Paguyuban Penyayang Perkutut Sawunggaling (P3S) Surabaya kembali menggelar hajatan. Kali ini kegiatan tersebut bertema LatNil acara dikhususkan untuk memberikan penilaian pada Piyik Hanging milik anggota. Profesor Suyono D Prawiro, pemrakarsa kegiatan mengaku bahwa even ini murni atas usulan anggota P3S yang sering kumpul bareng di markas Pakard yang berada di wilayah Wisma Lidah Kulon Bangkingan Surabaya.

“Setiap Sabtu kami latihan bareng, ternyata ada usulan dari anggota untuk membuat acara tidak sekedar latihan bisa tetapi even dinilai agar burung para anggota bisa diketahui bisa mencapai bendera berapa warna,” terang sang Profesor. Usulan itulah akhirnya direalisasikan pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Mengawali kegiatan tersebut, untuk sementara hanya melombakan Kelas Piyik Hanging dengan pertimbangan lokasi. Kapasitas gantangan yang dipakai juga hanya 25 titik, menyesuaikan dengan nomor yang ada. Dengan alasan inilah, maka kegiatan ini hanya untuk anggota saja.

“Mohon ma’af jika kami tidak buat woro-woro pada rekan-rekan di luar P3S karena kapasitas yang terbatas,” sambung pemilik PAKARD Bird Farm Surabaya. Meski acara ini terkesan mendadak, namun antuasias anggota luar biasa. Hanya dalam hitungan tidak sampai sehari, informasi adanya agenda yang disebar melalui group, langsung penuh.

“Alhamdulillah kouta sudah kita penuhi, sehingga pelaksanaan bisa dilanjutkan tanpa kekhawatiran gantangan kosong,” jelas Profesor Suyono D.Prawiro. Dengan tiket yang dibandrol murah, kegiatan ini berlangsung tetap meriah. Menu sajian untuk peserta tidak mengecewakan, doorprize juga lumayan besar dan tiap pemenang juga mendapat hadiah yang menarik.

Menurut pengakuan Profesor Suyono bahwa kegiatan ini bukan semata-mata mencari juara, namun lebih kepada silaturahmi yang harus tetap terjalin serta memberikan ruang dan kesempatan pada anggota untuk mengenal lebih jauh seberapa bagus kualitas burung miliknya.

Setidaknya dengan kegiatan ini, maka mereka bisa lebih banyak belajar dan memahami sistem penjurian yang benar, sehingga bisa menjadi modal untuk mengikuti konkurs yang lebih besar lagi dengah pemahaman tenang kualitas suara burung. “Kami berharap bisa maju bersama dengan latihan rutin disertai dengan penilaian untuk terus belajar bersama pula,” ungkap salah satu pengajar di Unesa Surabaya.

Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan ruang untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dengan aturan yang sudah ada. Sementara itu, cuaca cerah mengawal kegiatan dari pertama sampai akhir. Empat babak penjurian berlangsung tanpa hambatan. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan ditentukan.

Usai penjurian dilakukan cek ring untuk memastikan para peserta yang masuk nominasi sudah menggunakan Ring P3SI. Langkah ini sebagai wujud sosialisasi adanya penggunaan ring kepada seluruh peserta. Untuk podium pertama berhasil menjadi milik Surya Alam Sakti amunisi Bambang Supriyanto Surabaya, produk Al Kabir yang digantang pada nomor 19.

Disusul kemudian Garuda, andalan Andreas Surabaya, ternakan Puncak Jaya yang menggunakan nomor gantangan 02 dan tempat ketiga diraih oleh Mawar Jingga, orbitan H>Fadli JDR Surabaya, produk ternak JDR yang ada di nomor gantangan 01. Diakhir acara, Profesor Suyono mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir. permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal kurang berkenan.















