Rabu, 10 September 2025, lapangan perkutut Bluto Sumenep, yang biasa dipakai untuk latihan kung mania setempat, kali ini nampak ramai oleh kehadiran perkutut dalam jumlah lebih besar dari sebelumnya. Tiang kerekan dan gantangan yang biasanya tidak pernah penuh oleh perkutut, kali ini nampak tidak ada titik yang kosong.

Seluruh nomor kerekan dan gantangan penuh sesak. Kondisi tersebut disebabkan oleh agenda Kolom Dinilai Bintang Surya Bird Farm. “Hari ini kami menggelar Kolom Dinilai Bintang Surya Bluto Sumenep,” jelas Kades H.Matsin pemilik Bintang Surya Bird Farm. Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengisi waktu kosong agar kung mania bisa tetap menyalurkan hobinya.

“Beberapa teman-teman usul agar diadakan Kolom Dinilai, makanya kami realisasikan keinginan tersebut,” sambung Kades H.Matsin. kegiatan ini hanya membuka dua kelas yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging menyesuaikan dengan kondisi lokasi yang ada. “Hanya ada dua kelas dan masing-masing berisi 1 blok, karena kondisi lokasi yang terbatas,” ungkap Ketua Pengda P3SI Sumenep.

Keterbatasan inilah yang menyebabkan beberapa kung mania tidak bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Kami mohon ma’af bagi rekan-rekan yang tidak bisa bergabung dalam kegiatan ini karena jumlah tiket memang sangat terbatas,” kata Kades H.Matsin. Meski demikian tidak sampai mengurangi greget dari kegiatan.

Dalam kegiatan ini panitia memberikan apresiasi kepada para orbitan yang seringkali meraih juara. “Ada empat burung yang kami berikan penghargaan karena burung ini sering meraih juara. Ini sebagai bukti bahwa apresiasi itu penting sebagai wujud usaha dan upaya serta prestasi dari burung tersebut,” terang Kades H.Matsin.

Diharapkan dengan adanya apresiasi semacam ini, maka akan memunculkan semangat dari kung mania lain untuk terus meningkatkan dan terus mengejar kualitas burung, mengorbitkan sampai pada titik puncak prestasi, sehingga peluang untuk mendapatkan penghargaan seperti itu bisa diraih.

“Mari kita berlomba untu terus meningkatkan kualitas dan prestasi burung orbitan, sehingga kung mania lebih semangat untuk terus mengejar prestasi,” sambung pemilik Bintang Surya Bird Farm Bluto Sumenep. Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal acara sejak babak pertama hingga akhir.

Begitu juga dengan proses penjurian berlangsung tanpa kendala. Dilanjutkan denganc ek ring bagi peserta yang masuk nominasi, pengecekan ring dilakukan langsung oleh juri yang saat itu bertugas di masing-masing blok. Akhirnya penentuan posisi kejuaraan di lakukan. Untuk podium pertama Katergori Penghargaan berhasil menjadi milik Susi Susanti.

Perkutut amunisi H.Lutfi Bluti Sumenep ring Lavida yang dikerek pada nomor 22. Diikuti oleh Kaisar andalan Bintang Surya BF Bluto Sumenep, produk Bintang Surya yang menempati nomor kerekan 45 dan tempat ketiga dimenangkan Wisanggeni orbitan H.Syakur Bluto Sumenep ring RPD yang dikerek pada nomor 35.
Untuk Kelas Piyik Bebas, podium pertama berhasil menjadi milik Tayo amunisi Saleh/Alonk Kapaedi Sumenep, ternakan Aloonk yang dikerek pada nomor 20. Disusul kemudian Permata Zubair andalan Tulia Pagarbatu Sumenep, ternakan Permata Zubair yang ada di kerekan 04 dan tempat ketiga diraih Nahawa orbitan Salam Sumenep ring LB yang dikerek pada nomor 28.

Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama menjadi milik JOko Umbaran amunisi H.Syaiful Ottoman Karangnayar Sumenep, produk ternak Rafi yang digantang pada nomor 38. Disusul kemudian Permata Ghoib andalan Halili Kades Cangkreng Sumenep, produk Hera yang digantang pada nomor 20 dan tempat ketiga diraih Bang Jago orbitan Bintang Surya BF Bluto Sumenep, ring Jasika yang digantang pada nomor 26.















