Desa Langsar Timur Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep, ada peternak yang usianya terbilang muda. Ternak bernama Hendrayana resmi hadir sekitar lima bulan lalu. Meski baru seumur jagung, namun jangan salah menilai jika farm milik Pa’onk ini langsung unjuk kebolehan dalam melahirkan produk unggulan.

Anakan yang muncul dari indukan, ternyata punya nilai lebih. Kualitasnya bisa dibilang masuk kategori burung lomba. Salah satunya adalah Iluzi yang pernah tampil di kelas Piyik Yunior dengan prestasi yang menggembirakan. Iluzi seakan menegaskan bahwa produk Hendrayana perlu diperhitungkan.
Produk lain yang semakin membuat nama Hendrayana layak untuk dipertimbangkan adalah anakan dari kandang Hendrayana K.3 (Jasika x Jasika) dan kandang Hendrayana K.4 (Jasika x Jasika). Dari kedua kandang ini lahir perkutut masa depan. Meski belum pernah meraih kejuaraan di arena lomba, namun dari kriteria yang dimiliki, burung tersebut patut untuk diperhitungkan.

Tidak sedikit dari kung mania yang pernah memantau suaranya langsung menyatakan ingin memiliki. Bahkan kedua akan ini sudah menyentuh angka penawaran sebesar Rp 10 juta pada usia 4 bulan. “Alhamdulillah, ada anakan kandang saya gak g sudah ditawar Rp 10 juta meski usianya baru 4 bulan, tapi saya belum mau melepasnya karena akan saya lombakan dulu,” jelas Pa’onk.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan kedua burung ini akan tetap bersamanya karena diproyeksikan untuk menjadi maskot Hendrayana Bird Farm. Artinya pula bahwa peluang kung mania untuk memilikinya, sangat tipis atau bahkan tidak ada. Sedangkan untuk produk lain, akan segera menyusul.

Menurut pengakuan Pa’onk bahwa Hendrayana baru sekitar 5 bulan resmi di launching. Proses produksi juga masih terus berlangsung. Ada yang sudah menghasilkan anakan, ada pula yang masih proses kesana. Ada anakan yang sudah dilepas dari indukannya, ada juga yang masih bersama bapak dan ibunya.
Keberhasilan Pa’onk menjadikan Hendrayana sebagai peternak yang sukses mencetak produk unggulan adalah keputusan untuk menggunakan indukan bergelang Jasika Bird Farm Pamekasan. Delapan kandang ternak, semua dihuni oleh indukan bergelang Jasika. “Indukan di kandang saya, semua adalah dari H.Romli Jasika.

Tidak ada indukan dari peternak lain,” jelas pria berambut gondrong. Bahkan dua kandang yang kini menjadi andalan, adalah hasil jebol kandang dari Jasika. Menurut Pa’onk dua indukan hasil jebol kandang kini berada di kandang Hendrayana K.3 yang awalnya ada di kandang Jasika K.18 dan kandang Hendrayana K.4 yang sebelumnya berasal dari kandang Jasika K.8.
Adapun kedua indukan tersebut adalah saudara Las Vegas, perkutut yang saat ini lagi mengguncang hobi perkutut di Madura dan juga kota lain atas prestasi mengagumkan sebagai petarung handal. Kedua indukan jantan yang ada di kandang Hendrayana K.3 dan K.4 adalah kakak dari Las Vegas.

Keputusan Pa’onk menjebol kandang Jasika bermula ketika memiliki anakan bergelang ternak milik H.Romli. “Saya berani jebol kandang Jasika berawal saat saya punya perkutut bergelang Jasika, kog enak. Akhirnya saya langsung putuskan untuk memboyong indukannya sekaligus,” ungkap Pa’onk.
Dari sinilah akhirnya keputusan untuk menggunakan perkutut produk Jasika dimulai. Ternyata pilihan untuk menggunakan Ring Jasika untuk ternak di Hendrayana tidak salah. Anakan yang dihasilkan membawa gen sebagai petarung. Kualitas bagus yang ditunjang oleh mental lapangan yang tidak memalukan.














