Minggu, 16 November 2025, Galih Nusantoro resmi dilantik menjadi Ketua Pengda P3SI Tulungagung periode 2025 – 2030, lewat SK bernomor SK.14/P3SI/Pengwil Jatim/XI/2025, tertanggal 11 November 2025. Galih Nusantoro sudah memilih formasi pengurus yang akan membantu merealisasikan program kerja.

Dari susunan pengurus yang ditetapkan, nampaknya kepengurusan kali ini memberikan kesempatan kepada kung mania yang tersebar di Tulungagung untuk ikut ambil bagian dalam memajukan hobi perkutut di wilayah Pengda. Posisi pengurus diambil dari beberapa wilayah yang ada di daerah tersebut.
“Untuk formasi pengurus, saya sengaja mengajak teman-teman di masing-masing kecamatan untuk ikut memikirkan dan memajukan hobi perkutut di Tulungagung,” terang Galih Nusantoro. Hal ini dimaksudkan agar program bisa dengan mudah disosialisasikan langsung pada kung mania yang tersebar di berbagai wilayah.

Karena dengan jalan ini maka upaya konsolidasi ke seluruh penggiat perkutut, baik pelomba, peternak dan perawat yang berkecimpung dalam hobi, bisa langsung mengetahui setiap program yang ada. Demi mewujudkan langkah tersebut, maka pembentukan Pengcam akan menjadi salah satu prioritas.
Saat ini Pengda Tulungagung baru memiliki 3 Pengcam yakni Ngunut, Bandungan dan Gondang. Setelah nanti Pengcam terbentuk, seluruh masyarakat akan digerakkan untuk mendukung dan mensukseskan setiap program. Langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi ke seluruh penggiat perkutut, baik pelomba peternak dan menggembirakan yang berkecimpung di dalam.

Pembinaan juri menjadi salah satu program yang akan diusung, sehingga ada kemandirian dalam memenuhi tuntutan juri ketika Tulungaung sendiri mengadakan kegiatan. “Saya ingin menumbuhkan semangat dan keinginan kung mania karena selama ini banyak diantara mereka yang vakum,” ungkap pemilik GNP Bird Farm.
Pengda akan mendukung dan mengajak lagi pemain lama yang vakum untuk kembali. Generasi muda diharapkan juga bisa menjadi contoh aksi nyata lewat gerakan silaturrahmi kepada peternak dan juga pemain yang selama ini memiliki potensi dan sekarang vakum karena tidak adanya perhatian dan dukungan pada mereka.

Silaturrahmi dengan jalan sering-sering latihan dan kumpul, akan menjadi agenda yang harus ada disetiap waktu dan kesempatan. Menggerakkan ketua bidang agar keberadaan Pengda benar-benar memberikan manfaat. Bidang penjurian dan penangkaran serta konservai adalah dua diantara bidang yang akan memiliki peran cukup penting.
Menurut Galih Nusantoro, sudah waktunya ada regenerasi juri sehingga nantinya kemandirian Pengda terhadap kebutuhan juri bisa terwujud. Begitu juga dengan bidang penangkaran yang harus berusaha meningkatkan kualitas anakan peternak dengan program penangkaran berbasis ilmu pengetahuan.

Nantinya Pengda juga akan menambah kegiatan di luar agenda konkurs GNP Cup, semisal Latihan Dinilai, Latihan Berhadiah dan agenda lain yang bisa meningkatkan kemampuan juri dalam menilai burung serta pemahaman kung mania terhadap sistem penjurian yang sudah berjalan selama ini.
Satu lagi yang lagi menjadi perhatian Pengda P3SI Tulungagung adalah membangun lapangan sendiri sebagai sentra kegiatan. “Saya lagi mengupayakan membuat lapangan sendiri, sehingga bisa dijadikan pusat kegiatan hobi perkutut. silahkan kung mania menggunakan dan memafaatkan lapangan tersebut untuk kegiatan,” sambung Galih Nusantoro.














