Prediksi bahwa konkurs 2026 akan menjadi musim yang begitu luar biasa. Bukan saja akan berlangsung semarak dengan berbagai agenda kegiatan, tetapi juga akan muncul produk-produk unggulan dari berbagai farm. Hal ini mengacu pada hasil musim 2025 lalu, dimana peternak sudah berhasil menjadikan materi indukan kandangnya sebagai pencetak perkutut kelas konkurs.

Tentunya dengan hasil prestasi yang menggembirakan dan memuaskan dalam sebuah gelaran konkurs. Indikasi lain adalah maraknya transaksi burung untuk indukan. Take over antar peternak yang satu dengan yang lain, semakin menguatkan bahwa hasil ternakan mereka bisa mengalami peningkatan.
GNP Bird Farm Tulungagung menjadi satu diantara sekian farm yang berharap bisa mencetak produk bagus dan mampu menampilkan kualitasnya sebagai bintang lapangan. Galih Nusantoro mengaku sudah melakukan langkah yang dianggap sesuai dan tepat untuk bisa menghadirkan perkutut kelas konkurs dengan hasil membanggakan.

“GNP sedang melakukan seleksi atas hasil ternak,” terang Galih Nusantoro. Lebih la nut disampaikan bahwa seleksi tersebut didasarkan pada hasil evaluasi breeding dengan materi yang sudah disesuaikan. Menurut Galih Nusantoro bahwa evaluasi itu penting dilakukan untuk memastikan apakah indukan yang dipakai sudah sesuai dengan harapan atau sebaliknya.
“Materi yang GNP pakai saya rasa sudah melalui pilihan dan seleksi ketat, namun tetap harus dilakukan evaluasi untuk melihat hasil akhir yang sudah dicapai,” sambung Ketua P3SI Pengda Tulungagung. Sederet materi yang berasal dari berbagai farm seperti Cristal, Mutiara, dan yang lain harus dipastikan apakah sudah mampu mencetak produk unggulan atau belum.

Setidaknya evaluasi breeding yang dilakukan dengan menggunakan materi yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan model penjurian saat ini, bisa menjadi jalan mudah untuk bisa mencapai posisi sebagai peraih juara. Masih menurut Galih Nusantoro bahwa produk yang sesuai dengan model penjurian akan menjadi salah satu faktor penentu kemenangan.
“Sistem penjurian yang dipakai saat ini menjadi tolak ukur yang harus kita ikuti dalam menghasilkan produk ternak, sehingga peluang menjadi juara bisa terwujud,” urai Galih Nusantoro. Karena yang pasti, produk ternak yang sesuai dengan sistem penjurian, akan menuliskan langkah menuju podium juara.

Sebagai salah satu peternak yang sudah sukses mencetak produk unggulan kualitas konkurs, GNP Bird Farm sadar betul apa yang harus dilakukan demi mewujudkan cita-cita dalam menghadirkan prestasi di arena konkurs. Untuk itulah harapan kedepan, GNP bisa menurunkan produk dari kandang sendiri dengah hasil yang selama ini diharapkan.
“Musim 2026, GNP sudah mempersiapkan calon lomba dari anakan kandang sendiri,” ungkap motor penggerak hobi perkutut di Tulungagung. Soal berapa banyak dan dari kandang apa saja, Galih Nusantoro masih belum mau berkomentar banyak. “Tunggu saja tanggal mainnya. Untuk saat ini saya belum mau berkomentar,” kata Galih Nusantoro lagi.







































