Terhitung sejak Sabtu, 31 Januari 2026, Pengda P3SI Lahat Sumatera Selatan resmi memiliki pengurus baru yang dihasilkan lewat Musyawarah Daerah di Cafe Hungry Pedia. Kepengurusan ini akan bekerja selama lima tahun ke depan. Gus As’adi Al-Qudtsy Santoso,S.IP yang dipercaya untuk memimpin organisasi hobi perkutut bernama P3SI mengaku siap mengemban amanah.

“Sebenarnya saya orang baru, awalnya saya menolak untuk dicalonkan karena masih banyak yang senior, namun dengan pertimbangan agar hobi tetap jalan, akhirnya saya bersedia dan terpilih menjadi ketua baru,” terang Gus As’adi Santoso mengawali obrolan. Ada rasa senang dan bangga ketika proses pemilihan berjalan lancar, namun disisi lain ada tugas berat yang menanti.
Pasalnya kondisi hobi Perkutut di Lahat saat ini membutuhkan perhatian ekstra serta kerja keras yang luar biasa, agar tujuan dan program yang akan dilaksanakan bisa sesuai harapan. Selain faktor penghobi yang masih didominasi oleh masyarakat yang menekuni perkutut lokal, kekompakan dan kebersamaan kung mania masih belum sepenuhnya terjadi.

Di tengah kondisi seperti itu, ada keinginan yang kuat dari Gus As’adi Santoso untuk bisa mengakhiri semua persoalan yang terjadi dan menjadikan Lahat sebagai daerah yang bisa mengembangkan potensi yang ada.
“Langkah pertama yang akan saya lakukan adalah konsolidasi. Bagaimana saya menjalin komunikasi dengan semua pihak, baik pengurus baru atau lama dan juga dengan tokoh lama serta penghobi yang merupakan bagian dari organisasi,” sambung Gus As’adi Al-Qudtsy Santoso.

Tentunya dukungan Pengwil Sumatera Selatan sebagai atasan, sangat dinantikan demi mewujudkan Lahat sebagai daerah yang bisa menopang program P3SI. Tidak itu saja, Gus As’adi Santoso juga akan meminta dukungan Pemerintah Daerah setempat untuk bisa mendukung program organisasi P3SI.
Meminta dukungan Dinas Peternakan sehingga program konservasi bisa diwujudkan. Adapun program yang akan segera dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan. “Saya kira dengan adanya kegiatan, maka hobi akan bisa bergerak, masyarakat akan melihat aksi pengurus yang pada akhirnya bisa menarik mereka untuk bergabung,” ungkap Gus As’adi Santoso.

Ditambahkan juga bahwa tanpa kehadiran, maka hobi tidak akan berjalan ditempat. Rencana Pengda Lahat akan menggelar kegiatan berupa latber setiap 1 bulan sekali. Sedangkan untuk kegiatan yang sifatnya regional, juga menjadi incaran. Diupayakan dalam satu tahun ada agenda regional sebanyak dua kali.
Tidak menutup kemungkinan, nantinya ajang silaturahmi akan menjadi salah satu program andalan. Cara ini bisa dilakukan dalam kapasitas di daerah sendiri ataupun bergerak ke luar daerah dengan jalan mengikuti kegiatan lomba atau sekedar melakkan safari ke beberapa peternak, penghobi dan tokoh perkutut.

“Langkah awal yang akan kami lakukan adalah bagaimana membuat masyarakat senang dulu dengan adanya hobi perkutut, sehingga nanti dengan sendirinya mereka akan tertarik dan pada akhirnya bisa bergabung mendukung semarak hobi sekaligus memajukan,” harap Gus As’adi Santoso.














