Tensi perburuan juara konkurs 2025 di arena lomba sudah mengalami penurunan yang drastis. Agenda konkurs diberbagai daerah mulai berkurang dan ada yang sudah berakhir. Mereka kini fokus menghadapi pertarungan kembali di tahun 2026. Meski agenda resmi baru akan dimulai sekitar Februari 2026, namun bukan berarti tidak ada persiapan yang harus dilakukan para pemburu juara dalam memulai tarung berikutnya.

Dalam kondisi yang nyaris senyap, masih ada kung mania yang berusaha mempersiapkan sang orbitan guna menghadapi perhelatan kembali hobi perkutut di tahun depan. Seperti yang dilakukan Ustadz Syaiful dan Kades H.Matsin, kung mania asal Sumenep Madura. Meski agenda di Madura baru akan dimulai bulan Februari 2026, namun mereka sudah melakukan perburuan calon orbitan untuk diturunkan pada kegiatan disana.
Apalagi Madura bakal disesaki oleh dua agenda besar yakni Liga Perkutut Indonesia dan Liga Perkutut Madura. Tentunya kehadiran kedua even bergengsi ibu bakal membutuhkan amunisi handal untuk dihadirkan dalam even tersebut. Perburuan kedua tokoh perkutut di Sumenep ini dilakukan Sabtu, 20 Desember 2025.

Lokasi perburuan di CTP Bird Farm Bangkalan. Kebetulan Ustadz Syaiful dan Kades H.Matsin memenuhi undangan konkurs Liga Perkutut Madura yang digelar pada Minggu 21 Desember 2025. Saat mereka mampir ke markas farm yang berlokasi di Jalan Jokotole III Kraton Bangkalan, mereka dihadapkan pada produk CTP.
“Saya bersama Klebun Matsin bersilaturahmi ke CTP Bangkalan. Saat ketemu Ra Mahmud, saya sengaja mencari produk yang akan saya orbitkan untuk tahun 2026,” terang pemilik Dempora Bird Farm Lenteng Sumenep. Hal senada disampaikan Kades H.Matsin. “Saat saya hadir di CTP, saya ketemu Mas Ipung (Ustadz Syaiful) di sana. Misi saya juga mantau, barangkali ada yang cocok,” tegas pemilik Bintang Surya Bird Farm Bluto Sumenep.

Seperti keinginan kedua tamu, tuan rumah menyuguhkan beberapa produk yang masih hangat karena baru diangkat dari umbaran. Usianya rata-rata berada di angka 2,5 sampai 3,5 bulan. Sambil menunggu produk yang dipajang mengeluarkan suara, mereka ngobrol seputar hobi perkutut. Disela-sela obrolan, ada burung yang sempat mengeluarkan suara.
Beberapa ekor lainnya juga ikutan mengeluarkan bunyi. Sampai akhirnya, Ustadz Syaiful menangkap suara indah dari salah satu sangkar yang tergantung disana. Begitu juga dengan Kades H.Matsin. tidak ingin menunda kesempatan, keduanya langsung menunjuk pada sangkar berisi perkutut sempat terpantau suara indahnya. Setelah diteliti,

Ustadz Syaiful memastikan produk dari E 1 (CTP F.12 x CTP A.1), usianya sekitar 2,5 bulan dan merupakan anakan pertama. Sedangkan Kades H.Matsin menyukai produk kandang B.3 (CTP F.12 x CTP F.11) dan juga merupakan anakan pertama. Beberapa kung mania yang ikut nimbrung disana mengatakan bahwa kedua burung tersebut memiliki prospek bagus.
“Ada yang bilang bahwa burung yang saya dan Klebun Matsin bawa, jika mau tampil bagus dan rajin bunyi, maka bisa mencapai nilai bendera 3 warna hitam,” sambung Ustadz Syaiful. Rencana burung ibu memang dipersiapkan untuk tarung di konkurs 2026. “Saya mantau burung di CTP memang buat amunisi tahun 2026.

Rencana mau saya tampilkan di LPI dan LPM 2026,” ungkap salah satu motor penggerak hobi perkutut di Lenteng Sumenep. Kades H.Matsin mengatakan hal yang sama. “Saya sudah dapat calon juara untuk konkurs tahun 2026. Usianya memang masih piyik,” sambung Ketua P3SI Pengda Sumenep.
Menurut informasi, kedua burung tersebut lahir dari indukan trah jawara. Sehingga peluang untuk menjadi burung andalan sangat terbuka lebar, terlebih dengah kualitas suara yang sudah terpantau, membuat kedua tokoh perkutut Sumenep ini merasa yakin untuk membawa pulang. Tidak disebutkan berapa rupiah mereka harus mengeluarkan kocek demi mendapatkan produk masa depan tersebut.

“Alhamdulillah kami dikasih harga persaudaraan oleh Ra Mahmud,” tambah Ustadz Syaiful lagi. Hal senada disampaikan Kades H.Matsin. “Tidak rugi saya datang silaturrahmi ke CYP karena dapat burung prospek untuk lomba di LPI dan LPM 2026. Ra Mahmud begitu baik bisa mensupport kami untuk bisa eksis di arena konkurs,” ungkap Ketua Pengda Sumenep.














