Tahun 2026 seperti akan menjadi moment yang sangat menyibukkan bagi kung mania di Sumenep. Pasalnya akan banyak kegiatan yang bakal mewarnai perjalanan hobi di kota paling timur Pulau Madura. Agenda bertajuk KolNil Sumber Urip menjadi sinyal semarak hobi yang ada di sana.

Even yang digelar pada Minggu, 11 Januari 2026 benar-benar diramaikan oleh kung mania. Terbukti dari penuh sesaknya tiang kerekan dan gantangan yang berada di Lapangan Gung Gung Sumenep. Dua kelas yang dibuka yakni Piyik Bebas dan Piyik Hanging tidak terlihat adanya tempat yang kosong.
Semua terisi penuh oleh burung orbitan para penggila lomba. Bahkan informasi yang didapat bahwa tidak sedikit kung mania yang batal ikut lomba karena tiket sudah ludes terjual. Kenyataan inilah yang membuat panitia seakan tidak mampu menampung seluruh keinginan kung mania yang sudah berusaha mendaftar namun tetap tertolak.
Kapasitas lapangan, dalam hal ini kerekan gantangan memang menjadi salah satu faktor penyebab. Namun demikian, semua itu tidak sampai menyurutkan ambisi peserta untuk tetap melanjutkan hobinya agar bisa tersalurkan. Satu sama lain saling berebut perhatian juri untuk memastikan bisa meraih dan mendapatkan nilai terbaik.

“Hari ini kami kembali menggelar kegiatan yang pernah kami lakukan sebelumnya. Dan untuk tahun 2026 ini adalah kegiatan perdana di Kolom Sumber Urip Gung-Gung Sumenep,” terang Etto selaku ketua pelaksana. Dengan kegaitan sepeprti ini diharapkan ada semangat yang terus mengalir dalam diri kung mania untuk tetap eksis menekuni hobi.
Cuaca cerah seakan mendukung perjalanan dan proses penjurian. Empat babak penjurian yang diterapkan juga berjalan sesuai harapan. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan dilakukan. Cek ring usai acara penjurian, masih menjadi rutinitas yang dilakukan. Pengecekan dilakukan langsung oleh juri yang bertugas.
Untuk podium pertama Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Wijaya amunisi H/Kandar Styafana Team Loteng Sumenep ring ADVyang dikerek pada nomor 48. Disusul kemudian Potre Koneng andalan Nito Gung-Gung Sumenep ring MST yang dikerek pada nomor 34 di urutan kedua dan tempat ketiga diraih Bimantara orbitan Dayat Kalianget produk Andra yang di kerek pada nomor 32.

Untuk Kelas Piyik Hanging, juara pertama menjadi milik Bunga Desa amunisi K.Rawi Saronggi produk KLN yang digantang pada nomor 46. Disusul kemudian Boy Boy andalan Murahwini Padike Talango, ring Palapa yang digantang pada nomor 04 dan Kancil orbitan Matgever Padike Talango produk Palapa yang menempati nomor gantangan 01 sebagai peraih podium ketiga.
Diakhir acara, panitia mengucapkan rasa terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh kung mania peserta lomba. Dan permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan selama acara.
















