Lapangan perkutut yang berlokasi di Desa Kopang Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan kembali diramaikan oleh kehadiran kung mania pada Selas, 17 Februari 2026. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia LatNil Blega. Meski kegiatan ini terbilang hanya kalangan terbatas, namun peserta yang hadir mampu membuat jumlah blok yang disediakan penuh sesak.

“Hari ini kami menggelar LatNil Blega dan mengajak teman-teman untuk ngerek dan gantang bareng di lapangan Kopang,” terang Abu Ali selaku panitia. Lebih lanjut disampaikan bahwa meski dua hari lalu di Bangkalan, ada kegiatan serupa, namun antusias peserta tidak terlihat kendor. Bahkan mengalami peningkatan yang signifikan.

“Alhamdulillah dukungan dari teman-teman untuk kegiatan hari ini luar biasa besar, semua tiket yang kami sediakan ludes terjual, tak ada sisa,” sambung kung mania yang juga seorang mekanik handal yang sukses mengorbitkan banyak amunisi level atas. Ditambahkan pula bahwa agenda ini adalah ajang untuk terus memacu adrenalin sang orbitan sebelum masuk libur Ramadhan.
Agenda ini pula menjadi rencana juri yang ada di Bangkalan untuk mendapatkan hasil dari kegiatan ini. “Kami dari juri di Bangkalan sengaja mengadakan kegiatan ini agar manfaatnya bisa kami rasakan. jelang masuknya bulan ramadhan kami ingin mendapatkan kesempatan untuk bisa meraih hasil yang akan bisa kami manfaatkan,” papar Sueb juri nasional asal Blega.

Dikatakan bahwa penyelenggaraan ini didukung dan disupport oleh beberapa peternak, sehingga cara bisa terlaksana. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para peternak yang telah membantu, mendukung dan mensupport kegiatan ini,” lanjut Sueb.
Adapun peternak yang dimaksud adalah KH.Munaki BLGM, H.Holik JBN, H.Wawan/Ali Domisol, H.Said IFF, H.Nuryakin ABI, H.Mawardi Ke’Lesap, H.Abd.Azis Ababil, H.Toha DOT, H.Junaidi Surabaya, Cak Goendul Tea, Chelsea dan H.Lutfiyanto Kades Durin Timur.

Empat blok yang tersedia untuk Kelas Piyik Bebas (2 blok) dan Kelas Piyik Hanging (2 blok), laris manis. Bahkan informasinya ada beberapa kung mania yang tidak bisa ikut meramaikan gelaran, karena tidak kebagian tiket. “Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mendukung dsn meramaikan acara,” kata kung mania yang tergabung dalam Team Domisol Blega.
Sebaliknya permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan. Cuaca cerah dan cenderung panas, mengawal kegiatan dari pertama sampai akhir. Empat babak penjurian berlangsung sukses tanpa hambatan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas, berhasil menjadi Bintang Keberuntungan, amunisi H.Rahli Bangkalan, produk AAB yang dikerek pada nomor 54.

Disusul kemudian dua andalan Ababil Bird Farm Sampang lewat aksi apik Irama Agung dan Agoda yang berhasil menjadi pemenang kedua dan ketiga yang dikerek menggunakan nomor 10 dan 32. “Irama Agung dan Agoda belum mau tampil maksimal, jadi hanya bisa meraih juara runner-up dan ketiga,” jelas Abd.Abd Aziz sang pemilik,

Namun demikian, H.Abd.Aziz mengaku yakin bahwa performa Irama Agung dan Agoda ke depan akan lebih bagu. “Irama Agung dan Agoda sejak usia masih piyik sudah bagus dan seringkali meraih juara. Prestasi ini diraih sampai saat ini. Makanya saya ke depan prestasinya akn terus meningkat,” harap tokoh perkutut sekaligus tokoh agama.

Di Kelas Piyik Hanging, Berlian, amunisi Drs.Amirullah,MM Bangkalan berhasil menjadi terbaik pertama. Perkutut produk JBN yang digantang pada nomor 10 brhasil menggangu laju lawannya.diiikuti olehCharles Domisol andalan H.Wawan Blega produk BLGM yang menggunakan nomor gantangan 09.
Dan tempat ketiga diraih oleh Sultan JBN orbitan H.Holik JBN Galis yang ada di nomor antangan 03. Cek ring masih menjadi tugas tambahan bagi juri, untuk memastikan peserta yang masuk nominasi, sudah menggunakan















