Liga Perkutut Madura 2025 resmi berakhir lewat gelaran Penganugerahan Jawara pada Minggu 21 Desember 2025 di Lapangan Pengda Pacuan Kuda Kemayoran Bangkalan. Semarak lur biasa begitu terasa dan menjadi moment yang selama ini ditunggu kung mania, terutama mereka yang berhasil menembus nominasi juara di kelas yang dilombakan.

Ajang rancangan P3SI Pengda Bangkalan tersebut benar-benar meninggalkan kesan yang mendalam bagi para peraih juara. Terlebih lagi trophy berupa miniatur jembatan Suramadu yang mereka bisa bawa pulang, dinilai sebagai oleh-oleh yang berkesan. Sukses penyelenggaraan even kali ini diikuti pula oleh keberhasilan setiap penyelenggara dalam mengemas agenda.
H.Abd.Azis selaku Ketua Liga Perkutut Madura mengakui bahwa even garapan empat Pengda di Madura ini berlangsung dalam catatan positif. “Alhamdulillah Liga Perkutut Madura 2025 sukses tanpa ada kendala apapun. Dari awal sampai akhir, semua berjalan sesuai harapan dan rencana,” terang H.Abd.Azis.
Lebih la nut disampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak hanya dalam hal kemasan, tetapi juga dalam penjurian dan juga peserta. Dari catatan bisa disimpulkan bahwa penjurian yang sudah diterapkan mampu membuat pelaksanaan berjalan dengan sukses dan lancar. Kinerja juri dinilai sudah berada pada koridor yang benar.

Juri sudah menunjukkan kinerja yang profesional dengan melaksanakan semua aturan AD/ART dan Pakta Integritas sebagai acuan. Hal ini menunjukkan bahwa juri sudah mulai berbenah dan menuju pada kondisi dan situasi yang selama ini diharapakan. Dari sisi peserta, H.Abd.Azis mengaku bahwa tingkah laku peserta juga sudah mulai menunjukkan hal yang positif.
Teriakan berlebihan mulai mengalami penurunan. Peserta juga sudah menunjukkan kelakuan yang tertib dan santun, meski tidak secara menyeluruh. Namun setidaknya ada perubahan yang berangsur-angsur membaik. Hal inilah yang menjadi catatan positif. Untuk itulah, melihat tren positif tersebut, maka Liga Perkutut Madura akan terus berlanjut di tahun 2026.
“Kami sudah sepakat bahwa Liga Perkutut Madura akan berlanjut untuk tahun 2026. Kami berharap tahun depan bisa lebih baik, lebih kompak dan semarak lagi,” harap Ketua P3SI Pengda Pamekasan. Ditambahkan pula bahwa ada beberapa catatan dari penyelenggara bahwa pelaksanaan liga di tahun 2025, beberapa panitia mengaku defisit.

Untuk itulah untuk tahun 2026 nanti, harga tiket yang semula hanya sebesar Rp 100 ribu, akan mengalami kenaikan menjadi Rp 125 ribu. “Semoga dengan adanya kenaikan tiket untuk peserta sebesar Rp 25 ribu, maka defisit penyelenggara, bisa teratasi,” harap pemilik AZ Bird Farm Pamekasan.
Agar pelaksanaan Liga Perkutut Madura 2026 bisa lebih semarak, dukungan, partisipasi dan support dari berbagai pihak, sangar diharapkan. Beberapa hal yang kiranya perlu mendapatkan perhatian, maka akan ditindaklanjuti selama proses berlangsung.















