Minggu 12 Oktober 2025 lapangan Kolom Sumber Urib Gunggung Sumenep ramai dikunjungi kung mania. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia Latber Sumber Urib. “Hari ini kami dari Kolom Sumber Urib Gunggung Sumenep mengadakan Latber agar rekan-rekan bisa terus eksis menyalurkan hobinya,” jelas Etto selaku Ketua Panitia.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus untuk mengisi waktu kosong di tengah padatnya agenda konkurs. “Kebetulan ada waktu kosong, makanya kami pakai untuk menggelar Latber,” sambung Etto. Diharapkan pula dengan kegiatan ini maka Kolom Sumber Urib bisa terus eksis dalam menyemarakkan hobi perkutut di Sumenep.
Setidaknya dengan kegiatan yang digelar, maka Kolom Sumber Urib akan menjadi referensi kung mania yang ingin tetap menyalurkan hobi. Meski sifatnya hanya latber, namun tidak menyurutkan antusias peserta untuk hadir mendukung kegiatan. Tiga kelas yang dibuka berhasil mendulang peserta.

Untuk Kelas Piyik Bebas diramaikan oleh 3 blok peserta, Kelas Piyik Yunior diikuti 2 blok peserta dan Kelas Piyik Hanging hanya dihadiri 1 blok peserta. “Alhamdulillah jumlah peserta di luar perkiraan kami, ternyata lebih banyak. Mungkin kalau kamu tetep buka, bisa jadi untuk kelas kerekan, bisa bertambah,” ungkap Etto.
Semangat kung mania untuk meramaikan kegiatan ini di dukung penuh oleh cuaca di lokasi acara. Panas menyengat sepertinya membawa berkah bagi para perkutut yang berada di atas kerekan dan gantangan untuk memaksimalkan performanya. Satu sama lain berusaha tampil bagus dalam kondisi cuaca terik.

Empat babak berlangsung tanpa kendala meski suhu semakin membuat mereka yang berada di tengah lapangan harus ekstra kuat menahan gempuran sinar matahari. Usai proses penjurian, dilakukan cek ring untuk memastikan peserta yang masuk nominasi sudah menjalankan aturan penggunaan Ring P3SI.
Sampai akhirnya, ketika semua rekap masuk ke meja perumus, penentuan posisi kejuaraan ditentukan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas, berhasil menjadi milik Jokotole amunisi H.Syaiful Ottoman Karang Anyar Sumenep, perkutut ternakan WI yang menempati nomor kerekan 59.

Disusul kemudian Bintang Belian, andalan Dede Primarasa Bandung, ring produk HRD Sumedang yang ada di nomor kerekan 13 dan tempat ketiga kembali oleh orbitan Dede Primarasa Bandung lewat aksi Ruby Star, ternakan Ababil yang menggunakan nomor kerekan 26.
Di Kelas Piyik Yunior, podium pertama berhasil menjadi milik Bos Muda, amunisi Madik Jaya Team Genius Pamekasan, perkutut ternakan Bintang Agung yang berada di nomor kerekan 157. Ditempat kedua, ada Mahawan andalan Kades AB Faisol Pasongsongan Sumenep, ternakan LB yang menempati nomor kerekan 148.

Dan tempat ketiga dimenangkan oleh Bintang Surya, orbitan Bintang Surya BF Bluto Sumenep, produk ternak Bintang Surya yang dikerek pada nomor 162. Dan Kelas Piyik hanging, juara pertama menjadi milik Santo, amunisi anyar Pa’ong Amplang Kalianget, produk RJA miliknya yang digantang pada nomor 44.

Diurutan kedua, ada Kaoka andalan Sadi Paberasan Sumenep, produk OTB yang menempati nomor gantangan 46 dan di posis ketiga dimenangkan oleh Revolusi orbitan Hasbullah Gung Gung Sumenep, ring Ahmad yang digantang pada nomor 02.
Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran paserta dan permintaan ma’af disampaikan, jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















