Semangat peserta dalam mengikuti gelaran Latihan Dinilai Perkutut Pengda Banjarmasin Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada Minggu, 09 November 2025, patut diapresiasi. Pasalnya kondisi cuaca dan lokasi yang tidak normal, nampaknya bukan halangan bagi kung mania untuk membatalkan ataupun mengakhiri acara yang mereka hadiri.

Lapangan Perkutut Lembu Jantan Pekapuran Raya Banjarmasin yang dijadikan lokasi kegiatan, terdapat genangan air akibat hujan yang datang sejak sore saru hari menjelang pelaksanaan acara. Sepertinya air kiriman dari langit tidak langsung surut dan meresap ke dalam tanah.
Sebaliknya air tersebut seakan kerasan menggenangi lapangan yang menjadi pusat kegiatan hobi di Banjarmasin. Meski tidak menimbulkan becek karena kondisi rumput yang tumbuh, namun rasanya tidak nyaman. Kondisi tersebut diperparah lagi dengan cuaca yang turun pada saat itu. Gerimis hadir sepanjang perjalanan acara.
“Hujan sudah datang sejak sore sebelum acara dimulai dan pada saat acara, gerimis juga datang. Namun penjurian tetap dilaksanakan,” terang Henny Sutanto salah satu panitia. Hal tersebut diperkuat oleh pengakuan Agus Anjar Hukama, Ketua P3SI Banjarmasin. “Kondisi lapangan memang banjir akibat hujan sejak beberapa hari lalu, apalgi saat penjurian juga gerimis, namun tetap kamu laksanakan karena peserta juga ingin dilanjutkan,” jelas Agus Anjar.

Nampak dengan jelas langit mendung berwarna hitam pekat, mengawal acara sejak awal penjurian sampai akhir. Bagi peserta, selama masih bisa dilanjut maka proses penjurian jangan sampai berhenti. Akhirnya selama empat babak berturut-turut, penjurian tetap dilanjut. “Saya salur dengan peserta yang rela mengawal burungnya meski kondisi gerimis,” sambung Agus Anjar.
Kenyataan itulah membuat performa burung tidak maksimal, namun mereka tetap terlihat melakukan serangan kepada lawan. Pemandangan yang luar biasa ditunjukkan oleh sang orbitan dan juga peserta yang mengaeal burung miliknya. Kondisi demikian tetap berlanjut sampai babak keempat.
“Selama empat babak penjurian, kondisinya gerimis, namun tetap kamu lanjutkan,” kata Henny Sutanto lagi. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan diumumkan. Untuk podium pertama berhasil menjadi milik Rindu amunisi Erwan Ruslim Banjarmasin perkutut bergelang Win’s yang dikerek pada nomor 47.

Dilanjutkan oleh Vijaya andalan Henny Sutanto Banjarmasin produk ternak Felix yang dikerek pada nomor 48 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Hercules orbitan H.Rihan’s Binuang ternakan PA-Bali yang menempati nomor kerekan 68. Di Kelas Piyik Bebas podium pertama berhasil menjadi milik Golden Star amunisi BGM Bird Farm Binuang produk ternak TLT yang dikerek pada nomor 25.
Dilanjutkan Gemilang andalan H.Erwan RusadiĀ Balangan ternakan HWP yang dikerek pada nomor 33 dan Sahujan orbitan H.Misran Banjarmasin produk HJ yang berada di nomor kerekan 24. Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama berhasil menjadi milik Hercules amunisi Henny Sutanto Banjarmasin ternakan Felix yang digantang pada nomor 05.
Diurutan kedua ada Mayang andalan Marsuli Banjarmasin ring Gayus yang digantang pada nomor 04 dna tempat ketiga dimenangkan Ayu Wandira orbitan Marjalah Banjarmasin produk Gayus yang digantang pada nomor 10. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan dukungan peserta. Permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















