirkan produk unggulan, menginpirasi untuk melakukan hal sama. “Saat saya melihat dan merasakan bahwa RAFI sukses mencetak produk bagus, saya ingin merasakan hal yang sama,” tambah Rasidi.

Namun Rasidi mengaku ingin merasakan hal itu dengan rentang waktu yang tidak terlalu lama, alias instan. Sebab jika harus menunggu, maka akan semakin lama keinginan tersebut bisa terwujud. Akhirnya muncul keinginan untuk memboyong indukan beberapa produk yang membuat bangga dan senang.
“Saya langsung sampaikan keinginan untuk menjebol kandang pada Pak Ismail dan beliau merespon bagus,” ungkap Rasidi lagi. Namun, keinginan tersebut tidak semua bisa terpenuhi, ada beberapa kandang yang menjadi incaran, tapi belum mendapatkan persetujuan. Semisal kandang RAFI K.9 dan kandang RAFI A.5.

“Ada dua kandang yang saya inginkan, tapi belum diijinkan. Padahal saya ingin sekali mendapatkan dan membawanya pulang,” jelas Rasidi lagi. Mochamad Ismail mengaku bahwa belum dilepasnya kedua indukan kandang tersebut disebabkan oleh alasan ingin menjadikannya sebagai basic indukan untuk pengembangan materi selanjutnya.

“Kandang RAFI R.9 dan RAFI A.5 memang sengaja tidak saya lepas karena rencana mau dibuat basic dan pengembangan kandang. Untuk saat ini memang sengaja saya tahan agar rencana saya bisa segera terealisasi. Jika nanti program pengembangan saya sudah berjalan dan sukses, maka pasti akan saya lepas juga,” papar Mohammad Ismail.
Akhirnya Rosidi bisa memboyong empat kandang yakni RAFI A.5 (RAFI 24-766 F.1 x RAFI 24-757 F.2), RAFI A.14 (ANO 003 A.5 x WAT 386 Ruby Satu), RAFI A.10 (RAFI 25-31 F.7 x RAFI24-770 F.1) dan RAFI A.12 (RAFI 21-145 F.8 x RAFI 22-974 A.2). Tidak disebutkan berapa nominal yang mereka sepakati, namun yang pasti bandrol keempat indukan tertentu lumayan besar.

Karena menurut pengakuan Mochamad Ismail, ada dua indukan yang memiliki trah andalan yakni Podomoro (RAFI A.5 dan RAFI A.10). “Semua indukan yang dijebol merupakan trah Podomoro yang selama ini menjadi salah satu trah yang banyak melahirkan burung bagus di RAFI Bird Farm,” ungkap pengajar di Sekolah Polisi Negara Polda Jatim Mojokerto.
Keberhasilan ini memang tidak lepas dari support yang diberikan oleh beberapa peternak yang selama ini banyak membantu dalam memberikan dukungan indukan berupa indukan. “Saya mengucapkan banyak terima kasih atas support yang diberikan oleh TS, Ano, WAT, Palem, TOP karena mereka yang memberikan dukungan indukan,” jelas Mohammad Ismail.

Ucapan terima kasih juga disampaikan pada kung mania yang banyak membantu mengorbitkan produk RAFI sampai pada puncak prestasi di level nasional, seperti H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep yang sudah membawa Joko Umbaran dan Joko Samudra sampai pada prestasi yang membanggakan.
Joko Umbaran mengawali prestasi mulai dari Piyik Hanging dalam sebuah gelaran di Sumenep Madura di podium pertama. Kini prestasinya terukir dalam even nasional yakni Kejurnas Cup Bekasi LPI #10 di Kelas Piyik Bebas di urutan keenam, sedangkan adiknya yakni Joko Samudra masih merintis even di level menengah.















