Liga Perkutut Madura bertema Penganugerahan Jawara 2025 yang digelar pada Minggu, 21 Desember 2025 di lapangan Pacuan Kuda Kemayoran Bangkalan, menjadi akhir dari perjalanan panjang even garapan kolaborasi empat Pengda yang ada di Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep).

Agenda penyerahan trophy dengan desain eksklusif berupa miniatur jembatan Suramadu, benar-benar berlangsung dalam suasana yang meriah dan semarak. Para peserta, larut dalam euforia perhelatan yang dihelat oleh Pengda P3SI Bangkalan. Sebanyak dua belas blok peserta penuh sesak oleh kehadiran para penggila lomba.
Meski kegiatan ini hanya berupa seremonial semata karena tidak ada penghitungan poin, namun tidak sampai mengurangi antusias para pemburu gelar juara untuk tetap menjadikan moment ini berlalu begitu saja. Seluruh kelas yang dilombakan, terlihat dengan jelas penuh tanpa ada nomor kerekan dan gantangan yang kosong.

Jika melihat catatan jumlah peserta dari gelaran awal sampai pamungkas, panitia selalu berhasil mendulang peserta dengan jumlah blok rata-rata sebanyak 12 blok dari lima partai yang dilombakan yakni Kelas Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging.

Angka tersebut seringkali menjadi jumlah yang bisa saja berubah, andai kapasitas lapangan yang dipakai, mampu memenuhi seluruh jumlah yang diinginkan peserta. Artinya bahwa jumlah blok yang selama ini berhasil dihadirkan, sebenarnya bisa saja bertambah, andai lokasi masih memadai.
Tidak jarang, panitia harus menutup kelas karena kuota sudah penuh, sementara pendaftar masih terus berdatangan. Dengan alasan karena kapasitas sudah tidak mungkin untuk ditambah, maka kelas tersebut dinyatakan tutup. Padahal peminat untuk ikut kelas tersebut masih saja berdatangan.

Membludaknya peserta disebabkan oleh dukungan peserta yang berasal tidak hanya dari daratan Pulau Madura saja, tetapi dari luar. Kung mania Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Gresik, Malang, Kediri, Jombang, Mojokerto, Tulungagung, Trenggalek, Caruban, Madiun dan daerah sekitarnya masuk catatan sebagai kota yang pernah hadir dalam kegiatan tersebut.

Bahkan dari luar Jawa Timur, seperti Solo, Semarang, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Bekasi juga ikut ambil bagian dalam Liga Perkutut Madura 2025. Kehadiran mereka tentu bukan tanpa alasan. Liga Perkutut Madura mampu menjadikan referensi bagi kung mania sebagai pagelaran yang wajib didatangi. Secara kualitas penjurian, even ini selalu memperlihatkan kinerja juri yang profesional, fair play dan berkeadilan tanpa kompromi.
Para pengurus dan panitia selaku memantau gerak gerik juri. Jika ada yang mulai melenceng, maka langsung dilakukan teguran dan jika sudah benar-benar keluar dari koridor, maka juri yang bersangkutan akan dikenai sanksi, sesuai dengan tingkat kesalahan. Liga Perkutut Madura selalu berusaha meningkatkan mutu dan kualitas penjurian.

Langkah inilah yang menjadikan gelaran ini minim protes dan komplain dari peserta. “Alhamdulillah, Liga Perkutut Madura berjalan lancar dan sukses tanpa kendala,” jelas H.Abd.Azis. Lebih lanjut disampaikan bahwa pengurus dan panitia berusaha untuk terus menjadikan liga ini sebagai momentum untuk menyadarkan kung mania bahwa konkurs dengan tingkat kepuasan peserta masih bisa dihadirkan meski dengan perjuangan yang luar biasa.

Koordinasi yang rutin dilakukan antara Pengurus Liga Perkutut Madura dan panitia penyelenggara di masing-masing Pengda, menjadi salah satu kunci keberhasilan Liga Perkutut Madura 2025. Yang menjadi catatan penting dalam kegiatan kali ini adalah even perdana Liga Perkutut Madura 2025 dibuka langsung ketua Umum P3SI Pusat pada Minggu 02 Februari 2025 di Lapangan Amuse Bird Arena Tragah Bangkalan.
Bersama beberapa pengurus lain, Mayjend (Purn.) H.Zainuri Hasyim mengapresiasi upaya pengurus Liga Perkutut Madura dalam mengemas kegiatan tersebut. Ir.H.R Moch Mahmud adalah nama yang disebut oleh Ketua Umum P3SI Pusat sebadai sosok yang luar biasa dalam membangun semarak hobi perkutut di Madura.

“Alhamdulillah Liga Perkutut Madura menjadi ujung tombak hobi perkutut tanah air 2025,” terang Ketua Umum P3SI. Lebih lanjut disampaikan bahwa gelaran kali ini ternyata mendapatkan dukungan yang luar biasa dari peserta dari luar Madura. “Saya lihat bahwa peserta yang hadir bukan saja dari Madura, tetapi dari Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” sambung Mayjend TNI (Purn.) H.Zainuri Hasyim.
Disampaikan pula bahwa kehadirannya di Bangkalan karena undangan panitia. “Saya diundang datang kesini tapi undangannya sedikit memaksa. Saya hadir ingin mengecek perkembangan bahwa Madura sebagai sentra perkutut nasional, Alhamdulillah sudah terlihat jelas. Semua ini berkat komando Ra Mahmud,” ungkap Ketua Umum P3SI.

Sukses besar ini adalah bukti kekompakan dan semangat seluruh pengurus, baik Pengurus Liga Perkutut Madura ataupun Pengurus Pengda yang ada di Madura. “Semua ini berkat dukungan, kerjasama dan kekompakan yang kami lakukan. Tanpa bantuan dari Pengurus LPM dan juga Pengurus Pengda di Madura, maka liga ini tidak akan bisa berjalan sesuai harapan dan keinginan bersama,” ungkap pemilik AZ Bird Farm Pamekasan..














