GNP Bird Farm Tulungagung kembali menggelar even untuk yang kedua kalinya pada Minggu, 16 November 2025. Masih menempati lokasi yang sama yakni lapangan Desa Samir Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung, agenda kali ini dinilai lebih spesial dari even pertama yang diselenggarakan pada Minggu, 10 November 2024 lalu.

“GNP Cup hari ini lebih besar, pendaftar lebih banyak, jumlah kelas bertambah dan doorprize yang kami sediakan lebih makin banyak,” terang Galih Nugroho selaku pemilik GNP Bird Farm. Jika pada tahun sebelumnya kelas yang dibuka meliputi Kelas Dewasa Senior, Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging dengan jumlah peserta sebanyak 6 blok.

Gelaran kali ini bertambah Kelas Dewasa Yunior dengan total peminat sebesar 8 blok. Dari data panitia yang masuk seluruh kelas penuh dan tidak ada yang kosong. Menurut Galih Nugroho, jumlah tersebut sebenarnya bisa saja bertambah, andai panitia masih memberikan kesempatan kepada kung mania untuk terus menjadi peserta.

Namun karena keterbatasan lokasi, maka keinginan untuk menambah blok lagi tidak bisa direalisasikan. “Sebenarnya ada permintaan tambah blok di Kelas Dewasa Senior, tapi karena lokasi tidak memungkinkan, maka terpanas tidak kami turuti,” sambung Ketua Pengda P3SI Tulungagung.

Diharapkan untuk kegiatan selanjutnya hal itu tidak sampai terjadi. Seluruh peserta bisa ikut ambil bagian. Seperti pada kegiatan sebelumnya, breifing juri menjadi rutinitas yang tidak pernah ditinggalkan. Kali ini briefing langsung dipimpin Benny Mintarso Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jawa Timur.

“Saya tekankan kembali agar juri bisa menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan Fakta, jangan sampai melenceng karena ini akan membuat kalian rugi besar,” tegas Benny Mintarso. Lebih la nut disampaikan bahwa bahasa tubuh juga menjadi keharusan yang diwajibkan bagi juri saat berada di dalam lapangan.

“Kalau mau menaikkan 4 warna, maka Dewan Pengawas harus dihadirkan untuk menyaksikan,” tambah Benny Mintarso lagi. Jika ada peserta yang kurang tertib dan menggangu jalannya penjurian di dalam lapangan, maka juri untuk segera break sampai peserta yang dimaksud tertib.

Disampaikan juga bahwa juri jangan sampai takut memberikan nilai 4 warna, jika memang layak. “Saya masih melihat juri hanya memberikan nilai 3 warna hitam dan takut memberikan nilai 4 warna,” sambung Benny. Kemeriahan gelaran ini memwmgbterasa berbeda dari even perdana.

Selain jumlah peserta dan semakin meningkat, tamu undangan yang hadir adalah Dr.Ir.H.Hweu Tjahjono, MM mantan Bupati Tulungagung yang kini menjabat anggota DPR RI komisi IX, H.Sutrisno AF, S.Sos,MSi Camat Ngunut, Sawali Kepala Desa Samir dan beberapa tamu undangan lain.

Dalam sambutannya, Heru Tjahjono mengucapkan selamat berlomba bagi peserta yang hadir. Sawali juga mengapresiasi kehadiran mantan Bupati Tulungagung ini ke acara lomba. Pemandangan lain yang bisa disaksikan dalam agenda dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Tulungagung ke 820, adalah pelantikan Pengurus Pengda P3SI Tulungagung.

Rusman dan Benny Mintarso mewakili Ketua Pengwil Jawa Timur membacakan SK dan Naskah Pelantikan secara berurutan. Dalam gelaran ini juga panitia menyediakan doorprize dalam jumlah melimpah demi memberikan kepuasan pada peserta. “Kami sengaja menyediakan doorprize dalam jumlah besar agar peserta senang dan punya kesempatan yang besar untuk mendapatkan,” ungkap Galih Nugroho.

