Duta Domisol, amunisi handal Aman Sayyuti Gowa Makassar Sulawesi Selatan, menjadi satu diantara sekian jawara yang ikut meramaikan perebutan podium juara di konkurs tanah Jawa. Kehadiranya bukan saja menjadi penyemarak konkurs semata, tetapi ikut meramaikan bursa perebutan podium juara.

Dikawal langsung oleh mekanik handal yakni Abu Ali Domisol Blega Bangkalan, perkutut ternakan Win’s ini selalu mencuri perhatian lawan. Sepak terjangnya selama ini membuat lawan harus menghitung dengan seksama berapa peluang yang ada ketika menghadapi perkutut satu ini.
Abu Ali sendiri mengaku diserahi tanggungjawab untuk memoles dan menjadikan Duta Domisol sebagai bagian dari misi untuk mendongkrak popularitas Sanga rawatan sekaligus pemiliknya di kancah perkututan nasional. “Duta Domisol rawatannya diserahkan ke saya dengan tujuan untuk lomba di Pulau Jawa,” terang Abu Ali.\

Tanggungjawab besar inilah yang saat ini dilakukannya untuk memenuhi apa yang menjadi keinginan Aman Sayyuti. “Sebenarnya Pak Aman tidak pernah pasang target menang untuk Duta Domisol, tapi saya berusaha untuk bisa membawa burung ini pada level yang lebih tinggi,” ungkap Abu Ali.
Aman Sayyuti ketika dikonfirmasi mengaku tidak terlalu muluk-muluk dalam mengorbitkan salah satu barisan amunisnya. “Setiap orang pasti ingin burungnya juara, begitu juga dengan saya. Tapi semua dikembalikan pada kesiapan burung. Kalau memang sudah waktunya, maka akan bisa jadi juara,” tutur Aman Sayyuti.

Namun demikian, setiap kali turun lomba, Duta Domisol selalu membuat bangga, baik sang pemilik ataupun sang mekanik. Seperti dalam gelaran teranyar. Duta Domisol saat tampil di konkurs Liga Perkutut Indonesia Putaran 8 Pariwisata Cup 2025, Sekar Anom Group Pamekasan, turun di Kelas Dewasa Yunior, Duta Domisol nyaris merebut podium pertama.
Pada gelaran yang dihelat pada Minggu, 05 Oktober 2025, Duta Domisol sudah unggul sampai babak ketiga dengan raihan bendera tiga warna dan menang pada kelebihan. Namun, di babak akhir yakni babak keempat, lawan menyalip dengan raihan bendera tiga warna hitam, sementara Duta Domisol hanya berhasil meraih bendera tiga warna.

Aksi telikung di babak akhir inilah yang akhirnya mengkandaskan harapan Duta Domisol berada di barisan paling depan. Yang pasti hasil kedua, sudah memberikan rasa puas dan bangga, karena bisa tampil di kandang macan dengan persaingan sengit dari lawan yang berasal dari seluruh kota di Indonesia dan dengan jam terbang serta pengalaman yang lebih.
“Saya tetap bangga karena Duta Domisol masih bisa memberikan perlawanan dan sempat nyaris juara, meski harus menyerah di babak keempat. Semoga ke depan bisa bisa baik lagi hasil yang didapat,” harap Aman Sayyuti.














