Berangkat dari kegelisahan ingin memberikan rangsangan kepada masyarakat di Banaresep Barat Lenteng Sumenep yang tergolong masih awam terhadap hobi perkutut, komunitas yang tergabung dalam Kolom Soultonick memberanikan menggelar kegiatan untuk memberikan wadah bagi mereka agar hobi perkututnya bisa tersalurkan.

“Kegiatan ini baru kami gelar, jadi semua masih serba baru dan belum ada pengalaman dari pihak penyelenggara,” terang H.Musyarrofah, sekertaris Kolom Soultonick. Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan tergelarnya even seperti ini diharapkan kedepan masyarakat, khususnya di daerah Banaresep Barat Lenteng, semakin paham bagaimana menekuni hobi perkutut, baik lomba ataupun ternak.

“Disini banyak pemain baru, jadi masih terbilang awam soal hobi perkutut,” sambung H.Musyarrofah. Namun setidaknya dengan agenda KolNil diharapkan nantinya ada pemahaman yang lebih baik, sehingga hobi ini memberikan manfaat bagi komunitas yang tergabung dalam Kolom Soultonick.

Ustadz Syaiful, salah satu tokoh di Lenteng mengatakan hal yang sama. “Kegiatan ini berawal dari keinginan dari bawah dan keinginan kung mania awam, agar mereka bisa semakin paham dan setidaknya punya pakem untuk menekuni hobi perkutut ke depan,” jelas pemilik Dempora Bird Farm Lenteng.

Disampaikan pula dengan adanya kegiatan ini, maka mereka semakin paham dan tahu bagaimana kriteria penjurian yang sesuai dengan Pakta Integritas. “Kami berharapbl agar komunitas yang masih awam ini segera mengerti dan paham bagaimana menentukan burung kualitas lomba. Makanya kami coba dengan gelaran KolNil dulu,” tambah Ustadz Ipunk.

Untuk itulah agenda KolNil Soultonick hanya membuka kelas terbatas dengan jumlah blok yang terbatas pula. Untuk peserta, panitia sengaja memprioritaskan pada anggota terlebih dahulu, jika memang memungkinkan, maka bisa menambah peserta dari luar. “Sementara kami buka dua kelas yakni Kelas Piyik Bebas dan Kelas Piyik Yunior dengan jumlah blok masing-masing hanya 1,” kata H.Musyarrofah lagi.
Terbatasnya jumlah blok karena lokasi yang tidak memungkinkan. “Lapangan yang kami pakai tidak memungkinkan untuk menambah blok lebih banyak karena terkendala musim tanam,” ungkap Sekertaris Kolom Soultonick. Awalnya panitia menargetkan peserta sebanyak 4 sampai 5 blok. Kenyataan inilah yang membuat banyak calon peserta yang ditolak.

“Untuk teman-teman yang sudah seringkali ikut lomba, harap maklum jika tidak dapat tiket karena kehabisan, kami memprioritaskan untuk anggota dulu agar mereka belajar dan semakin paham tentang lomba,” sambung H.Musyarrofah lagi. Karena jika dilakukan hal seperti ini, artinya panitia mementingkan peserta dari luar, maka anggota kolom tidak bisa belajar untuk memahami soal lomba.

Karena dengan kondisi hobi perkutut yang semakin marak, maka harus dilakukan cara untuk menambah jam terbang turun lomba. Kalau tidak demikian, maka mereka akan ketinggalan dengan daerah dan kung mania yang lain. Untuk itulah pihak panitia memohon ma’af jika ada kung mania yang ingin turun lomba, namun tidak kebagian tiket.
Disampaikan juga bahwa penentuan acara pelaksanaan yakni pada Selasa, 18 November 2025 menyesuaikan dengan jadwal kolom. “Kami menggelar KolNil pada hari Selasa disesuaikan dengan jadwal kolom kami, sehingga tidak sampai menggangu jadwal daerah lain,” sambung H.Musyarrofah lagi.

Setelah melalui proses rekap, akhirnya ditentukan podium juara. Untuk Kelas Piyik bebas, juara pertama berhasil menjadi milik Ronggolawe amunisi Bintang Surya Bird Farm Bluto Sumenep produk Bintang Surya. Diurutan kedua ada Sultan Garam andalan H.Syaiful Ottoman Karanganyar ternakan Wiris dan tempat ketiga ada Laila Se Manis orbitan H.Imam Ganding ternakan Fifo Sumekar yang ada di kerekan 45.

Untuk Kelas Piyik Yunior, juara pertama berhasil menjadi milik Sahabat Jaya amunisi Zai Ellak Lenteng, produk ALM yang dikerek pada nomor 42. Disusul kemudian Turbo andalan H.Faiz/Salam Pasongsongan, ternakan SKW yang dikerek pada nomor 34 dan tempat ketiga dimenangkan Biola orbitan Moh Rifqi Bluto ring Rhona yang dikerek pada nomor 40.

Usai penjurian dilakukan cek ring untuk memastikan apakan peserta yang masuk nominasi sudah menggunakan Ring P3SI. Cek ring dilakukan langsung oleh juri yang bertugas. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan support dari peserta dan permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. Sampai jumpa lagi pada gelaran selanjutnya yang lebih meriah.















