H.Zuhri adalah pendatang baru di dunia hobi perkutut tanah air. Pria kelahiran Rembang Jawa Tengah ini mengaku baru sekitar kurang dari 1 tahun resmi menyandang predikat sebagai kung mania. Diakui bahwa H.Zuhri orang desa yang memiliki keinginan untuk menekuni hobi perkutut.

Jarak yang cukup jauh dari kota Rembang, tidak membuat patah semangat. “Jarak kediaman saya ke kota sekitar 1 jam perjalanan, tapi saya semangat,” jelas H.Zuhri. Tujuan untuk masuk menjadi bagian komunitas satu ini adalah bisa mengikuti perkembangan yang sudah terjadi.
Sebagai pendatang baru, keinginan H.Zuhri tidak muluk-muluk, yang penting hobinya tersalurkan dan bisa sesuai harapan. Diakui bahwa awal memutuskan berkiprah di hobi perkutut, belum ada referensi untuk mendukung hobinya. Saat itu kenalan dengan sesama penghobi, belum dimiliki.

Akhirnya diputuskan untuk mencari informasi lewat media sosial. Perkenalan dengan H.Musji MPG Sampang menjadi jalan awal realisasi hobinya. “Saya kenal H.Musji dan minta dikirimi beberapa ekor. Saya tidak paham burung yang bagaimana harus diberikan. Yang penting minta burung bagus,” terang mantan Ketua KUA di Rembang.
Ternyata produk bergelang MPG yang dikirim, sesuai dan saat itulah H.Zuhri mengaku cocok menjalin hubungan dengan H.Musji. Permintaan terus dilakukan dengan syarat produk MPG harus memiliki trah Naga Bonar. Selama menjalin komunikasi dengan H.Musji, ada tiga kali transaksi yang dilakukan dengan total burung sebanyak 13 ekor.

Jumlah tersebut sebenarnya bisa saja bertambah, andai H.Musji terus mensuplai materi. “Terus terang sampai saat ini saya masih minta dikirimi terus, namun H.Musji menyetop dulu, katanya yang ada dulu dipantau, apakah sudah sesuai atau tidak,” urai pria yang berprofesi sebagai peternak kebun mangga import dan lokal.
Jika nanti hasilnya memuaskan dan membutuhkan materi lagi, maka suplai akan kembali dilakukan. Mayoritas produk yang dikirim, dikhusukan untuk materi kandang dan sisanya untuk lomba. “Sebenarnya saya masih awam soal perkutut, lomba saja belum pernah, apalagi sampai cara ngerek burung, juga belum pernah dilakukan,” ungkap pemilik MBR Bird Farm Rembang.

Namun demikian, tidak ada kata untuk tidak bertanya dan belajar pada yang lebih paham. Langkah ini dilakukan dengan selalu kontak H.Musji dan juga Mahfud Sampang untuk belajar seputar hobi perkutut dan Alhamdulillah, sudah ada ilmu yang didapat meski harus terus didalami.
“Ketika ada hal-hal yang tidak saya pahami, saya langsung kontak H.Musji dan juga Mas Mahfud Sampang untuk bertanya. Alhamdulillah, beliau-beliau tidak pelit soal ilmunya, semua yang saya tanyakan dijawab tanpa ada yang tersisa,” papar pria yang kini sudah berada di usia lebih dari 60 tahun.

“Kalau nanti ternak perkutut saya sudah berkembang, maka akan buat lebih banyak lagi. Saya ingin Rembang bisa berkembang, guyub dan bersatu. Jangan sampai saling menjatuhkan. Rembang harus maju bersama,” harap pemilik ternak burung ocehan Murai Batu ekor panjang.
H.Zuhri mengaku MPG Sampang telah memberikan support luar biasa pada MBR Rembang. Memborong produk dalam jumlah lumayan meski sebagai pendatang baru adalah bentuk kepercayaan satu sama lain. “Kalau niatan saya baik, pasti Allah SWT memberikan jalan kemudahan, ketemu orang baik dan akhirnya saling mewujudkan rencana,” tambah H.Zuhri menutup obrolan.














