Aktifitas hobi perkutut Kepri kembali dimulai. Agenda bertajuk Latber dan Silaturahmi yang dihelat pada Minggu, 18 Januari 2026 menjadi kegiatan awal di tahun ini. Kelas Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging, menjadi partai yang tetap dibuka untuk memberikan pilihan pada peserta.

Masih menempati lokasi yang sama seperti pada event-even sebelumnya yakni Buana Central Park Bukit Daeng Tembesi Batam, acara berlangsung sukses dan lancar meski semangat kung mania belum sepenuhnya muncul. Dari data yang masuk, jumlah peserta yang berhasil dihadirkan panitia belum mampu menyentuh dan mendekati rekor perolehan peserta yang pernah dicapai tahun sebelumnya.

Namun demikian, kenyataan tersebut tidak sampai menyurutkan minat peserta yang sudah masuk daftar, untuk tetap menjejakkan kakinya, guna mengerek dan menggantang orbitan, bertarung bersama yang lain untuk meraih podium juara. Alfie Herdiansyah, salah satu panitia menuturkan bahwa banyak kung mania yang kebetulan punya acara keluarga sehingga belum bisa mendukung kegiatan awal tahun.

“Banyak rekan-rekan yang tidak bisa bergabung karena bersamaan dengan acara keluarga,” terang Alfie Herdiansyah. Alasan lain adalah menghadapi bulan puasa dan juga kondisi cuaca yang seringkali turun hujan, menjadi faktor beberapa kung mania belum bisa bergabung dalam kegiatan ini.

Lebih lanjut disampaikan bahwa yang terpenting adalah hobi harus tetap jalan untuk tetap memberikan kesempatan pada mereka yang ingin tetap menyalurkan hobi sambil mengetahui sampai seberapa jauh kualitas perkutut orbitannya dengan cara dilombakan. “Hobi perkutut harus tetap jalan, karena kami ingin memberikan fasilitas dan wadah bagi rekan-rekan yang ingin tetap eksis,” sambung Alfie Herdiansyah.

Cuaca cerah seakan memberikan dukungan semangat pada peserta yang sudah hadir di lapangan. Empat babak penjurian berlangsung dalam kondisi tanpa kendala. Usai acara penjurian, seperti biasanya dilakukan cek ring untuk memastikan apakah peserta yang masuk nominasi sudah menggunakan Ring P3SI atau belum.
Cek ring dilakukan langsung oleh juri yang bertugas di lapangan. Kekhawatiran panitia dengan kondisi cuaca yang tidak menentu, akhirnya bisa terlewati tanpa ada gangguan yang berarti. Sinar matahari cerah memanaskan seluruh permukaan lapangan yang digunakan untuk kegiatan lomba.

Kenyataan inilah yang membaut suasana makin semangat, terutama untuk perkutut yang berada di atas kerekan dan gantangan. Persaingan perebutan podium juara di masing-masing kelas berlagnsugn penuh aksi dramatis. Satu sama lain berusaha mempertontonkan kemerduan suaranya untuk bisa mendapatkan nilai paling tinggi.
Empat babak berlangsung tanpa masalah, semua berjalan sesuai harapan dan keinginan seluruh panitia dan peserta. Dan akhirnya perumus menentukan siapa sajakah yang akhirnya menjadi juara di masing-masing kelas yang dilombakan. Untuk data juara, bisia disimak langsung pada tabel juara.















