Lapangan Perkutut milik Pengda P3SI Bangkalan yang berlokasi di Kemayoran kembali diramaikan oleh Latihan Dinilai, Kamis 13 November 2025. Kegiatan bertajuk Latihan Dinilai kali ini memang belum membuat panas situasi. Peserta yang hadir juga belum merata dan blok yang dipakai juga masih terbatas.

Edi Permata, salah satu panitia mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali lapangan yang baru saja diresmikan. “Lapangan Pengda Bangkalan ini baru kami pakai dua kali, untuk sementara hanya Latihan Dinilai untuk membiasakan peserta,” terang Edi Permata.


Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini memang untuk kalangan terdekat, sehingga tidak ada informasi yang menyebar. Namun demikian, ada peserta yang hadir dari Surabaya yakni H.Fadli JDR, H.Doel, H.Suci, Holili dan beberapa nama lain. Sedangkan dari Pondok Candra Sidoarjo H.Ibink dan Pujo.

“Saya datang karena dengar di Bangkalan ada Latihan Dinilai, kebetulan lagi kosong dan burung ingin turun ke lapangan, makanya saya bawa saja,” jelas H.Fadli JDR. Hal senada disampaikan H.Ibink. “Ada informasi kalau di Bangkalan ada acara, saya cari tahu dan akhirnya saya datang,” ungkap Ketua Pengcam Waru Sidoarjo.

Kehadiran mereka tentu saja memberikan penyemangat untuk bisa bersaing dalam perebutan podium juara. Namun sayang, proses penjurian sejak babak pertama sampai babak empat berlangsung dalam kondisi cuaca yang kurang mendukung, yakni mendung tanpa ada sinar matahari.

Bahkan di awal penjurian, hembusan angin tidak terlalu terasa, sehingga membuat performa sang orbitan kurang maksimal. Kenyataan ini berdampak pada raihan nilai yang didapat. Bendera tiga warna yang seharusnya bisa banyak didapat, kenyataannya hanya sedikit dan bisa dihitung dengan jari.

Meski demikian hal itu tidak menyurutkan antusias peserta untuk tetap memberikan dukungan pada orbitannya. Empat babak tuntas dan hasil akhir ditentukan. Usai penjurian, dilakukan cek ring untuk menentukan apakah peserta yang masuk nominasi sudah menggunakan Ring P3SI atau belum.

Sampai akhirnya podium juara pertama di Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Ayu Ting-Ting, amunisi Mawardi Burneh Bangkalan, perkutut ternakan Ke’Lesap yang dikerek pada nomor 32. Dilanjutkan kemudian Jaguar andalan H.Holik JBN Galis Bangkalan, produk ternak JBN yang menempati nomor kerekan 34 dan Rani orbitan Samheri Tragah perkutut bergelang Tikno yang berada di nomor kerekan 14.

Di Kelas Piyik Yunior, ada Mutiara JBN amunisi H.Holik JBN Galis Bangkalan, produk JBN yang dikerek pada nomor 68. Disusul kemudian Lingkar Jaya andalan H.Abdul Hafid Burneh ternakan Aluna yang berada di nomor kerekan 97 dan Putra Iluzee orbitan Hamid Mido Galis, produk ternak Iluzee yang dikerek pada nomor 64.


Di akhir cerita panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan dukungan dengan cara hadir. Dan permintaan ma’af disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.















