Sampai saat ini H.A.Toha Krian Sidoarjo sepertinya belum berhenti untuk terus memburu calon amunisi lapangan. Setelah sempat melakukan transaksi dengan beberapa peternak, kung mania lawas ini tetap tidak bisa diam. Saat berada di arena, misi yang dilakukan kung mania senior ini bukan saja mengawal sang orbitan.

Tetapi ada tujuan yang lebih penting, yakni memantau jika ternyata ada burung yang bisa diambil alih kepemilikannya. Seperti yang terjadi dalan gelaran LatNil Kolaborasi Bangkalan, yang dihelat pada Minggu, 15 Februari 2026 di Lapangan Pengda Bangkalan Kemayoran.
Saat hadir dalam gelaran tersebut, H.Toha awalnya memang untuk memenuhi undangan panitia. Namun, siapa sangka ketika acara penjurian dimulai, indera pendengaran terus bergerilya. Siapa tahu diantara sekian peserta yang hadir, ada perkutut prospek yang bisa dibawa pulang.

Ternyata, apa yang diinginkan benar-benar terjadi. Di Kelas Piyik Bebas, H.Thoha mendengar suara burung pada nomor 55. Pelan namun pasti, indera pendengarannya mulai bekerja, memantau seksama suara burung yang dimaksud. Semakin lama, suara itu membuatnya makin tertarik untuk memilikinya.
Dicarilah siapa pemilik burung yang dimaksud dsn ternyata, pemiliknya adalah KH.Munaki kung mania Blega. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, negosiasi dilakukan. Sampai akhirnya terjadi kata deal. Tidak disebutkan berapa rupiah yang disepakati, namun yang pasti, nilainya membuat setiap yang mendengar akan tergiur.

“Alhamdulillah burung saya akhirnya di beli H.Toha,” terang KH.Munaki. H.Toha sendiri mengaku tertarik untuk memilikinya. “Saya pantau burung ini sepertinya cocok dan akhirnya saya tanyakan,” jelas H.Thoha. Informasi yang didapat bahwa burung ini sebelumnya memang sempat menjadi incaran Abu Ali Domisol.
“Burung ini pernah saya rawat, setelah umur 5 bulan mulai bunyi dan sempat saya tawar, tapi minta harga yang tidak sesuai dengan kemampuan saya,” ungkap sang mekanik Domisol. Akhirnya, burung ibu kembali ke tuannya yakni KH.Munaki. Ketika itu, Abu Ali mengambil alih sang adik yang berumur 4 bulan.

Saat keduanya burung ini dilombakan, sang Kakak ikut di Kelas Piyik Bebas, sedangkan adiknya di Kelas Piyik Hanging. Saat penentuan kejuaraan, sang kakak yakni Rahwana (ring BLGM) yang berhasil meraih podium keenam, akhirnya resmi jadi milik H.Toha Krian, sedangkan sang adik yakni Charles Domisol (ring BLGM) merebut podium pertama.














