Tidak butuh waktu lama bagi H.Zuhri untuk bisa merasakan sensasi meraih juara di arena konkurs. Meski tercatat sebagai pendatang baru, di dunia komunitas hobi perkutut, namun prestasi sudah berhasil dibukukan. Tarung untuk pertama kalinya di arena, H.Zuhri sudah mampu membawa pulang trophy kemenangan sebagai wujud dari prestasi sang orbitan yakni Kebo Kenongo.

Perkutut produk MPG Bird Farm Sampang ini sukses mengakhiri proses penjurian di podium keenam pada Kelas Piyik Hanging dalam gelaran Ramadhan Cup Pengda Salatiga, Minggu 08 Maret 2026. Keberhasilan tersebut memang bukan sebuah target yang ingin diraih dan dicapai megingat status yang baru disandangnya.
Sebagai pendatang baru, tepatnya dua bulan lalu, H.Zuhri menyatakan masuk menjadi bagian komunitas penggemar, penghobi, peternak dan pelomba perkutut. Soal dunia hobi barunya, terus terang tidak memahami apa itu perkutut. Namun karena keinginan yang kuat untuk menekuni, maka segala keterbatasan itu tidak dijadikan penghalang untuk terus merealisasikan keinginannya.

“Saya ikut lomba tujuannya hanya ingin merasakan bagaimana suasana di lapangan. Soal menang dan kalah, itu tujuan lain,” terang pria yang juga petani kebun mangga import dan jenis buah lainnya. Dua ekor anakan dari produk MPG Bisa Farm Sampang, diajak jalan-jalan menuju Salatiga.
H.Zuhri mengaku berangkat bersama sang rekan yang juga sang guru yakni KH.Muhammad Fathurrahman Basyuni Rembang. “Aslinya belum siap, tapi saya menemani Mbah Kyai Mat Basyuni, biar tahu bagaimana suasana di lapangan,” ungkap mantan Kepala KUA di Rembang Jawa Tengah.

Dua ekor andalan itu langsung digantang pada nomor yang sudah dimiliki. Proses penjurian dimulai, kondisi cuaca yang panas menyengat disertai angin kencang, membuat H.Zuhri tidak banyak berharap. Namun siapa sangka, satu diantara dua sang orbitan tampil dan akhirnya meraih podium keenam.
“Juara 6 gak apa-apa karena pengalaman pertama kali. Bahkan kalau ada even lagi, saya mau turun karena senang, apalgi jika ada teman yang ikut serta, maka semangat saya akan makin muncul” sambung pemilik MBR Bird Farm Rembang. Karena tujuan utama adalah ingin meramaikan hobi perkutut disana.
Ditambahkan pula bahwa sukses meraih hasil apik untuk tarung perdana bukan didapat secara instan dan spontan serta bukan juga karena kebetulan, tetapi semua itu adalah berkat rawatan yang ilmunya didapat dari rekan-rekan, seperti H.Musji MPG dan Mahfud Sampang serta dibantu oleh KH.Muhammad Fathurrahman Basyuni.

“Selama ini saya banyak belajar pada H.Musji MPG dan Mas Mahfud serta Mbah Kyai Mat Basyuni, beliau-beliau inilah yang banyak menularkan ilmunya pada saya,” urai pria yang gemar bercocok tanam. Arahan dari ketiga rekan itulah yang selalu dipraktekkan dalam merawat sang orbitan.
Mulai memberikan rendaman kacang ijo sampai cara memperlakukan burung menjelang turun lomba. Kenyataan itulah yang menjadi salah satu kunci sukses meraih hasil bagus dalam tarung perdana sebagai pendatang baru.
Namun demikian, kualitas burung diakui menjadi faktor yang tidak bisa dikesampingkan. “Soal kualitas dan mental burung dari MPG memang bagus dan mendukung, Produk MPG yang saya miliki, semua punya kualitas dan mental lapangan yang bagus, makanya saya bisa juara. Ini yang menjadi salah satu faktornya,” papar H.Zuhri lagi.







































