Tahun 2026 diprediksi akan menjadi masa semarak hobi perkutut tanah air. Persaingan perebutan podium juara di yakini makin panas. Para kung mania jauh-jauh hari sudah melakukan persiapan untuk menghadapi dimulainya gelaran Konkurs. Mereka mengaku tidak ingin melewatkan konkurs di 2026 berlalu begitu saja tanpa ada hasil yang didapat.

Yakni sebuah trophy atau hadiah sebagai wujud prestasi akan kualitas burung yang berhasil diorbitkan. Basori, kung mania Surabaya mengaku ingin meramaikan persaingan perebutan posisi tersebut. Aksi nyata yang dilakukan adalah dengan men take over salah satu produk BHS Bird Farm Leces Probolinggo.
“Saya baru saja dapat burung buat lomba di tahun 2026 dari Abah Budi BHS Leces Probolinggo. Usianya masih 4 bulan, jadi sudah cocok untuk dilombakan tahun 2026 untuk kelas sesuai usianya,” terang Basori. H.Budi membenarkan hal tersebut. “Memang benar Mas Basori baru saja ambil salah satu produk ternak saya. Katanya mau dibuat lomba,” jelas H.Budi.

Adapun produk yang menjadi pilihan Basori adalah BHS K 4 dengan formasi indukan BHS 1155 K.333 dengan betina Citarum 202 K.Semeru. Tidak itu saja, kandang BHS K.10 (BHS 1411 K.666 x BHS 1163 K.999) juga menjadi incarannya. “Total ada dua burung yang saya ambil dari BHS Abah Budi. Semoga tahun 2026 bisa tampil dan membawa pulang hadiah,” harap Basori.
H.Budi mengaku sangat senang memberikan produk ternak BHS. Alasannya agar ada kung mania yang bisa turun lomba menggunakan produk bergelang BHS. Apalagi jika nantinya bisa meraih juara, pasti akan ada rasa senang, bangga dan puas. Satu keinginan, baik Basori ataupun H.Budi bahwa produk bergelang BHS nanti bisa moncer dan terus menerus membahas hadiah atau trophy.

“Tujuan lomba selain untuk ajang mempererat tali silaturahmi, juga ingin menang dan juara dengan membawa hadian atau trophy. Makanya saya berusaha bawa burung bagus dengan harapan bisa juara,” kata Basori mengakhiri obrolan.















