Untuk pertama kalinya kung mania Sennasen Konang Bangkalan, merasakan secara langsung bagaimana berlomba di kandang sendiri. Keinginan kung mania Sennasen untuk bisa menghadirkan gelaran sendiri, akhirnya bisa terwujud. Even bertajuk LadiNil Sennasen yang diselenggarakan pada Kamis, 28 Agustus 2025, menjadi moment penting bagi perkembangan hobi perkutut disana.

Lapangan Sennasen yang dipilih sebagai lokasi acara, sepertinya menyambut baik kehadiran peserta yang mayoritas berasal dari Bangkalan dan sisanya dari Sampang. “Hari ini kami bisa menggelar kegiatan, untuk tahap awal kami baru bisa menggelar LadiNil Sennasen Bergetar,” terang Juhri selaku Ketua Panitia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini untuk mengawali hobi perkutut agar bisa lebih semarak seperti tujuan yang ingin dicapai. “Untuk sementara LadiNil dulu, jika ini bisa berhasil, maka tidak menutup kemungkinan akan lebih besar lagi,” sambung Juhri. Meski merupakan kegiatan baru, namun dukungan yang diberikan peserta luar biasa.

Dua kelas yang dibuka (Piyik Bebas 3 blok dan Piyik Hanging 2 blok), penuh sesak oleh peserta. Tidak hanya peserta yang memberikan dukungan, dua Kepala Desa (Klebun) yakni Klebun Sennasen dan Klebun Sambiyen, hadir di acara. “Saya datang karena ingin tahu bagaimana lomba perkutut,” jelas Klebun Sennasen.

Hal senada disampaikan Klebun Sambiyen. “Saya ini juga pemain, tapi lama vakum karena banyak kerjaan, tapi kalau soal hobi, saya masih tetap menjadi penghobi meski sudah lama tidak pernah hadir,” ungkap Klebun Sambiyen. Disampaikan pula bahwa jumlah peserta sengaja dibatasi hanya lima blok karena lokasi dan alasan lain.

“Terus terang teman-teman banyak yang tidak saya kabari seperti Katapang dan lain-lain karena khawatir mereka tidak kebagian tiket,” ungkap Juhri. Sebab jika sampai banyak yang dengar kabar ini, maka panitia pasti kewalahan dalam memenuhi seluruh kung mania yang mau hadir.

“Sekarang saya banyak yang saya kabari, tiket sudah habis, apalagi kalau yang lain saya kasih tau,” kata Juhri lagi. Seperti pada kegiatan-kegiatan lainnya, briefing juri masih menjadi rutinitas yang terus dilakukan. Akhmad Mauludin memberikan arahan pada juri yang bertugas.

“Saya berharap aturan tetap aturan. Nilai apa adanya sesuai yang seringkali disampaikan Pak Sis. Ayo tingkatkan kinerja, setelah kita dapat pembekalan maka harus lebih baik dan bukan sebaliknya,” papar juri nasional asal Sampang. Disampaikan pula bahwa pemahaman terhadap Pakta Integritas harus dilakukan.

Bahasa tubuh juga diingatkan agar senantiasa dipakai oleh juri untuk meredam peserta. Kualitas burung juga jangan sampai diabaikan meski dalam sangkar bias. “Ada kalanya burung bagus dimasukkan sangkar biasa, hal itu jangan sampai membuat juri terkecoh,” saran Akhmad Mauludin.

Sueb, juri nasional asal Blega Bangkalan juga memperhatikan kinerja juri. “Jangan terburu buru menyerahkan kertas rekapan kepada perumus. Pastikan semua kolom sudah terisi semua dan jangan ada yang kosong,” arahan Sueb. Sementara itu dari dalam arena diinformasikan bahwa proses penjurian berlangsung seru dan lancar.

Cuaca panas mengawal penjurian dari pertama sampai akhir. Empat babak penjurian berjalan sesuai harapan, sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan ditetapkan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas, berhasil menjadi milik Samurai amunisi H.Topik Blega Bangkalan, perkutut ternakan TGM yang dikerek pada nomor 11.

Disusul kemudian oleh Nada Rindu andalan H.Maskur/H.Muksin Masaran Banyuates Sampang, produk ternak JBM yang menempati nomor kerekan 12. Kemenangan ini berkat campur tangan H.Muksin yang menjadi mekanik sang andalan. Diakui bahwa gelaran kali ini adalah penampilan perdana Nada Rindu.

“Nada Rindu baru kami turunkan dalam gelaran hari ini. Alhamdulillah mau tampil meski belum maksimal. Semoga ke depan bisa lebih baik dan stabil,” harap H.Muksin. Setidaknya keberhasilan Nada Rindu menerobos podium kedua adalah kabar yang menggembirakan, mengingat masih memiliki jam terbang yang masih minim.
“Tinggal nambah jam terbang saja, sehingga bisa lebih maksimal tampil di lapangan,” sambung H.Muksin yang diamini H.Maskur. Sedangkan diurutan ketiga ada Sultan Domisol, orbitan H.Wawan Blega Bangkalan, produk CTP. Untuk Kelas Piyik Hanging, juara pertama menjadi milik Banjir amunisi Syamhaji Wafa Lantek Barat Galis.

Produk ternak Batu Sangkar (BTS) yang digantang pada nomor 22. Disusul kemudian Angin Timur andalan Rubai Hanafi Galis Lantekz ternakan Ibno yang menempati nomor gantangan 12 dan tempat ketiga dimenangkan Bos Muda, orbitan Jawahir Blega Bangkalan, ternakan Garuda Emas yang digantang pada nomor 61.
Diakhir acara, segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan perhatian, dukungan dan bantuan sehingga acara bisa berlangsung lancar dan sukses. Permintaan ma’af juga disampaikan, jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. “Tunggu kami di lomba berikutnya,” jelas Juhri di akhir acara.















