Konkurs Liga Perkutut Madura 2025 sampai saat ini sudah mencapai putaran 6. Artinya bahwa para peserta sudah merasakan suasana dan kondisi selama enam kali liga yang tergelar secara bergiliran dari satu kota ke kota lain di Pulau Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

Sebagai daerah yang terkenal dengan julukan KANDANG MACAN, maka persaingan perebutan podium juara, berlangsung dalam situasi yang menegangkan, penuh aksi dramatis. Satu sama lain berusaha untuk menjadikan amunisi dan orbitan miliknya sebagai pemenang dalam setiap putaran.
Kenyataan itulah yang membuat para peserta berusaha mencapai puncak prestasi dengan upaya mengkondisikan jawara miliknya agar tampil sebagai pemenang. Semarak even yang kabarnya selevel dengan gelaran Liga Perkutut Indonesia, semakin bertambah meriah dengan kehadiran para penggilan lomba dari luar Madura.

Kung mania dengan reputasi bagus, baik yang tergabung dalam team besar ataupun single fighter mencoba keberuntungan hadir dalam setiap agenda. Pertemuan itulah yang menjadi salah satu poin penting bahwa Liga Perkutut Madura, bukan saja sebagai sarana silaturahmi semata, namun sudah menjadi bagian dari ajang pamer amunisi dari masing-masing para penggila lomba.
Menjadi pemenang dalam setiap gelaran, adalah sebuah hasil yang harus diapresiasi, karena perjuangan yang dilakukan benar-benar antara hidup dan mati. Adalah sebuah kebanggaan ketika podium pertama bisa diraih, terlebih lagi jika terjadi secara beruntun dalam setiap kegiatan. Liga Perkutut Madura adalah simbol semarak hobi perkutut tanah air.

Liga hasil kolaborasi empat Pengda di Madura, benar-benar menjadi pilihan para mania lomba tanah air. Melewatkan even ini adalah sebuah kesalahan dan kerugian besar, terlebih bagi mereka yang memiliki amunisi handal. Sukses menembus barisan paling depan dalam daftar kejuaraan, bukan saja berimbas pada nama besar yang akan disandangkan, tetapi juga berdampak pada reputasi yang akan disematkan.
Jika melihat deretan pada peserta dalam setiap gelaran, rasanya ngeri dan bikin sesak nafas. Jika bisa diibaratkan, maka peserta yang hadir adalah para pendekar dari tiap-tiap padepokan di tanah air yang akan menguji dan pamer kualitas sang amunisi. Belum lagi sistem penjurian yang benar-benar mengendepankan fair play dan transparan, maka bagi mereka yang lolos dari ujian, patut dan layak untuk berbangga.

Setelah melalui enam laga, hasil yang didapat memang belum mampu mengamankan posisi yang sudah diraih oleh masing-masing sang jawara. Perolehan poin yang sangat tipis dan kecil, masih memungkinkan terjadinya pergeseran posisi. Artinya pula, bahwa apa yang sudah didapat saat ini, belum bisa dikatakan aman.
Peluang untuk menggeser lawan, masih terbuka lebar. Di Kelas Dewasa Senior, tiga besar teratas yang diraih Camelia amunisi H.Sunahwi Talango Sumenep produk Ababil (poin 510), Molen andalan H.Hairul Tiga Bintang Pamekasan ternakan Dewa Suara (poin 380) dan Senandung Rindu orbitan Handang Semarang, produk Atlas (poin 370), terlihat beda tipis.

Begitu juga di Kelas Dewasa Yunior yakni Paku Alam amunisi H.Fahmi Pamekasan produk ternak Naura (poin 670), Satria Muda andalan H.Nisa’i Talango Sumenep produk Skad (poin 470) dan Kemuning Prima orbitan Dede Primarasa Bandung, ternakan DKA (poin 285) masih memungkinkan terjadinya pergeseran posisi.
Di Kelas Piyik Bebas yakni H.Masdar Talango Sumenep (poin 370), Team Punto Jakarta (poin 365) dan H.Nisa’i Talango serta Abd.Razak Pegantenan Pamekasan (poin sama 225). Di Kelas Piyik Yunior, perolehan poin diposisi pertama dan kedua begitu besar. Posisi pertama Bintang Surya Bluto Sumenep (poin 625) dan Heru NHD Sumenep (poin 300) sedangkan Fadli JDR Surabaya (poin 255). Sangat memungkinkan untuk melakukan manuver menyalip.

Dan di Kelas Piyik Hanging, perolehan poin sangat tipis dan memungkinkan adanya pergeseran posisi. H.Syaiful Ottoman Karanganyar Sumenep (poin 380), Kadur/Munakip Pamekasan (poin 335) dan H.Hasan Sampang (poin 285). Dengan sisa putaran yang masih ada, maka peluang masing-masing kung mania masih memiliki kesempatan untuk bisa mengungguli lawan.
