Adapun doorprize yang diberikan panitia pada peserta meliputi,sepeda listrik, sepeda gunung, tabanas untuk tipa-tiap kelas, HP, barang elektronik dan banyak lagi yang lainnya. Doorprize tidak hanya diperuntukkan untuk peserta, tetapi juga untuk juri yang bertugas semua memiliki kesempatan menapatkan bingkisan.

Panitia juga memberikan apresiasi pada UMKM setempat dengan cara memesan produk mereka untuk dijadikan trophy. Tulungagung sebagai daerah penghasil batu marmer sengaja menyuguhkan kemasan berupa trophy yang bisa dijadikan hadiah untuk peserta yang masuk nominasi juara.

Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa pertarungan berlangsung seru dan penuh aksi dramatis. Hembusan angin yang tidak hadir membuat perjuangan perkutut yang berada di atas kerekan dan gantangan begitu luar biasa. Butuh tenaga ekstra untuk bisa memaksimalkan potensi yang ada.

Namun demikian tidak membuat sang orbitan menyerah. Meski harus berjibaku dengan keadaan, namun para peserta akhirnya menuntaskan empat babak penjurian. Cek ring, seperti biasanya menjadi tugas lanjutan yang dilakukan juri. Saat berada di bagian perekap, pada pemenang ditentukan.

Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan dilakukan. Untuk Kelas Dewasa Senior, podium pertama berhasil menjadi milik Pitung, amunisi H.Iwan Jombang produk TS yang dkerek pada nomor 12. Dilanjutkan kemudian Pancasona andalan Sony Hartanto Surabaya, produk Jupiter yang dikerek pada nomor 30.

Dan tempat ketiga dmenangkan Mahabrata orbitan Agil Marsono Cirebon ring WA yang dikerek menggunakan nomor 31. Di Kelas Dewasa Yunior, podium pertama berhasil menjadi milik Mardeka JBM amunisi H.Abdullah Mubarok Faisol produk JBM yang dikerek pada nomor 66.

Dilanjutkan kemudian Laksana, andalan Narko Sidoarjo tenakan Mulyo Karang yang dikerek pada nomor 87 dan tempat ketiga diraih Munaroh orbitan AGustardi Tanjungpinang, ternakan Dole yang dikerek pada nomor 82. Di Kelas Piyik Bebas, Bintang Berlian, amunisi Dede Primarasa Bandung, ring HRD yang dikerek pada nomor 148 sebagai peraih podium pertama.

Didsusul kemudian Sinar Fajar andalan H.A.Toha Krian Sidoarjo, ring WDT yang dikerek pada nomor 100 diurutan kedua dan tempat ketiga dimenangkan oleh Sensasi, orbitan Agus Tardi Tanjungpinang ternakan Atlas yang dikerek pada nomor 117.

Di Kelas Piyik Yunior, ada Pancasona Jr amunisi Sony Hartanto Surabaya, produk ternak Jupiter yang dikerek pada nomor 207 sebagai peraih juara pertama. Di urutan kedua ada Tiga Mutiara andalan H.A.Toha Krian Sidoarjo ternakan Lefowo yang dikerek pada 215 dan tempat ketiga dimenangkan Larisa Gravita orbitan Dede Primarasa Bandung, ring Lora Prabu yang dikerek pada nomor 177.

Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Bintang Perkasa, amunisi Rusman/Fajar Gresik produk ternak LPM yang digantang pada nomor 08. Diurutan kedua ada Banyuangga andalan M.Hasun Malang, ring BMJ yang menempati nomor gantangan di nomor 73.

Dan tempat ketiga diraih Ranting Cemara orbitan H.Abdullah Mubarok Faisol Malang ring WA yang menempati nomor gantangan 59. Diakhir acara, panitia emngucapkan banyak terima kasih atas dukungan peserta dengan jalan menghadiri gelaran. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acaa, ada hal-hal yang kurang berkenan.














