Minggu, 19 Oktober 2025, lapangan yang berlokasi di Jalan Beringin Sambikerep Surabaya, kembali didatangi kung mania. Mereka hadir dalam rangka memenuhi undangan panitia LatNil Pengcam Sambikerep. “Hari ini kami kembali mengundang teman-teman untuk ngerek dan gantang bareng di lapangan Pengcam Sambikerep Surabaya,” terang Sabiudin, Ketua Pengcam Sambikerep.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan ini adalah agenda yang kesekian kalinya selama tahun 2025. Setiap bulan Pengcam Sambikerep berusaha untuk menggelarkegiatan sebagai salah satu program untuk menyemarakkan hobi. Dukungan peserta yang begitu luar biasa menjadi bukti bahwa even ini menjadi pilihan pada pelomba.

“Alhamdulillah, kegiatan kami mendapatkan dukungan dari teman-teman, sehingga apa yang menjadi harapan kami bisa terlaksana sesuai harapan,” sambung pemilik DIN Bird Farm. Disampaikan juga bahwa kegiatan ini menjadi salah satu wujud eksistensi Pengcam Sambikerep dalam meramaikan hobi perkutut, khususnya di Surabaya.

“Saya atas nama panitia mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan dukungan rekan-rekan. Tidak lupa kami sampaikan ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” ungkap Sabiudin. Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa pelaksanaan berjalan lancar dan sukses.

Cuaca cerah mengawal kegiatan dari awal sampai akhir. Sesekali terasa hawa sejuk kaetika mendung tipis datang mendekati lokasi acara. Namun hal itu tidak berlangsung lama karena terik matahari kembali menyapa. Empat babak penjurian berlangsung tanpa kendala. Usai penjurian, cek ring menjadi agenda yang dilakukan.

Di meja perumus, seluruh peserta direkap untuk menentukan posisi juara. Sampai akhirnya penentuan posisi kejuaraan ditentukan. Untuk podium pertama di Kelas Piyik Bebas berhasil menjadi milik Dewi Fortuna amuniai Kros BF/Suci Surabaya, perkutut ternakan Grand Master yang dikerek pada nomor 35.

Dilanjutkan kemudian King BN andalan Tim BN Surabaya, ternakan AW yang berada di nomor kerekan 02 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Anak Langit orbitan H.Iyan Balung, produk Sehedewe yang menempati nomor kerekan 04. Untuk Kelas Piyik Hanging, podiumpertama berhasil menjadi milik Dua Putri, amunisi Junaidi Surabay, ternakan Legowo yagn digantang pada nomor 65.


Disusul kemudian leh Tak Kusangkan, andalan Team Grand Surabaya, produk ternak Grand yang menempati nomor gantangan 24 dan tempat ketiga diraih oleh AW Songka, andalan Awong Surabaya, ternakan AW yang digantang pada nomoe 70















