Minggu, 29 Maret 2026 akan menjadi momentum spesial bagi hobi perkutut Kota Pahlawan Surabaya. Pasalnya pada hari tersebut akan digelar agenda Liga Hanging Surabaya. Benny Mintarso yang dipercaya menjalankan program mengaku bahwa kegiatan ini adalah salah satu langkah nyata bahwa hobi perkutut di Surabaya masih ada.

“Liga Hanging Surabaya 2026 adalah even yang sengaja kami buat untuk menginformasikan bahwa hobi perkutut di Surabaya masih ada,” terang pemilik BN Bird Farm. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan gelaran ini diharapkan menjadi harapan baru bagi kung mania yang selama ini menginginkan adanya kegiatan di kotanya.
Benny Mintarso menjelaskan bahwa liga ini muncul bukan secara spontanitas dan tiba-tiba. “Sebenarnya rencana untuk menggelar liga sudah ada sejak dua tahun lalu, tepatnya tahun 2024. Namun tidak ada yang berusaha mengeksekusi, sehingga hanya menjadi wacana saja,” ungkap Benny Mintarso.

Dua tahun tanpa kegiatan, ternyata berdampak pada vakumnya beberapa kung mania. “Yang saya tahu, beberapa kung mania di wilayah Surabaya Utara banyak yang vakum bahkan tidak main lagi karena kegiatan sudah tidak ada lagi. Kenyataan ini yang membuat saya merasa Eman,” sambung Ketua Bidang Penjurian Pengwil Jawa Timur.
Padahal mereka adalah aset yang harus terus dibina dan diperhatikan untuk menyemarakkan hobi perkutut di kota pahlawan. Sampai akhirnya di tahun ketiga inilah, program yang sudah dibuat tersebut berusaha direalisasikan. Seluruh pengurus Pengda Surabaya, tokoh perkutut dan kung mania, dikumpulkan untuk merealisasikan rencana lama.

Benny Mintarso ditunjuk dalam pelaksanaan liga. Palu diketok bahwa tahun 2026, Surabaya akan diramaikan oleh kegiatan liga. Informasi tersebut menyebar dan sampai juga pada mereka yang selama ini vakum dan tidak lagi menekuni perkutut. Saat mendengar berita tersebut, mereka langsung bereaksi.
“Saat beberapa kung mania yang tadinya sudah tidak main lagi, langsung merespon positif. Mereka langsung mendukung kegiatan liga. Bahkan mereka saat ini lagi memburu amunisi,” urai Benny Mintarso. Mereka berharap agar tidak sampai melewatkan kegiatan tersebut. Kabar yang tentu saja menjadi sinyal kuat bagi semarak hobi perkutut di Surabaya.

Benny Mintarso melanjutkan bahwa kegiatan berupa liga ini untuk sementara memang dikhusukan untuk Kelas Piyik Hanging dengan pertimbangan kemudahan bagi penyelenggara. Sebagai agenda perdana di Surabaya, Liga Hanging memiliki kemudahan dalam menyediakan lahan dan lapangan serta kebutuhan yang lain.
“Saat ini Surabaya belum memiliki lapangan sendiri, makanya untuk kegiatan awal, saya upayakan Liga Hanging dulu. Kita lihat perkembangan nanti seperti apa, baru menyusun rencana lanjutan,” kata Benny lagi. Liga Hanging Surabaya ini, akan digelar secara bergiliran dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Untuk even perdana, Lapangan milik Pengcam Sambikerep yang ada di Jalan Bringin Surabaya, akan dijadikan lokasi penyelenggaraan, sambil melobi lokasi lain. Untuk itulah Benny Mintarso berharap adanya dukungan dari semua pihak, agar pelaksanaan liga berjalan sesuai rencana.
“Kami mohon dukungan dari semuanya, baik peternak di Surabaya ataupun pelomba, agar pelaksanaan liga berjalan lancar dan sukses. Dukungan akan sangat berarti untuk hobi perkutut di Surabaya ke depan,” harap Benny Mintarso lagi.







































