Untuk yang kesekian kalinya, Kendawangan membuat heboh jagad perkutut tanah air. Perkutut amunisi H.Abdullah Mubarok Team JBM Malang, sepertinya belum mau berhenti untuk membuat heboh hobi perkutut Indonesia dan bikin bangga sang pemilik. Sederet prestasi yang berhasil dibukukan, nampaknya belum memberikan sinyal untuk mengakhiri kemenangan.

H.Abdullah Mubarok mengaku bahwa sejak orbit, Kendawangan sudah berhasil mengkoleksi juara sebanyak 8 kali juara pertama di even nasional yakni Liga Perkutut Indonesia dan sebanyak 21 kali kemenangan dalam even-even yang pernah diikutinya. “Alhamdulillah sampai saat ini Kendawangan masih mau tampil dan meraih juara,” terang H.Abdullah Mubarok.
Kabar teranyar perkutut ternakan ABR Bird Farm ini mampu menuntaskan proses penjurian dalam laga bergensi Liga Perkutut Indonesiia #10 Kejurnas Cup, Sabtu 06 Desember 2025 yang digelar menggunakan lapangan Bumi Eraska Kranggan Bekasi Jawa Barat. Tampil di Kelas Piyik Yunior, Kendawangan tak memberi ruang sedikitpun pada lawan untuk melewatinya.
Empat babak yang dilakoninya hasil menggembirakan diraih oleh Kendawangan. Juara pertama secara mutlak berhasil menjadi milik Kendawangan. Prestasi tersebut sebenarnya diraih dalam kondisi burung kurang maksimal. Informasi dari Dayat, salah satu pasukan Team JBM Malang mengatakan bahwa kondisi Kendawangan kurang fit.

“Usai berlaga di Lombok, Kendawangan kurang fit. Ditambah lagi saat mau berangkat, posisi kendawangan nelor, tapi kami tetap berangkatkan karena ini adalah lomba terakhir LPI di tahun 2025,” ungkap Dayat. Meski dengan performa yang kurang maksimal, namun performa yang dipertontonkan masih membuat juri terpukau untuk memberikan nilai terbaik.
“Saat berangkat, posisi memang kurang bagus. selain habis sakit, Kendawangan baru saja nelor, tapi tetap kami berangkatkan. Kami tetap berharap bisa tampil bagus dan ternyata harapan itu, benar-benar terwujud,” sambung Dayat. Kendawangan sendiri berangkat di kawal langsung H.Abdullah Mubarok, Dayat, Drs.Robi Harman dan Bom-Bom.
Keberangkatan Kendawangan ke Bekasi menuju even akbar ini memang tanpa sepengetahuan Abah Faisol Syafi’i. Andai saja tahu, maka ijin tidak akan dikeluarkan. “Kami membawa Kendawangan ini tanpa sepengetahuan Abah Faiso, andai saja Abah tahu, maka kami tidak akan diperbolehkan membawanya,” ungkap Dayat yang diiyakan Drs.Robi Harman.
Kemenangan ini seakan menjadi sinyal kuat bahwa Kendawangan untuk saat ini benar-benar menjadi perkutut tanpa lawan. Dalam kondisi kurang fit saja, sudah mampu membuat heboh arena konkurs nasional. Apalagi lawan yang harus dihadapi adalah para jawara yang sudah memiliki reputasi dan jam terbang yang tinggi.

Namun Kendawangan, seakan tidak mempersoalkan mereka. Dengan pengalaman yang sudah dimiliki, Kendawangan tampil tanpa beban dan melewati babak demi babak penjurian dengan tenang. Namun dibalik ketenangan itulah potensi luar biasa selalu ditunjukkan dan dipertontonkan di hadapan juri dan juara peserta yang berada di arena.
Saat turun lapangan, Kendawangan selalu menjadi bintang lapangan dan buah bibir karena prestasinya yang selalu berada di barisan paling depan dalam daftar kejuaraan. Beberapa kung mania yang pernah menyaksikan penampilan Kendawangan, mengaku bahwa burung tesebut memang layak untuk meraih podium pertama. Salah atunya H.Rasidi bin Ta’lab, kung mania asal Pontianak Kalimantan Barat.
“Setiap turun, saya yakin Kendawangan tidak aka nada yang mampu menandinginya. Saya pernah menyaksikan sendiri saat tampil di lapangan. Pokoknya burung ini sudah level Asia,” jelas pemilik Hotel Padaherang Pontianak Kalimantan Barat.















